Ada banyak hal sederhana di sekitar kita yang terkadang memiliki arti istimewa, bahkan sesuatu yang mungkin dianggap tidak berguna oleh orang lain.
Sebuah pohon tumbang, misalnya, bisa menjadi tempat bermain, ruang berimajinasi, sekaligus teman bagi seorang anak. Hal inilah yang ingin disampaikan Hayley Lowe melalui buku bergambar Juni and the Anything Tree.
Cerita berpusat pada seorang anak perempuan bernama Juni yang senang menghabiskan waktu istirahat bersama teman favoritnya, yaitu sebuah pohon tumbang di halaman sekolah.
Bagi Juni, pohon tersebut bukan sekadar batang kayu yang tergeletak di tanah. Dengan imajinasinya, pohon itu bisa berubah menjadi monster lava, Pegasus, hingga kapal bajak laut. Ada banyak petualangan yang bisa dilakukan bersama teman istimewanya tersebut.
Kebiasaan Juni mulai menarik perhatian Leo, teman sekelasnya yang kemudian datang untuk mencari tahu apa yang sedang dilakukannya.
Setelah mengetahui bagaimana Juni memandang pohon tersebut, Leo tertarik untuk ikut bermain. Tanpa disadari, pohon tumbang itu justru menjadi awal dari persahabatan baru di antara mereka.
Namun, kebahagiaan tersebut mulai terusik ketika Juni menemukan pengumuman mengenai kegiatan bersih-bersih lingkungan sekolah.
Salah satu rencananya adalah memindahkan pohon tumbang yang selama ini menjadi tempat bermain mereka. Juni dan Leo tidak ingin kehilangan teman istimewa itu.
Keduanya mencoba menyampaikan keberatan kepada kepala sekolah, bahkan berencana membuat petisi untuk menyelamatkannya. Sayangnya, usaha mereka belum membuahkan hasil.
Bagi Juni, ini bukan sekadar persoalan mempertahankan sebuah pohon. Ada kenangan, kebahagiaan, dan persahabatan yang tumbuh di sana.
Ia ingin menunjukkan kepada orang dewasa bahwa sesuatu yang terlihat tidak berharga belum tentu tidak memiliki arti. Apakah Juni berhasil membuat mereka memahami hal tersebut?
Salah satu keunikan buku ini adalah cara Hayley Lowe menghadirkan imajinasi anak-anak melalui sesuatu yang sangat sederhana.
Sebuah pohon tumbang yang mungkin bagi orang dewasa hanya dianggap sebagai benda yang mengganggu kebersihan atau berpotensi membahayakan, justru menjadi dunia petualangan bagi Juni.
Dari sini, pembaca diajak melihat lingkungan sekitar melalui sudut pandang anak-anak yang penuh kreativitas dan rasa ingin tahu.
Cerita ini juga menghadirkan gambaran tentang pentingnya bermain di luar ruangan. Anak-anak tidak selalu membutuhkan mainan mahal atau fasilitas yang lengkap untuk menciptakan kesenangan.
Alam bisa menjadi ruang bermain yang menarik apabila mereka diberikan kesempatan untuk mengeksplorasi dan menggunakan imajinasinya. Pohon, dedaunan, serangga, hingga benda-benda sederhana lainnya dapat menjadi bagian dari petualangan yang menyenangkan.
Hal menarik lainnya adalah bagaimana sebuah persahabatan dapat tumbuh dari sesuatu yang tidak terduga. Awalnya, Juni hanya menikmati waktu bersama pohon kesayangannya.
Namun, ketika Leo datang dan ikut bermain, ia mendapatkan teman baru. Kehadiran Leo juga memperlihatkan bahwa berbagi kesenangan dapat membuka kesempatan untuk membangun hubungan dengan orang lain.
Tidak hanya berbicara tentang persahabatan, buku ini juga menyelipkan pesan mengenai keberanian menyuarakan pendapat. Juni dan Leo tidak tinggal diam ketika sesuatu yang mereka sayangi terancam hilang.
Mereka mencoba mencari jalan keluar, menyampaikan keberatan, dan menunjukkan bahwa suara anak-anak juga layak didengarkan.
Dari segi ilustrasi, buku ini menghadirkan visual yang hangat, ceria, dan ekspresif. Ilustrasinya membantu menggambarkan bagaimana Juni mengubah pohon biasa menjadi berbagai hal luar biasa melalui imajinasinya.
Beragam ekspresi tokoh juga membuat emosi dalam cerita terasa lebih hidup, sehingga anak-anak dapat memahami perasaan bahagia, khawatir, kecewa, sekaligus harapan yang dialami Juni.
Gaya bahasa yang digunakan terasa sederhana dan mudah diikuti oleh pembaca anak-anak. Alurnya ringan, tetapi tetap memiliki konflik yang membuat pembaca penasaran dengan keputusan yang akan diambil Juni.
Perpaduan antara petualangan, humor, persahabatan, dan kepedulian terhadap lingkungan menjadikan buku ini menyenangkan untuk dibacakan bersama keluarga maupun digunakan sebagai bahan diskusi di sekolah.
Pada akhirnya, Juni and the Anything Tree mengingatkan kita bahwa sesuatu yang terlihat sederhana bisa memiliki arti yang sangat besar bagi seseorang.
Buku ini juga mengajarkan bahwa anak-anak memiliki suara, gagasan, dan kemampuan untuk membawa perubahan. Terkadang, keberanian untuk memperjuangkan sesuatu yang kita sayangi dapat menjadi awal dari perubahan yang lebih besar.
Ini adalah bacaan yang menyenangkan sekaligus menghangatkan hati, terutama bagi anak-anak yang menyukai petualangan di luar ruangan dan permainan imajinatif.
Baca Juga
-
Ketika Menjadi Berbeda Justru Membuatmu Istimewa
-
Nice to Eat You: Belajar Bahasa Lewat Kisah yang Unik
-
I Built a Rocket Ship: Merangkai Kenangan untuk Seseorang yang Telah Pergi
-
Wanderers: Perjalanan Panjang Manusia Menaklukkan Jarak dan Waktu
-
Waiting for Iced Tea: Kisah Hangat tentang Kesabaran dan Keluarga
Artikel Terkait
Ulasan
-
Membongkar Mitos: Benarkah Pemimpin Harus Galak dan Toksik Agar Perusahaan Sukses?
-
Mencermati Arti Kehidupan: Buku Seorang Wanita yang Ingin Menjadi Pohon
-
Investasi Praktis dan Ramah Pemula Lewat New BIONS by BNI Sekuritas
-
Seni Mengenang dan Mengikhlaskan dalam Drama The Rainbow in Our Memory
-
Mengupas Luka Batin Masa Kecil Lewat Buku 'Seorang Anak yang Bersembunyi di Balik Topeng Superhero'
Terkini
-
Prekuel John Wick Digarap dalam Versi Animasi, Keanu Reeves Ikut Bergabung
-
Kisah Heroik HMS Ark Royal: Sang 'Lucky Ship' Penentu Kemenangan di Teater Atlantik
-
Ironi Maskulinitas: Cowok Nangis Dibully, tapi Pelaku Catcalling Malah Dimaklumi?
-
Mengenal Gerakan #CuekinBuzzer: Jurus Netizen Bungkam Akun Provokator
-
Harga Sebuah Stempel