Waralaba legendaris Dragon Ball kembali menghadirkan kejutan besar bagi para penggemarnya. Dalam acara perayaan ulang tahun ke-40 bertajuk Dragon Ball Genkidamatsuri! yang digelar di Makuhari Messe, Chiba, pada 25 Januari 2026, Toei Animation secara resmi mengumumkan anime televisi terbaru berjudul Dragon Ball Super: Beerus.
Serial ini dijadwalkan tayang di Fuji TV pada musim gugur (Fall) 2026 dan diposisikan sebagai versi "enhanced" dari anime Dragon Ball Super.
Dragon Ball Super: Beerus merupakan proyek rekonstruksi besar-besaran yang mengolah ulang cerita awal Dragon Ball Super dengan pendekatan baru.
Berbeda dari sekadar remaster, versi enhanced ini menghadirkan banyak adegan animasi baru, penggambaran ulang seluruh potongan gambar, penyusunan ulang alur cerita, serta pembaruan visual dan tata suara menggunakan teknologi animasi terkini.
Menurut Executive Producer Akio Iyoku, dikutip dari Anime Corner, proyek ini dirancang untuk lebih setia pada ide dan worldbuilding orisinal karya mendiang Akira Toriyama.
Secara cerita, anime ini mengadaptasi kembali kisah yang pertama kali diperkenalkan dalam film Dragon Ball Z: Battle of Gods (2013).
Latar waktunya berada beberapa tahun setelah pertarungan sengit melawan Majin Buu, ketika Bumi menikmati masa damai yang singkat.
Pada saat yang sama, Beerus, sang God of Destruction, terbangun dari tidur panjangnya. Kebangkitannya membuat para Kai dan Supreme Kai diliputi ketakutan, mengingat kekuatannya yang mampu memusnahkan planet dengan mudah. Mendengar rumor tentang seorang Saiyan yang berhasil mengalahkan Frieza, Beerus pun mendatangi Bumi dan berhadapan langsung dengan Son Goku.
Dalam versi enhanced ini, Beerus digambarkan sebagai ancaman yang jauh lebih kuat dan berlapis secara karakter.
Iyoku menjelaskan di atas panggung acara bahwa tim produksi kembali meninjau draft cerita awal Toriyama dan memutuskan untuk menonjolkan sosok Beerus sebagai musuh utama yang lebih menakutkan sekaligus lebih menarik secara naratif. Seluruh adegan pertarungan juga dirancang ulang agar terasa lebih imersif dan intens.
Pengumuman anime ini semakin spesial dengan kehadiran para pengisi suara utama. Masako Nozawa, pengisi suara Son Goku, tampil bersama Koichi Yamadera yang kembali memerankan Beerus.
Yamadera mengungkapkan kegembiraannya karena namanya dan karakter Beerus diangkat sebagai judul serial, menyebutnya sebagai sebuah pencapaian berharga dalam kariernya. Nozawa sendiri mengaku terkejut mengetahui keputusan tersebut dan mengajak para penggemar untuk menantikan penayangannya.
Seperti proyek Dragon Ball lainnya, mendiang Akira Toriyama tetap dikreditkan sebagai Original Work, Story, dan Character Design.
Hal ini menegaskan bahwa Dragon Ball Super: Beerus dibangun berdasarkan fondasi cerita dan konsep yang telah ia rancang sebelum wafat pada Maret 2024. Toei Animation kembali bertindak sebagai studio produksi, melanjutkan perannya dalam film Battle of Gods dan serial Dragon Ball Super sebelumnya.
Sebagai konteks, Dragon Ball pertama kali diserialisasikan di Weekly Shonen Jump pada 1984 dan berjalan lebih dari satu dekade.
Dengan total sirkulasi global melampaui 260 juta kopi, franchise ini terus berkembang melalui anime, film, dan gim. Setelah kebangkitan film layar lebar pada 2013, Dragon Ball Super tayang dari 2015 hingga 2018 dengan 131 episode.
Film Dragon Ball Super: Super Hero dirilis pada 2022, disusul anime Dragon Ball DAIMA yang tayang pada 2024–2025. Dalam acara yang sama, Toei juga mengumumkan Dragon Ball Super: The Galactic Patrol sebagai kelanjutan cerita pasca Universe Survival Arc.
Dengan konsep enhanced yang ambisius dan fokus kuat pada karakter Beerus, Dragon Ball Super: Beerus diharapkan menjadi gerbang baru bagi generasi lama maupun baru untuk kembali menikmati kisah awal Dragon Ball Super dalam bentuk yang lebih matang dan mendekati visi asli Akira Toriyama.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS