Lintang Siltya Utami | Tarassa Q.
Keberuntungan Sedang Menghampirimu (Gramedia)
Tarassa Q.

Tidak semua luka dapat terlihat oleh mata. Ada penderitaan yang disembunyikan di balik sikap pendiam, senyum yang tak pernah muncul, dan keseharian yang tampak baik-baik saja. Melalui novel Keberuntungan Sedang Menghampirimu (Fortune Is Coming Your Way), penulis asal Korea Selatan, Lee Kkoch-Nim, mengajak pembaca menyelami kehidupan seorang remaja yang harus menghadapi kenyataan pahit berupa kekerasan dalam keluarganya sendiri.

Kisah bermula dari pengalaman Hyeong-su dan Wu-yeong, dua siswa sekolah menengah yang secara tidak sengaja menjadi saksi tindakan kekerasan mengerikan. Mereka melihat Eun-jae, teman sekelas mereka yang masih berusia 15 tahun, mendapatkan perlakuan kasar dari ayah kandungnya. Pemandangan tersebut meninggalkan kegelisahan mendalam bagi keduanya, terlebih setelah menyadari bahwa kejadian itu bukanlah sesuatu yang baru bagi Eun-jae.

Di sekolah, Eun-jae dikenal dengan julukan Dark Knight. Sebutan tersebut menggambarkan sosoknya yang tertutup, jarang berbicara, dan hampir tidak pernah memperlihatkan ekspresi bahagia. Kehidupannya jauh dari kata menyenangkan. Sang ibu telah meninggalkan rumah, sementara ia harus bertahan menghadapi perilaku ayahnya yang penuh kekerasan. Bagi Eun-jae, penderitaan tersebut seolah sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupannya. Ia memilih menerima keadaan karena tidak mengetahui bagaimana caranya memperoleh kehidupan yang berbeda.

Mengetahui kondisi tersebut, Hyeong-su dan Wu-yeong mulai menghadapi pergulatan batin. Mereka bisa saja mengabaikan apa yang telah disaksikan dan kembali menjalani rutinitas seperti biasa. Namun, membiarkan Eun-jae terus mengalami penderitaan terasa semakin sulit dilakukan. Hyeong-su yang terkadang bertingkah konyol dan terkesan tidak peduli pun harus berhadapan dengan kenyataan bahwa ada saatnya seseorang perlu mengambil tindakan, meskipun tidak tahu pasti apa yang harus dilakukan.

Salah satu daya tarik novel ini terletak pada sosok naratornya. Alih-alih menggunakan sudut pandang manusia, Lee Kkoch-Nim menghadirkan figur dewi keberuntungan yang seolah menjadi perantara takdir dalam perjalanan para tokohnya. Kehadirannya membawa sebuah pemahaman menarik, yaitu keberuntungan tidak dapat bekerja sepenuhnya apabila seseorang sudah kehilangan keinginan untuk mempertahankan hidupnya. Takdir mungkin membuka kesempatan, tetapi keberanian untuk memanfaatkannya tetap berasal dari diri sendiri.

Dengan ketebalan 208 halaman, novel ini berhasil mengangkat persoalan serius tanpa membuat keseluruhan ceritanya terasa menyesakkan. Pengalaman membacanya justru menghadirkan kehangatan tersendiri.

Di balik persoalan kekerasan domestik dan luka emosional yang dialami Eun-jae, terdapat kisah persahabatan, kepedulian, serta keberanian anak-anak muda yang mencoba melakukan sesuatu bagi orang lain. Alurnya mengingatkan bahwa harapan terkadang muncul melalui tindakan sederhana yang mungkin terlihat tidak berarti bagi sebagian orang.

Ada beberapa pesan penting yang dapat direnungkan setelah membaca buku ini. Pertama, kekerasan dalam rumah tangga bukan persoalan yang boleh dianggap sebagai urusan pribadi sebuah keluarga. Anak-anak yang mengalaminya dapat membawa trauma berkepanjangan, bahkan kesulitan membangun rasa aman dalam kehidupan sosial mereka. Kedua, kepedulian terhadap lingkungan sekitar memiliki arti besar. Memilih diam ketika mengetahui seseorang sedang berada dalam bahaya berpotensi membuat penderitaannya semakin panjang.

Selain itu, persahabatan sejati tidak hanya dibuktikan melalui kebersamaan ketika keadaan menyenangkan. Hyeong-su dan Wu-yeong memperlihatkan bahwa menjadi sahabat berarti bersedia hadir ketika orang lain sedang menghadapi masa tersulitnya. Mereka tidak harus memiliki semua jawaban untuk mulai menunjukkan kepedulian.

Pada akhirnya, Keberuntungan Sedang Menghampirimu menyampaikan bahwa keberuntungan bukan semata-mata hadiah yang jatuh dari langit. Terkadang, ia hadir melalui keberanian seseorang untuk memperjuangkan kehidupannya dan ketulusan orang lain yang bersedia mengulurkan tangan. Novel ini menjadi pengingat bahwa satu tindakan kecil dapat membuka jalan bagi perubahan besar, terutama bagi mereka yang selama ini merasa sendirian menghadapi penderitaan.

Identitas Buku

Judul: Keberuntungan Sedang Menghampirimu
Penulis: Lee Kkoch-nim
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Bahasa: Indonesia
ISBN: 9786020686585