M. Reza Sulaiman | afifatun khuzaemah
Official lirik "Rayuan Perempuan Gila" (YouTube/Nadin Amizah)
afifatun khuzaemah

Menjalin hubungan asmara di kehidupan nyata tentu tidak semulus di drama. Bayang-bayang tentang kegagalan di hubungan sebelumnya tidak jarang menjadi sumber masalah baru di hubungan berikutnya. Sehingga terkadang muncul perasaan meragukan diri sendiri, sampai meragukan tentang perasaan pasangan adalah hal yang tidak jauh dari asal-muasal keretakan hubungan. 

Perasaan sulit untuk yakin dan sulit percaya diri tersebut biasanya lebih besar dan sering dirasakan oleh pihak perempuan. Sebagai makhluk perasa, perempuan memang didesain menjadi lebih peka. Perasaan terlalu perasa tersebutlah yang tidak jarang justru menjadikannya merasa kecil, padahal jauh di dalam hatinya banyak hal besar yang diimpikan. Salah satunya memiliki relationship yang sehat. 

Bagi sobat Yoursay yang pernah atau sudah mendengarkan lagu Rayuan Perempuan Gila milik Nadin Amizah mungkin akan dapat merasakan pesan tersirat di dalamnya. Tentang bagaimana seorang perempuan harus menghadapi rasa tidak percaya dirinya di tengah perasaan tidak mau kehilangan pasangannya dan bayang-bayang tentang kegagalan di hubungan sebelumnya. 

Lagu yang dibuka dengan lirik "Menurutmu berapa lama lagi kau 'kan mencintaiku? Menurutmu apa yang bisa terjadi dalam sewindu?" Seolah menggambarkan sulitnya seorang perempuan untuk merasa dicintai. Ada keraguan tentang kemungkinan-kemungkinan bahwa rasa cinta tersebut hilang seiring waktu. Sebelum hal tersebut terjadi, dia sedang berusaha memastikan dan mempersiapkan diri. Kira-kira berapa lama rasa cinta pasangannya akan bertahan. Sehingga jika memang pada akhirnya kandas, dia tidak terlalu terpuruk karena sudah bisa memastikan rasa sakitnya. 

Kekhawatiran yang belum jelas tersebut seperti digambarkan lebih rinci dalam lirik selanjutnya yang berbunyi, "Bukan apa hanya bersiap. Tak ada yang tahu, aku takut." Menariknya si tokoh perempuan sendiri sadar dan juga tahu dengan jelas bahwa kemungkinan buruk tersebut belum tentu akan terjadi, tapi rasa takut dalam dirinya jauh lebih mendominasi. Perasaan tentang takut bagaimana jika nanti pasangannya tidak lagi mencintainya, tentang takut jika pada akhirnya dia ditinggal saat dirinya sudah membuka diri dan mencintai pasangannya. 

Tapi kita tidak bisa langsung menyalahkan tokoh perempuan yang terlalu ragu dan penuh pemikiran yang negatif tersebut. Di balik ketakutannya pasti ada hal-hal yang menjadikannya seperti sekarang. Hatinya seolah-olah dikelilingi benteng yang tinggi dan kokoh, beserta meriam dan granat yang siap meleburkan perasaannya sampai tak bersisa saat ada yang mencoba menyusup daerah pertahanannya dan saat berhasil justru memporak-porandakannya.

Hal itu tertulis dalam lirik "Tak Pernah ada yang lama menunggu sejak dulu. Yang terjadi sebelumnya semua orang takut padaku." Karena di pengalaman sebelumnya dia selalu ditinggalkan, seakan semua orang takut padanya. Tidak ada yang benar-benar bertahan menghadapi kekhawatirannya, dan pada akhirnya dia kembali sendirian. 

Untungnya dalam lagu yang dirilis pada pertengahan 2023 ini si tokoh perempuan menyadari bahwa rasa khawatir berlebihannya tersebut adalah hal yang salah dan dengan sadar berusaha untuk memperbaikinya. Seperti dalam lirik, "Memang tidak mudah mencintai diri ini. Namun aku berjanji akan mereda seperti semestinya." Dan diperjelas dalam lirik "Panggil aku perempuan gila. Hantu berkepala keji membunuh kasihnya. Penuh ganggu di dalam jiwanya. Sambil penuh cinta, diam-diam berusaha selalu tahu akan ditinggalkan. Namun demi tuhan aku berusaha." 

Tidak jarang kita memang terlalu fokus membayangkan hal buruk yang belum terjadi. Sampai tidak jarang melewatkan kesempatan dan orang yang datang. Tapi, seperti yang disampaikan dalam lagu yang juga menjadi soundtrack film Pangku tersebut, bahwa sebagai perempuan kita harus bisa pelan-pelan belajar lebih baik. Dan ternyata berusaha memperbaiki sambil penuh cinta juga bisa dilakukan, tanpa harus menunggu benar-benar siap yang malah dapat melewatkan banyak hal dan kesempatan.