Tinggalkan Agensi, Voice Actor Yuki Kaji Luncurkan Proyek AI Soyogi Fractal

Sekar Anindyah Lamase | Anggia Khofifah P
Tinggalkan Agensi, Voice Actor Yuki Kaji Luncurkan Proyek AI Soyogi Fractal
Yuki Kaji (X/AniNewsAndFacts)

Aktor suara ternama Jepang, Yuki Kaji, mengumumkan bahwa ia akan meninggalkan agensi VIMS pada 8 April 2026 dan memulai langkah baru sebagai talenta independen. Mulai 9 April 2026, Kaji akan menjabat sebagai Representative Director atau CEO dari perusahaan barunya yang menaungi proyek voice AI bertajuk Soyogi Fractal.

Dalam pernyataan resmi Kaji di media sosial, ia menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada VIMS yang telah menaunginya selama kurang lebih 13 tahun. Jika digabungkan dengan masa kerjanya di agensi sebelumnya yang masih berada dalam grup yang sama, total 22 tahun ia berkarier di bawah naungan perusahaan tersebut.

Keputusan untuk menjadi independen, menurut Kaji, dilandasi oleh keinginannya untuk memperluas kemungkinan sebagai seorang voice actor dan terus menantang dirinya sebagai seniman yang penuh dedikasi. Ia menyebut proyek Soyogi Fractal sebagai karya hidupnya. Proyek inilah yang menjadi pilar utama di balik langkah beraninya keluar dari zona nyaman.

Soyogi Fractal merupakan proyek karakter berbasis perangkat lunak sintesis suara yang dikembangkan menggunakan suara Kaji sendiri. Perangkat lunak ini dibangun bekerja sama dengan mesin sintesis CeVIO AI dan telah dirilis pada Desember 2025 dengan dukungan bahasa Jepang dan Inggris. Melalui platform ini, kreator, baik profesional maupun amatir, dapat memanfaatkan suara Kaji untuk menciptakan cerita, lagu, dan karya baru secara legal dan terkontrol. Tujuan lainnya adalah mencegah penyalahgunaan suara Kaji secara ilegal di era generative AI yang berkembang pesat.

Pada April 2024, Kaji meluncurkan kampanye crowdfunding melalui layanan Campfire untuk mendukung pengembangan Soyogi Fractal. Target awalnya sebesar 10 juta yen, namun kampanye tersebut berhasil meraih lebih dari tiga kali lipat dari target berkat dukungan 907 pendukung. Keberhasilan ini menunjukkan tingginya kepercayaan publik terhadap visi yang ia usung.

Kaji menegaskan bahwa ia ingin menghadirkan reformasi dalam sejarah ekspresi vokal, di mana manusia dan AI dapat saling beresonansi. Ia menyadari kekhawatiran terhadap dampak AI pada karya seni buatan manusia. Namun, alih-alih menjauhi teknologi, ia memilih untuk berada di pusat perkembangan tersebut dan memimpinnya secara langsung. Menurutnya, hanya manusia yang memiliki "jiwa dalam suara", sesuatu yang tak tergantikan oleh mesin. Ia berkomitmen melindungi nilai tersebut sambil membuka ruang kolaborasi kreatif yang baru.

Langkah ini juga sejalan dengan sikap kritis Kaji terhadap penggunaan AI generatif. Pada 2024, ia termasuk salah satu dari 26 pengisi suara Jepang yang bersama Japanese Actors Union menyerukan regulasi terkait penggunaan AI yang meniru suara dan visual artis tanpa izin. Dalam salah satu video kampanyenya, ia menekankan bahwa teknologi AI bukanlah sesuatu yang sepenuhnya buruk, tetapi dapat melukai pihak tertentu jika digunakan tanpa persetujuan.

Meski fokus pada proyek baru, Kaji memastikan bahwa ia tetap akan melanjutkan aktivitasnya sebagai pengisi suara dengan penuh tanggung jawab dan kebanggaan. Ia akan menyelesaikan seluruh pekerjaan di bawah VIMS hingga 8 April 2026 sebelum resmi melangkah sebagai CEO Soyogi Fractal sehari setelahnya.

Sebagai salah satu seiyuu paling dikenal di industri anime, Kaji memiliki portofolio peran yang impresif. Ia dikenal luas sebagai pengisi suara Eren Yeager dalam Attack on Titan, Meliodas dalam The Seven Deadly Sins, serta Shoto Todoroki di My Hero Academia. Ia juga mengisi suara Kenma Kozume dalam Haikyu!! dan Kou Tanaka/Mabuchi dalam Blue Spring Ride.

Prestasinya diakui secara luas, termasuk menjadi satu-satunya pengisi suara yang pernah memenangkan penghargaan Best Lead Actor di Seiyu Awards selama dua tahun berturut-turut.

CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak