Hayuning Ratri Hapsari | Agustian Pamungkas
Merry Berry Love. (IMDb)
Agustian Pamungkas

Merry Berry Love adalah drama romantis komedi hasil kolaborasi Korea Selatan dan Jepang yang mempertemukan aktor Ji Chang-wook dengan aktris Mio Imada. Drama ini mulai tayang pada 7 Oktober 2026 melalui Disney+ dan mengangkat kisah dua orang dari negara berbeda yang dipertemukan di sebuah pulau bernama Charo di Jepang.

Drama dengan nuansa slow-living ini memiliki 10 episode. Ceritanya berpusat pada Lee Yu Bin, seorang pria Korea yang kehilangan segalanya dan memutuskan pergi ke Pulau Charo. Di sana, dia bertemu dengan Shirahama Karin, seorang petani stroberi yang menjalani kehidupan sederhana di pulau tersebut.

Selain menyuguhkan kisah romansa yang manis, drama ini juga menghadirkan cerita tentang memulai hidup baru, menyembuhkan luka batin, dan menerima perbedaan budaya. Merry Berry Love menayangkan episode terakhirnya pada 4 November 2026, sehingga seluruh episodenya kini sudah selesai dirilis.

Ketika Yu-bin Bertemu Karin di Kebun Stroberi

Merry Berry Love. (Soompi)

Kisah Merry Berry Love berawal di Seoul dengan memperkenalkan Lee Yu-bin (Ji Chang-wook), seorang perancang tata ruang berbakat yang sedang berada di puncak kariernya. Namun, hidupnya berubah setelah sahabat sekaligus mitra bisnisnya mengkhianati dirinya dan membawa kabur aset perusahaan. Yu-bin pun dituduh melakukan penipuan hingga kehilangan segalanya.

Di tengah masalah keuangan yang menimpanya, Yu-bin mendapat kabar bahwa dirinya mewarisi sebidang tanah peninggalan sang ayah di Pulau Charo, Jepang. Tanah tersebut bisa dijual dengan harga tinggi untuk melunasi utangnya. Tanpa pikir panjang, ia langsung berangkat ke Jepang dengan niat menjual warisan tersebut.

Namun, sesampainya di Pulau Charo, Yu-bin justru menemukan bahwa tanah itu sudah berubah menjadi kebun stroberi yang dikelola oleh Shirahama Karin (Mio Imada). Karin merupakan petani lokal yang sedang berjuang mendapatkan sertifikasi varietas stroberi unggulan demi menjaga warisan kakeknya.

Pertemuan pertama mereka pun diwarnai kesalahpahaman akibat kendala bahasa. Masalah semakin rumit ketika Karin memergoki Yu-bin memakan stroberi miliknya. Karena mengira tanahnya akan direbut, Karin yang memiliki penyakit misterius akibat stres emosional tiba-tiba pingsan di hadapan Yu-bin.

Demi mencari jalan keluar tanpa harus menggusur kebun tersebut, Yu-bin akhirnya menyembunyikan identitasnya sebagai pemilik tanah. Ia bahkan bersedia tinggal dan bekerja sebagai pemetik stroberi untuk menggantikan pekerja Karin yang kabur. Dari kehidupan bersama inilah hubungan keduanya perlahan berkembang.

Selain kisah Yu-bin dan Karin, ada pula Park Gu-nam (Nam Yoon-su), pemuda Korea yang sedang menjalani working holiday, serta Mari Mizuno (Rinka Kumada), seorang peramal kartu tarot lokal. Keduanya juga memiliki kisah romansa tersendiri dan kerap menjadi penengah dalam berbagai kekacauan yang melibatkan Yu-bin dan Karin.

Review Drama Merry Berry Love

Mio Imada, Merry Berry Love. (Soompi)

Saat pertama kali menonton episode-episode awal drama ini, jujur aku langsung dibuat jatuh cinta dengan sinematografinya. Visual Pulau Charo yang disajikan benar-benar luar biasa indah, dengan hamparan kebun stroberi yang hijau kemerahan dan pemandangan laut yang menenangkan membuat penonton merasa rileks, seolah-olah ikut melarikan diri dari penatnya kehidupan kota bersama Yu-bin.

Dari segi cerita, aku harus mengakui kalau plot drama ini sebenarnya menggunakan kiasan romantis komedi klasik yang cukup mudah ditebak. Ceritanya tipikal: cowok kota yang sombong tapi sial bertemu cewek desa yang ceria namun punya rahasia sedih, lalu terpaksa tinggal satu atap. Meskipun alurnya klise dan tidak banyak memberikan kejutan besar, aku tetap tidak bosan karena eksekusi komedinya pas dan transisi ceritanya mengalir dengan cepat.

Salah satu elemen yang paling menarik adalah cara mereka berdua berkomunikasi. Karena Yu-bin tidak bisa berbahasa Jepang dan Karin tidak bisa berbahasa Korea, mereka sering berinteraksi menggunakan aplikasi penerjemah di ponsel mereka. Momen-momen ini sukses membuat penonton tertawa gemas melihat ekspresi kebingungan mereka.

Bicara soal chemistry, Ji Chang-wook dan Mio Imada menampilkan performa yang di luar ekspektasi. Ji Chang-wook sebagai "Raja Rom-Com" berhasil menampilkan sisi Yu-bin yang gengsian namun sebenarnya sangat perhatian dan rapuh akibat pengkhianatan.

Sementara Mio Imada tampil sangat memikat sebagai Karin; matanya yang bulat ekspresif membuat karakter gadis tangguh ini terlihat sangat hidup, mandiri, sekaligus menggemaskan saat berargumen.

Tidak lupa, kehadiran para karakter pendukung seperti pasangan Gu-nam dan peramal tarot Mari juga memberikan warna tersendiri yang membuat suasana desa semakin hidup. Karakter warga desa lainnya yang kocak-kocak juga sering memecah suasana tegang menjadi penuh tawa.

Overall, menurut aku Merry Berry Love ini punya kehangatan emosional khas drama Korea, tapi juga dibalut dengan kesederhanaan khas drama Jepang yang bikin ceritanya unik dan mudah diikuti. Bagi aku yang suka kisah cinta yang manis, ringan, dan penuh dengan pemandangan indah, drama ini jelas merupakan sebuah tontonan yang memuaskan dan berkesan.