In this economy, punya pengetahuan tentang literasi keuangan adalah hal yang penting. Ketika apa-apa serba mahal, krisis di mana-mana, sementara penghasilan pas-pasan, kemampuan untuk mengatur kondisi finansial itu akan menyelamatkan kita dari boncos di akhir bulan.
Kalau Sobat Yoursay sedang mencari buku yang membahas hal tersebut, salah satu alternatif bacaan yang bisa dipilih adalah buku berjudul 'What's Keeping You Broke' karya The Simple Sum. Berbeda dari buku tentang literasi finansial yang lain, buku ini khusus membahas tentang kendala apa saja yang seringkali membuat kita tidak bisa mengatur keuangan.
Banyak orang yang tidak sadar sedang mengalami kebocoran finansial. Mereka sudah bekerja banting tulang, rela mengambil lembur, hingga melakukan penghematan, tapi tetap saja merasa pas-pasan karena ada pos pengeluaran yang dianggap remeh. Meskipun sudah menerapkan gaya hidup frugal dan menambah side job, jika kebocoran finansialnya tidak diatasi maka percuma saja.
The Simple Sum lewat buku ini memberikan banyak insight berharga tentang kebocoran finansial apa aja yang perlu diperhatikan agar usaha kita dalam mengelola keuangan itu tidak sia-sia. Mulai dari mengecek kebocoran finansial karena salah memilih lingkungan pertemanan, mengatasi kebiasaan belanja impulsif karena FOMO, hingga mindset yang cenderung pasif terkait pengelolaan keuangan.
Beberapa hal menarik yang dibahas diantaranya adalah tentang bagaimana kebocoran finansial itu ternyata tidak hanya berupa sikap boros dalam membelanjakan uang. Mungkin kita berpikir bahwa yang menyebabkan kondisi keuangan kita tidak sehat adalah kita gagal dalam mengelola cash flow. Padahal tidak sesederhana itu.
Ada banyak faktor yang menyebabkannya. Salah satu hal yang paling signifikan adalah kurangnya pengetahuan dalam manajemen keuangan secara umum. Ketika kita tidak punya pengetahuan tentang cara mengatasi utang, mengelola tabungan, hingga investasi, hal itu juga bakal jadi bom waktu yang akan membuat kita kelimpungan ketika sewaktu-waktu terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Pembahasan tentang bagaimana standar hidup seseorang juga ikut meningkat seiring meningkatnya penghasilan juga cukup menarik. Dalam kehidupan masyarakat, ada banyak fenomena ketika gaji seseorang naik, ternyata nilai tabungannya tidak ikut naik. Hal itu terjadi karena keinginan dalam meningkatkan gaya hidup lewat kepemilikan suatu barang. Entah itu aksesoris, gawai, hingga kendaraan.
Terkait sikap tentang pengelolaan keuangan, hal selanjutnya yang juga disinggung tentang kebocoran finansial adalah sikap menunda. Mulai dari menunda pelunasan utang, menunda untuk melakukan perencanaan keuangan, atau menunda untuk membuat asuransi yang bisa menyelamatkan kondisi finansial saat terjadi hal darurat. Termasuk juga menunda penghasilan naik baru mau menabung. Padahal kita seharusnya punya kebiasaan menabung entah dalam tingkat penghasilan apapun.
Jika kita belum kaya, maka setidaknya kita sudah punya mindset dan kebiasaan sehat terkait pengelolaan uang. Sebaliknya, jika kita tidak mau membangun kebiasaan yang baik, maka uang sebanyak apapun tidak akan membuat kita merasa cukup.
Secara umum, buku ini terbilang sangat lengkap membahas hal-hal terkait literasi finansial untuk pemula. Selain itu, ada berbagai ilustrasi dan contoh yang mudah untuk diikuti.
Hanya saja, ada beberapa hal yang bagi saya pribadi hanya relate bagi pembaca kaum menengah ke atas. Misalnya ketika penulis membahas penetapan anggaran untuk self reward dengan membeli tas branded atau liburan fancy ke luar negeri. Mungkin bagi beberapa orang hal tersebut masih realistis. Tapi untuk sebagian besar kaum menengah ke bawah, jangankan jalan-jalan, untuk memenuhi kebutuhan pokok harian saja masih kesulitan.
Namun, terlepas dari hal tersebut, buku ini adalah salah satu buku literasi finansial yang menarik untuk dibaca khususnya bagi kaum gen Z. Buat kamu yang butuh bacaan tentang cara mengelola keuangan, What's Keeping You Broke bisa menjadi bacaan yang menarik untuk disimak!
Baca Juga
-
Bentala Sella: Romansa Unik antara Dokter dan Pengusaha Sayur Hidroponik
-
Inner Child, Trauma, dan Topeng Superhero: Pelajaran dari Buku dr. Andreas
-
The Let Them Theory: Buku dengan Konsep Sederhana untuk Hidup Lebih Tenang
-
Buku Ya Tuhan, Desain Grafis, Deadline, Doa: Curhat Absurd Pekerja Kreatif
-
Refleksi Idul Adha dalam Pendidikan Anak di Buku Kiat Menjadi Guru Keluarga
Artikel Terkait
Ulasan
-
Review Film Dokumenter NAZA: Ketika Nyawa Manusia Diringkas Menjadi Angka!
-
5 Pelajaran Hidup dari Novela Metamorfosis: Hargai Diri Sendiri, Yuk!
-
Novel Yang Menari dalam Bayangan Inang Mati: Menyingkap Jati Diri dan Kekayaan Budaya Bali
-
Review In My Prime: Kisah Bayi Tertukar yang Mengubah Nasib Dua Keluarga
-
We Made a Beautiful Bouquet: Ketika Cinta Kalah Oleh Sibuknya Jadi Dewasa
Terkini
-
Dalih Buka Lahan Bikin Satwa Mati Terpanggang, Jangan Biarkan Korporasi Cuci Tangan
-
7 Slang Gen Z yang Masuk KBBI, Bukti Bahasa Indonesia Terus Berkembang!
-
Jenna Ortega Beber Rencana Hiatus Usai Perilisan Serial Wednesday 3
-
Berhenti Meromantisasi Kemiskinan! Rakyat Bukan Peserta Lomba Bertahan Hidup
-
Strategi Kreatif Era Digital: Jaga Mutu Bahasa Ibu di Tengah Dikte Algoritma