Entertainment
The King's Warden Jadi Film Kedua Terlaris dalam Sejarah Perfilman Korea
Film sejarah Korea Selatan The King's Warden mencatat pencapaian luar biasa di industri perfilman dengan menempati posisi kedua dalam daftar box office sepanjang masa. Berdasarkan data dari Korean Film Council yang dikutip oleh Allkpop, jumlah penonton film ini telah mencapai 16.283.970 orang per 11 April, hanya dalam waktu sekitar 68 hari sejak penayangan perdananya.
Pencapaian ini membuat film garapan sutradara Jang Hang Jun tersebut berhasil melampaui rekor film Extreme Job yang sebelumnya mengumpulkan sekitar 16,26 juta penonton. Dengan demikian, The King's Warden resmi menjadi film kedua dengan jumlah penonton terbanyak dalam sejarah perfilman Korea.
Meski demikian, posisi pertama masih ditempati oleh The Admiral: Roaring Currents yang mencatat lebih dari 17,6 juta penonton selama masa tayangnya. Namun, dalam hal pendapatan, The King's Warden justru telah melampaui film tersebut. Dengan total pendapatan mencapai sekitar 156,9 miliar won, film ini kini menjadi yang terlaris secara finansial di Korea Selatan, melampaui pendapatan The Admiral yang berada di kisaran 135,7 miliar won.
Keberhasilan ini tidak lepas dari daya tarik cerita yang kuat serta kualitas produksi yang memikat. Film ini mengambil latar masa pemerintahan Raja Danjong dari Dinasti Joseon, tepatnya pada periode pengasingan sang raja muda. Kisahnya berfokus pada hubungan emosional antara Raja Danjong yang diasingkan dengan kepala desa bernama Eom Heung Do, serta masyarakat Gwangcheongol yang memberikan dukungan penuh di masa-masa sulit tersebut.
Aktor muda Park Ji Hoon memerankan Raja Danjong dengan penuh emosi dan keteguhan, sehingga berhasil menarik simpati penonton. Sementara itu, aktor senior Yoo Hae Jin menghadirkan performa yang seimbang antara unsur komedi dan drama, menjadikan karakternya terasa hangat sekaligus mengharukan. Chemistry antar karakter menjadi salah satu kekuatan utama film ini dalam membangun kedekatan emosional dengan penonton.
Selain itu, visual yang menampilkan lokasi pengasingan dengan detail memukau turut memperkaya pengalaman sinematik. Film ini tidak hanya menyajikan drama sejarah, tetapi juga menghadirkan interpretasi kreatif terhadap peristiwa nyata, sehingga terasa relevan dan menyentuh bagi penonton modern.
Pencapaian lebih dari 10 juta penonton bahkan telah diraih film ini dalam waktu relatif singkat, menjadikannya salah satu dari sedikit film Korea yang berhasil menembus angka tersebut. Secara historis, hanya segelintir film bergenre sageuk (drama sejarah) yang mampu mencapai tonggak ini, termasuk The King and the Clown dan Masquerade. Hal ini menunjukkan bahwa The King's Warden berhasil menghidupkan kembali minat publik terhadap genre sejarah.
Distributor film, Showbox, turut menyampaikan rasa terima kasih kepada para penonton atas dukungan yang luar biasa. Mereka menyatakan, "Berkat para penonton yang telah mengetuk gerbang Gwangcheongol yang telah lama dinantikan, kami merasakan kehangatan yang mendalam. Kami dengan tulus berterima kasih kepada 16,28 juta penonton yang telah datang ke Gwangcheongol."
Untuk merayakan pencapaian film yang berhasil melampaui 16 juta penonton, Showbox merilis video musik spesial untuk lagu Companion yang dibawakan oleh aktris Jeon Mi Do dari soundtrack film The King's Warden pada 5 April.
Meski saat ini tren penonton mulai melambat seiring munculnya film-film baru di bioskop, The King's Warden masih menunjukkan performa stabil. Film ini bahkan sempat bersaing dengan judul lain seperti Salmokji dan Project Hail Mary dalam perolehan penonton harian, menandakan daya tariknya yang belum sepenuhnya surut.
Dengan capaian yang sudah diraih, kini perhatian publik tertuju pada kemungkinan apakah film ini mampu mengejar rekor tertinggi yang masih dipegang oleh The Admiral: Roaring Currents.
Apapun hasil akhirnya, The King's Warden telah menorehkan sejarah baru sebagai salah satu film Korea paling berpengaruh dalam satu dekade terakhir.