Dunia kolektor global lagi-lagi dibuat kaget. Sebuah kartu Pokémon super langka milik Logan Paul resmi terjual dengan harga fantastis, tembus sekitar USD 16,5 juta atau setara Rp 277 miliar dalam sebuah lelang internasional. Angka ini langsung memecahkan rekor sebagai kartu trading card termahal yang pernah dijual ke publik.
Kartu yang terjual adalah Pikachu Illustrator, kartu legendaris yang dikenal sebagai “holy grail”-nya dunia kolektor Pokémon. Kartu ini bukan produk komersial biasa, karena dibuat sangat terbatas pada akhir 1990-an sebagai hadiah untuk pemenang lomba ilustrasi Pokémon di Jepang.
Jumlahnya dipercaya hanya sekitar 39 unit di seluruh dunia, dan hanya segelintir yang masih bertahan dalam kondisi nyaris sempurna. Faktor langka, nilai sejarah, dan status eksklusif inilah yang bikin kartu ini jadi incaran kolektor kelas atas dari berbagai negara.
Menurut laporan Los Angeles Times, kartu milik Logan Paul dilelang lewat rumah lelang Goldin pada Februari 2026. Hasil lelangnya langsung memecahkan semua rekor harga kartu koleksi global sebelumnya.
Nilai kartu ini makin “gila” karena statusnya sebagai satu-satunya Pikachu Illustrator yang mendapat penilaian PSA 10, yaitu grade tertinggi dari lembaga penilai profesional. Artinya, kondisi fisiknya dinilai hampir sempurna, tanpa cacat berarti.
Logan Paul sendiri membeli kartu ini pada 2021 dengan harga sekitar USD 5,275 juta. Dalam waktu kurang dari lima tahun, nilainya melonjak lebih dari tiga kali lipat, sampai akhirnya mencetak rekor dunia.
Pembeli kartu tersebut diketahui seorang venture capitalist bernama A.J. Scaramucci, putra dari Anthony Scaramucci, mantan Direktur Komunikasi Gedung Putih. Fakta ini makin menegaskan bahwa pasar koleksi kini bukan cuma soal hobi, tapi sudah masuk ke ranah elit global.
Fenomena ini menunjukkan pergeseran besar di dunia koleksi. Barang yang dulu identik dengan nostalgia masa kecil, seperti kartu Pokémon, sekarang berubah jadi aset bernilai tinggi yang diperlakukan layaknya instrumen investasi.
Di tengah budaya digital dan media sosial, barang koleksi langka bukan cuma soal fisik, tapi juga soal cerita, sejarah, dan eksklusivitas. Nilainya bukan cuma diukur dari bentuknya, tapi dari makna dan status yang melekat di dalamnya.
Kasus kartu Pikachu Illustrator ini jadi bukti nyata bahwa pop culture bisa naik kelas jadi pasar miliaran rupiah. Dari sekadar kartu permainan, kini berubah jadi simbol prestise global.
Penjualan ini juga menandai bahwa dunia kolektor semakin serius dan terstruktur. Ke depan, bukan hal mustahil kalau rekor-rekor serupa kembali pecah dari dunia koleksi yang dulu dianggap sekadar hobi semata.