Film terbaru Sam Raimi bertajuk Send Help mendapat sambutan yang cukup menjanjikan. Film thriller horor bertema survival ini menghiasi layar bioskop Indonesia mulai hari ini.
Mengutip data dari situs Rotten Tomatoes pada Rabu (28/1/2026), Send Help saat ini mengantongi rating 93% dari 76 ulasan kritikus yang masuk. Angka tersebut masih bisa berubah seiring bertambahnya ulasan, namun sejauh ini Send Help dinilai berhasil memenuhi ekspektasi.
Film ini banyak disebut sebagai tontonan yang menegangkan sekaligus seru dan menghibur. Unsur kekerasan dan dark humor di dalamnya terasa kental, ciri yang sudah lama melekat pada gaya Sam Raimi sejak era Evil Dead.
Penampilan Rachel McAdams dan Dylan O’Brien sebagai pemain utama juga ikut mencuri sorotan. Keduanya dinilai berhasil membangun konflik dua karakter yang terjebak dalam situasi ekstrem.
Bagi banyak penonton, Send Help juga jadi semacam pengingat bahwa Sam Raimi masih “punya taring” di genre horor. Film ini memperlihatkan bagaimana ia kembali bermain dengan gayanya yang selama ini membuat namanya dikenal.
Film Send Help dibintangi Rachel McAdams sebagai Linda Liddle, Dylan O’Brien sebagai Bradley Preston, Edyll Ismail sebagai Zuri, Dennis Haysbert sebagai Franklin, Xavier Samuel sebagai Donovan, Chris Pang sebagai Chase, Thaneth Warakulnukroh sebagai kapten kapal, serta Emma Raimi sebagai River.
Ceritanya mengikuti Linda Liddle, karyawan yang bekerja di perusahaan dengan Bradley Preston duduk sebagai atasan yang bersikap arogan dan selalu meremehkannya.
Suatu hari, Bradley berencana membawa Linda dalam satu perjalanan bisnis terakhir ke luar negeri sebelum menyingkirkannya. Namun, rencana itu berujung bencana ketika pesawat yang mereka tumpangi mengalami kecelakaan dalam perjalanan ke Thailand.
Linda dan Bradley menjadi satu-satunya yang selamat. Terjebak di sebuah pulau terpencil, keduanya pun mau tak mau harus bekerja sama demi bisa bertahan hidup.
Sam Raimi mengungkap bahwa daya tarik utama Send Help terletak pada hubungan rumit dua karakter utamanya. Konflik antara Linda dan Bradley langsung membuatnya tertarik pada proyek ini.
“Aku melihat dua karakter utama, Linda dan Bradley, sebagai sosok yang kompleks, manusiawi, dan terus bertabrakan satu sama lain dalam situasi yang sering saling bertentangan. Pitch-nya terasa keterlaluan dan orisinal, sambil terus mengikuti konflik mereka ketika dinamika kekuasaan di antara keduanya berubah drastis. Saat itu juga aku tahu ingin menyutradarai film ini,” ujar Sam Raimi.
“Yang paling aku sukai dari cerita ini adalah inti kisahnya sebagai cerita underdog. Ini bukan hanya soal bertahan hidup di pulau terpencil, tapi juga kisah pemberdayaan perempuan dan transformasi. Melihat mantan bos yang dulu berkuasa kini bergantung pada orang yang ia remehkan itu sangat memuaskan. Cerita kami bersifat universal,” katanya lebih lanjut.
Sam Raimi juga menyinggung pesan sosial yang ingin ia sampaikan lewat film ini, “Kita perlu mendorong masyarakat untuk memperlakukan orang lain dengan hormat dan kebaikan, tanpa memandang status,”