Bunga Sartika Mundur Usai Polemik Spill Skincare, Tasya Farasya Disalahkan?

Sekar Anindyah Lamase | Natasya Regina
Bunga Sartika Mundur Usai Polemik Spill Skincare, Tasya Farasya Disalahkan?
Bunga Sartika dan Tasya Farasya (Kolase. Instagram)

Keputusan Bunga Sartika untuk mundur dari perannya sebagai host menjadi perbincangan hangat di media sosial.

Kreator yang dikenal lewat konten viral dengan sapaan “spill skincare halo kakak” itu akhirnya mengambil langkah mundur setelah menyadari kontennya memicu rasa tidak nyaman di sebagian audiens.

Pengumuman tersebut disampaikan langsung oleh Bunga melalui akun TikTok pribadinya pada Kamis, 26 Februari 2026.

Dalam pernyataannya, ia mengaku telah mempertimbangkan banyak hal sebelum mengambil keputusan tersebut.

"Dengan segala pertimbangan, aku memutuskan untuk mundur sebagai host di Queenzely," ujar Bunga dalam unggahannya.

Kontroversi Konten dan Reaksi Publik

Langkah Bunga ini langsung dikaitkan dengan pernyataan Tasya Farasya yang sebelumnya ramai dibicarakan di media sosial.

Keputusan mundur tersebut membuat unggahan terbaru Instagram Tasya dibanjiri komentar warganet.

Banyak yang menduga polemik ini berawal dari unggahan Tasya di Threads pada 18 Februari 2026, di mana ia mengungkap pernah ditawari bayaran untuk membawakan konsep konten serupa namun memilih menolaknya.

"Gue pernah ditawarin dibayar buat 'halo kakak kakak kakak boleh spill skinkernya kak' Gue tolak cetasss," tulis Tasya dalam unggahan tersebut.

Tuduhan Mematikan Rezeki hingga Kritik Terbuka

Unggahan itu kemudian memicu reaksi keras dari sebagian warganet yang menilai pernyataan Tasya berdampak langsung pada karier Bunga.

Kolom komentar Instagram Tasya dipenuhi kritik yang menyebutnya tidak bijak dan dianggap mematikan rezeki orang lain.

"Kemarin kenapa sih harus nulis begitu di Threads? Biar apa?" tulis akun @azzameilit***.

"Bangga banget ya sampai mutus rezeki orang dan berhenti ngonten. Bravo. Gak gitu juga kali caranya. Kak Tasya di dunia ngonten udah lama lo, pasti ngerti hal permarketingan dan perendorsan," komentar akun @jll.***.

Nada serupa muncul dari sejumlah warganet lain yang menilai persoalan endorsement seharusnya disikapi secara lebih tertutup tanpa memicu kegaduhan publik.

Dukungan untuk Transparansi Konten

Di sisi lain, tidak sedikit pula yang membela Tasya Farasya. Mereka menilai kritik yang disampaikan Tasya lebih menyoroti praktik konten yang dinilai berpotensi menyesatkan penonton.

"Gak bela Tasya, tapi menurut gw dia cuman gak mau membenarkan konten berkedok endorse kayak gini, yang menampilkan wawancara dadakan dengan artis seolah mereka beneran pakai produk skincare tersebut padahal enggak," tulis akun @sittiai***.

Pandangan serupa datang dari warganet yang mengaku bekerja di industri brand dan pemasaran.

"This is my pov from orang internal brand ya kak. Menurutku, konten 'itu' masuknya ke misleading info loh. Kebanyakan kontennya adalah campaign (paid partnership)," ujar akun @alfad***.

"Content creator itu gak transparan terkait konten-kontennya yang merupakan endorsement ke viewers, jadi sebetulnya itu tergolong fraud marketing. Apakah Tasya matiin rejeki? I don't think so. Jenis kontennya sendiri aja udah fraud," lanjutnya.

Belum Ada Tanggapan Lanjutan

Hingga artikel ini ditulis, Tasya Farasya belum memberikan pernyataan lanjutan terkait tudingan mematikan rezeki Bunga Sartika maupun klarifikasi lebih detail soal unggahan Threads yang memicu kontroversi tersebut.

Sementara itu, keputusan Bunga Sartika untuk mundur sebagai host menjadi refleksi baru tentang pentingnya transparansi konten, terutama di tengah semakin kritisnya publik terhadap praktik endorsement di media sosial.

Polemik ini pun membuka diskusi lebih luas soal etika kreator dan tanggung jawab informasi di era digital.

CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak