Sparks of Tomorrow Siap Tayang Juli, Pencarian Buku Katalog Listrik Dimulai

Hayuning Ratri Hapsari | Anggia Khofifah P
Sparks of Tomorrow Siap Tayang Juli, Pencarian Buku Katalog Listrik Dimulai
Sparks of Tomorrow (X/NetflixAnime)

Kyoto Animation akhirnya mengumumkan jadwal tayang untuk anime televisi orisinal terbarunya berjudul Sparks of Tomorrow, adaptasi dari light novel karya Hiro Yuki berjudul 20 Seiki Denki Mokuroku. Kabar ini disampaikan secara resmi melalui presentasi Next on Netflix Japan 2026, dan dijadwalkan tayang secara global pada Juli 2026.

Sparks of Tomorrow menjadi proyek yang sangat dinantikan karena merupakan serial baru pertama Kyoto Animation setelah beberapa tahun terakhir lebih banyak menggarap sekuel atau adaptasi lanjutan.

Adaptasi ini sendiri sebenarnya telah diumumkan sejak Juli 2018, tak lama setelah novel aslinya mendapatkan honorable mention dalam kategori novel panjang pada ajang Kyoto Animation Awards ke-8, seperti dicatat oleh pihak penerbit KA Esuma Bunko milik Kyoto Animation. Novel tersebut kemudian diterbitkan pada Agustus 2018 dengan ilustrasi karya Kazumi Ikeda.

Cerita Sparks of Tomorrow berlatar di versi alternatif Kyoto pada awal abad ke-20, tepatnya sekitar tahun 1907 di era Meiji. Berbeda dari sejarah nyata, dunia dalam anime ini berkembang di bawah dominasi mesin uap, sementara listrik masih dianggap sebagai mimpi masa depan. Latar unik ini menjadi fondasi bagi kisah tentang harapan, kehilangan, dan keinginan untuk mengubah masa depan.

Serial ini mengikuti perjalanan seorang anak laki-laki dan perempuan yang memimpikan kehidupan di luar kabut (uap). Namun, setelah sebuah kehilangan besar mengguncang hidup mereka, harapan akan masa depan yang lebih cerah terasa semakin sulit diraih.

Tokoh utama pria adalah Kihachi Sakamoto, yang disuarakan oleh Yuma Uchida. Ia digambarkan sebagai pemuda sinis yang menolak kepercayaan pada para dewa dan justru memimpikan "Age of Electricity" (Era Listrik). Pandangan ini terbentuk setelah kakak laki-lakinya, Seiroku, sosok yang sebelumnya berbagi mimpi yang sama, menghilang secara misterius.

Sementara itu, tokoh utama perempuan adalah Inako Momokawa, yang disuarakan oleh Sora Amamiya. Inako merupakan gadis berusia 15 tahun, putri kedua dari keluarga pembuat sake di wilayah Fushimi, Kyoto. Ia dikenal religius, sembari memendam luka batin atas kematian sang ibu serta harapan akan masa depan yang lebih baik.

Pertemuan Kihachi dan Inako terjadi di Kuil Fushimi Inari dan menjadi titik awal perjalanan mereka. Konflik memuncak ketika keluarga Inako mulai membicarakan rencana perjodohan yang sepenuhnya ditentukan oleh sang ayah. Dalam keputusasaan, Inako terdorong untuk mencari sebuah buku misterius berjudul Twentieth Century Electrical Catalog (Katalog Listrik Abad ke-20), yang diyakini sebagai satu-satunya cara untuk mengubah nasibnya.

Buku tersebut merupakan buku prediksi tentang listrik yang ditulis Kihachi saat masih kecil. Namun, buku itu diambil oleh Seiroku, dan hingga kini keberadaannya tidak diketahui.

Pencarian buku tersebut membawa Kihachi dan Inako menjelajahi berbagai sudut Kyoto hingga Prefektur Shiga, sembari menghadapi masa lalu dan keyakinan masing-masing.

Dari sisi produksi, anime ini disutradarai oleh Minoru Ota, yang menjadikan Sparks of Tomorrow sebagai debutnya sebagai sutradara seri di Kyoto Animation. Ota sebelumnya dikenal sebagai episode director dan key animator di berbagai judul KyoAni.

Penulisan komposisi seri ditangani Tatsuhiko Urahata, yang pernah terlibat dalam Violet Evergarden, sementara desain karakter dan posisi chief animation director dipegang oleh Kohei Okamura. Pengaturan worldbuilding ditangani Takaaki Suzuki, dan musik digarap oleh komposer game Hitomi Koto.

Netflix Jepang juga merilis sebuah pesan video dari sutradara Minoru Ota yang disertai cuplikan singkat di balik layar produksi. Dalam video tersebut, Ota menyebut bahwa tim produksi sengaja meningkatkan "sense of presence" pada artwork latar demi menghadirkan pengalaman visual yang lebih imersif. Pendekatan ini disebut sebagai tantangan besar, namun diyakini akan menghadirkan pengalaman yang belum pernah ada sebelumnya dalam karya Kyoto Animation.

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak