Lintang Siltya Utami | Akramunnisa Amir
Sampul Novel Paradoks Bingar (Gramedia)
Akramunnisa Amir

Sejak menonton anime berjudul Ace of Diamond yang bercerita tentang bisbol, saya jadi tertarik dengan olahraga yang satu ini. Sebagai pemula yang baru saja berkenalan dengan olahraga bisbol, menemukan novel yang juga mengangkat tema ini tentu menjadi hal yang yang membuat saya bersemangat. Dalam novel berjudul Paradoks Bingar yang ditulis oleh Akaigita, olahraga bisbol menjadi tema besar yang diangkat dalam cerita.

Selain bisbol, novel ini juga mengangkat tema tentang kehidupan remaja, persaingan yang sehat, hingga kompetisi olahraga yang mirip dengan cerita dalam anime Ace of Diamond. Beberapa bagian terkesan sangat mirip sehingga saya berasumsi apakah penulis juga terinspirasi dari anime ini. Tapi itu tak penting. 

Terlepas dari mirip atau tidak, saya senang sekali ada novel young adult yang mengangkat tema tak biasa ini sebagai bagian dari kehidupan remaja. Dalam novel ini, Akaigita memperlihatkan bahwa kehidupan remaja yang berwarna itu ternyata tidak hanya soal drama percintaan. Tapi persahabatan yang solid, kompetisi yang sehat, dan perjuangan mengalahkan ketakutan dalam diri sendiri adalah hal yang tak kalah seru untuk dibahas.

Kisahnya berpusat pada tokoh bernama Bingar. Yakni seorang ketua geng berandalan di SMA Baswara yang sebenarnya punya kemampuan hebat sebagai pemain bisbol tapi terhalang oleh ketakutan masa lalunya tiap kali menghadapi pertandingan.

Hingga akhirnya Bingar bertemu dengan sosok Pasha yang mengubah hidupnya. Pasha yang cerdas, pemain bisbol yang hebat, sekaligus tokoh yang punya kemampuan mempengaruhi orang-orang di sekelilingnya membuat Bingar dan teman-teman gengnya perlahan menjadi lebih baik.

Hal yang membuat novel ini tak kalah menarik adalah alur ceritanya yang paralel dengan dua novel Akaigita lainnya, yakni Enigma Pasha dan Bentala Sella. Bagi pembaca yang sudah menyelesaikan kedua novel ini, tentu sudut pandang Bingar dalam novel ketiga ini menjadi trivia yang memperkaya kisah antara Pasha dan Sella. 

Tapi, meskipun belum membaca dua novel sebelumnya, Paradoks Bingar tetap bisa diikuti karena Bingar sebagai tokoh utama pun punya konfliknya sendiri. Sebagaimana judulnya, Bingar mengalami berbagai paradoks yang harus dia hadapi dalam hidupnya.

Sebagai seorang remaja, ia tidak suka menjadi pusat perhatian. Tapi di sisi lain ia menjadi seseorang yang dijadikan pemimpin yang disegani dalam geng nya. Meskipun dicap sebagai kumpulan anak berandalan, tapi setiap tokoh yang ada di dalamnya punya cerita dan latar belakang tersendiri.

Misalnya, Chester yang berasal dari keluarga broken home. Bisa dibilang, Chester ini tokoh yang paling 'berandal' dalam tim bisbol Baswara. Ketika membaca latar belakang keluarganya, saya jadi memaklumi alasan mengapa ada anak-anak seperti Chester yang sekilas terlihat toksik tapi sebenarnya hanyalah korban dari pengasuhan yang tidak sehat.

Hal lain yang saya sukai dari novel ini selain unsur olahraga bisbolnya adalah isu perundungan dan trauma yang diangkat penulis. Ketakutan yang dialami Bingar saat berada di lapangan bisbol berangkat dari konflik internal yang ada pada dirinya. Ia merasa bersalah terkait kasus perundungan yang dialami oleh temannya, Bung. Ia menganggap dirinya tidak berdaya menolong Bung yang pada akhirnya memilih untuk mengakhiri  hidup. 

Bingar dibayang-bayangi rasa bersalah, ketidakberdayaan, dan ketakutan setiap kali teringat kejadian terkait Bung. Hal itulah yang menghalangi performanya sebagai seorang pitcher di tim bisbol sekolahnya. Namun, seiring berjalannya waktu, kehadiran Pasha membuat ia banyak belajar dan memproses rasa takutnya. 

Secara umum, untuk ukuran novel remaja, novel ini cukup unik khususnya dari sisi tema yang diangkat. Meskipun untuk tema bisbol itu sendiri, apa yang dipaparkan oleh penulis mungkin masih cukup asing bagi sebagian besar pembaca mengingat olahraga yang satu ini kurang populer di Indonesia. 

Namun, terlepas dari hal tersebut, Paradoks Bingar tetap menarik untuk dibaca. Bagi Sobat Yoursay yang mencari bacaan ringan yang menghibur, novel ini bisa menjadi rekomendasi selanjutnya. Selamat membaca!