Meskipun lagu "Training Season" punya Dua Lipa ini sebenarnya sudah rilis dari awal tahun 2024 lalu, belakangan ini lagunya malah viral lagi di media sosial. Banyak banget anak muda yang mendadak pakai potongan audio lagu ini buat bikin konten seru-seruan soal cari jodoh atau pamer ekspektasi tentang hubungan yang sehat.
Fenomena ini sebenarnya lumayan unik dan agak lucu kalau dipikir-pikir. Masalahnya, netizen pakai lagu ini buat berharap ketemu sama pasangan ideal yang manis, padahal kalau kita ulik cerita asli di balik pembuatannya, lagu ini justru lahir dari rasa capek yang mendalam karena keseringan dapat zonk pas lagi kenalan sama orang baru.
Dua Lipa sendiri sempat cerita kalau malam sebelum dia menulis lagu ini, dia baru saja melewati serangkaian acara kencan yang gagal total dan bikin pusing. Besok paginya pas sampai di studio rekaman, dia langsung curhat ke teman-temannya sambil bilang kalau masa pelatihannya sudah resmi selesai. Dari obrolan santai itulah inspirasi utama lagu ini akhirnya lahir.
Kalau kita bedah liriknya dari awal sampai akhir, bait pertamanya langsung menggambarkan situasi yang relate banget sama dunia percintaan zaman sekarang:
Are you someone that I can give my heart to?
Or just the poison that I'm drawn to?
It can be hard to tell the difference late at night
Di bagian ini, dia secara terbuka mengakui kalau lagi merasa sepi di malam hari, penilaian kita terhadap seseorang itu suka jadi buram. Dia langsung menodong gebetan barunya dengan pertanyaan yang jujur banget: apakah orang ini beneran sosok yang tulus buat dititipin hati, atau jangan-jangan cuma racun yang kedoknya manis doang? Dia minta si cowok buat main jujur dari awal karena dia sudah kapok dan ogah mengulangi kesalahan yang sama untuk kedua kalinya.
Masuk ke bagian chorus, standar pasangannya mulai dinaikkan ke level yang jauh lebih tinggi dan jelas:
I need someone to hold me close, deeper than I've ever known
Whose love feels like a rodeo, knows just how to take control
When I'm vulnerable, he's straight-talking to my soul
Dia memperjelas kalau dirinya mendambakan sosok pasangan yang sudah matang secara emosional. Hubungan yang dicari haruslah terasa seru dan menantang seperti bermain rodeo, tapi si cowok tetap tahu kapan waktu yang tepat buat ambil kendali dengan bijak. Jadi, ketika dia lagi di fase rapuh atau banyak pikiran, pasangannya bisa langsung paham dan memberikan ketenangan lewat obrolan yang mendalam, bukan malah bikin kepalanya tambah pusing atau bingung sendiri.
Nah, bagian inti sekaligus sindiran paling ngena dari seluruh lagu ini tertuang pada bagian akhir chorus:
Are you somebody who can go there?
'Cause I don't wanna have to show ya
If that ain't you, then let me know, yeah
'Cause training season's over
Kalimat "training season's over" alias masa pelatihan sudah tutup ini adalah sebuah ketegasan sikap yang mantap. Dia menekankan kalau dia sudah malas menjadi mentor yang harus mendidik pasangannya dari nol tentang bagaimana cara menghargai dan memperlakukan seorang wanita dengan benar.
Baginya, kalau memang mau menjalin hubungan yang serius, pastikan orang tersebut sudah selesai dengan urusan kedewasaan dirinya sendiri terlebih dahulu sebelum melangkah maju.
Buat bagian musiknya sendiri, pas dengerin lagu ini bawaannya emang langsung pengen ikutan joget karena ketukan musiknya yang asyik. Musiknya itu berasa kayak lagu-lagu disko zaman dulu tapi versi yang lebih kekinian dan modern. Yang bikin aku makin suka, meskipun musiknya asyik buat joget, cara nyanyi Dua Lipa di sini tuh biasa aja, maksudnya dia kelihatan santai, gak lebay, dan gak kedengaran kayak orang yang lagi sedih atau meratapi nasib. Dia sukses menyampaikan rasa keselnya lewat lagu yang tetap bikin orang happy pas dengerin.
Menurut aku lagu ini menjadi lagu favorit bagi orang-orang mandiri di luar sana, sekaligus jadi pengingat yang sangat baik buat kita semua: berani pasang standar tinggi dalam memilih pasangan hidup itu perlu banget, supaya waktu kita tidak habis hanya untuk mengajari orang yang belum siap untuk tumbuh dewasa.
Baca Juga
-
Review The Weight: Saat Misi Membawa Emas Jadi Taruhan Nyawa
-
Dianggap Belokkan Sejarah, Tim Produksi Film The Assassin(s) Dipolisikan
-
Jadwal MotoGP Jepang 2026: Sengitnya Rivalitas Jorge Martin dan Marc Marquez
-
Perjuangan Leo/Daniel di Asian Games 2026: Sembuh Cedera hingga Raih 2 Emas
-
Skenario Sang Jenderal: Runtuhnya Tembok Kebohongan Ferdy Sambo
Artikel Terkait
Ulasan
-
Buku 30 Hari Mengubah Kebiasaan Buruk: Belajar Berubah dari Hal Kecil
-
Review Serial Honor Thy Mother: Mengulik Duka dan Ambisi dalam Keluarga
-
Lou Lou dan Naga Peliharaannya: Kisah Unik di Hari Pertama Sekolah
-
Belajar Menghargai Perempuan Lewat Sosok Borno di 'Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah'
-
Barangkali yang Kita Butuhkan Hanya Jeda, Bukan Jawaban Baru
Terkini
-
Gonta-Ganti HP Cuma Buat Gengsi? Awas, Kelas Sosial dari Layar Gadget Seringnya Cuma Ilusi!
-
Sephora Kids dan Obsesi Skincare Dini: Saat Anak SD Lupa Caranya Bermain
-
Profil Intak P1Harmony, Viral Berkat Cover Hip Song hingga Duet Bareng Rain
-
Sinopsis Don't Be Shy, Film Komedi Romantis India Diproduseri Alia Bhatt
-
Jeong Yein Lovelyz Resmi Gantikan Ha Young di Musim Terbaru The Trauma Code