Sarwendah baru saja menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya sebagai saksi dalam laporan yang diajukan mantan suaminya, Ruben Onsu.
Laporan tersebut berkaitan dengan dugaan fitnah terhadap anak-anak mereka yang beredar melalui unggahan akun media sosial @finaran.
Kehadiran Sarwendah menjadi bagian penting dalam proses hukum yang kini tengah berjalan.
Isu yang berkembang di media sosial menyebutkan bahwa Ruben Onsu bukan ayah kandung dari Thalia dan Thania.
Tuduhan tersebut memicu kemarahan Ruben hingga akhirnya mengambil langkah hukum dengan melaporkan pemilik akun terkait ke pihak kepolisian.
Pengakuan Sarwendah Saat Diperiksa
Didampingi kuasa hukum, Sarwendah mengaku merasa gugup saat pertama kali menjalani pemeriksaan di kantor polisi. Meski demikian, ia berusaha tenang demi kepentingan anak-anaknya.
"Jujur ini pertama kalinya aku ke sini, jadi aku lumayan deg-degan sebenarnya. Tapi ya untuk anak, apapun (dilakukan)," kata Sarwendah di Polda Metro Jaya pada Jumat (30/1/2026), dikutip dari Suara.com.
Dalam pemeriksaan tersebut, Sarwendah menjawab sekitar 16 pertanyaan dari penyidik.
Salah satunya terkait apakah ia memiliki hubungan atau mengenal akun media sosial yang dilaporkan oleh Ruben Onsu.
"Nggak tahu, siapa pun kehadiran orang itu, manusia itu, enggak tahu," jelas Sarwendah.
Dukungan Terhadap Langkah Hukum Ruben Onsu
Sarwendah menyatakan rasa syukurnya atas sikap tegas Ruben Onsu dalam melindungi anak-anak mereka dari serangan hoaks.
Menurutnya, isu yang terus diulang bisa berdampak buruk jika tidak segera dihentikan.
"Lama-lama kan capek juga ya kalau diomongin terus. Jadi kayaknya harus ada tindakan nyata supaya hoaks itu tidak makin berkembang," ujar Sarwendah.
Ia menilai langkah hukum perlu diambil agar kejadian serupa tidak terus berulang dan menjadi pelajaran bagi pihak lain.
Sikap Tegas Kuasa Hukum
Melalui kuasa hukumnya, Chris Sam Siwu, Sarwendah menegaskan tidak ingin terburu-buru memberikan maaf.
Hal ini lantaran serangan terhadap anak-anaknya bukan kali pertama terjadi dan meninggalkan dampak psikologis.
"Kami tidak akan semudah itu untuk memaafkan. Kita harus lihat tindakan nyatanya juga, jangan dibilang memaafkan lalu mengulangi lagi kan kita nggak tahu," terang Chris Sam Siwu.
Pihak kepolisian sendiri telah mengamankan akun Finaran dan masih melakukan pendalaman untuk mengetahui pelaku di balik unggahan tersebut.
"Informasinya pemilik akun sempat menjual handphone itu. Lalu siapa yang menggunakan setelahnya, ini lagi dicari. Jadi kita tunggu lagi," jelasnya.
Kondisi Thalia dan Upaya Perlindungan Anak
Di tengah proses hukum yang berjalan, Sarwendah terus memantau kondisi psikologis Thalia. Ia berusaha menjaga komunikasi terbuka dengan sang putri terkait informasi yang didapat dari lingkungan sekitar.
"Menjelaskan secara perlahan dan tentunya dia selalu ngomong apa aja yang dia dapet beritanya," kata Sarwendah.
Untuk meminimalkan dampak hoaks, Sarwendah juga membatasi penggunaan gawai pada anak-anaknya. Meski begitu, ia menyadari ada hal-hal yang berada di luar kendalinya.
"Saya bisa jaga dia. Tapi saya enggak bisa jaga informasi dari luar, teman-temannya, atau orang yang tiba-tiba ketemu dia dan bertanya," ujarnya.
Karena hal itu, Sarwendah menekankan pentingnya komunikasi agar anak-anak merasa aman dan terlindungi. Ia ingin anak-anaknya memahami alasan dirinya terlibat dalam proses hukum ini.
"Saya memberikan dia pengertian juga, dan pastinya kenapa saya bisa sampai ada di sini, karena saya mau anak saya tahu, gimanapun saya pasti akan membela anak," tutup Sarwendah.