Entertainment

Punya Mata Batin, Sara Wijayanto Akui Belajar dari Makhluk Tak Kasat Mata

Punya Mata Batin, Sara Wijayanto Akui Belajar dari Makhluk Tak Kasat Mata
Potret Sara Wijayanto (Instagram/sarawijayanto)

Istri pesulap Demian Aditya, Sara Wijayanto, dikenal memiliki kemampuan melihat makhluk tak kasat mata. Bagi sebagian orang, kemampuan ini mungkin terasa berat dan menakutkan.

Bagi Sara, kemampuan tersebut justru membuka ruang pembelajaran baru yang membuatnya semakin memahami kehidupan.

Dalam podcast Ngerujak di kanal YouTube Comic 8 Revolution pada Kamis (11/12/2025), Sara mengaku bahwa rasa lelah tentu ada.

Meski begitu, setiap pertemuan dengan mereka yang tak terlihat selalu memberinya sudut pandang baru, hingga pada akhirnya ia merasa justru banyak mendapat pelajaran berharga.

Sara tidak menutupi bahwa kemampuannya terkadang membuatnya kewalahan. Namun di balik kelelahan itu, selalu ada semangat yang muncul karena ia merasa terus belajar dari cerita-cerita yang ia dengar.

“Kalau dibilang capek nggak? Ya capek sekali,” ujar Sara.

“Tapi dari situ kenapa aku terus semangat? Karena dari cerita mereka aku selalu mendapatkan sesuatu, kayak pelajaran-pelajaran tentang hidup sebenarnya,” tambahnya.

Sara mengatakan bahwa cerita-cerita tersebut sering kali menjadi bahan evaluasi bagi dirinya sendiri.

Sara belajar memahami bagaimana manusia seharusnya hidup agar tidak mengulang kesalahan yang pernah dilakukan mereka yang sudah pergi.

“Bagaimana supaya nggak melakukan kesalahan yang sama. Jangan sampai kita masih hidup aja bisa jadi nyangkut,” tutur Sara.

Sara juga mengungkapkan bahwa banyak makhluk yang ia temui masih memiliki urusan yang belum selesai. Bahkan, hal yang tampaknya sepele bagi kita, bisa menjadi penghambat bagi mereka yang telah meninggal.

“Karena as simple as, misalnya dia cuma mau mendengarkan kata maaf dari seseorang, tapi itu tidak pernah terjadi. Itu bisa membuat dia looping, jadi rasanya belum selesai,” kata Sara.

Sara menjelaskan bahwa kondisi ini tidak selalu berkaitan dengan cara seseorang meninggal. Bukan hanya kematian tragis yang bisa menahan mereka, tetapi juga emosi yang belum terselesaikan ketika masih hidup.

“Jadi belum tentu karena meninggalnya tragis. Tapi juga karena emosional yang belum terselesaikan itu bisa jadi nyangkut,” tutur Sara.

Dari berbagai cerita itu, Sara mengaku banyak belajar tentang dirinya sendiri, tentang apa yang seharusnya dilakukan dan apa yang sebaiknya tidak dilakukan.

“Makanya dari situ artinya kita harus belajar punya hati besar. Kita harus berani minta maaf. Aku belajar banyak tentang diri aku sebenarnya dari situ,” ucap Sara.

Tak jarang Sara mendapat komentar miring tentang kemampuannya. Banyak yang mengira ia hanya membicarakan hantu atau hal-hal mistis.

Meski begitu, bagi Sara, apa yang ia ceritakan bukan tentang kematian, melainkan tentang bagaimana manusia seharusnya menjalani hidup.

“Jadi orang bilang, ‘kenapa sih lo ngomongin hantu mulu, ngomongin orang mati?’ Nggak, sebenarnya aku ini ngomongin tentang hidup,” kata Sara.

Melalui pengalaman yang tidak dimiliki banyak orang, Sara berharap manusia bisa lebih sadar bahwa hidup selalu memberi kesempatan untuk menyelesaikan sesuatu.

Menurutnya, sebelum semuanya terlambat, manusia perlu belajar membuka hati, berdamai, dan meminta maaf.

CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda