Entertainment

Masih Abu-abu, Sutradara Singgung Arah Franchise Transformers ke Depannya

Masih Abu-abu, Sutradara Singgung Arah Franchise Transformers ke Depannya
Film Transformers: Rise of the Beasts (IMDb)

Waralaba Transformers sudah lama dikenal sebagai salah satu ikon budaya pop global. Popularitasnya berakar dari lini mainan dan serial animasi yang mulai diperkenalkan pada era 1980-an, sebelum kemudian berkembang ke berbagai medium.

Sempat meredup pada 1990-an, Transformers kembali mencuri perhatian lewat film live-action Transformers (2007) garapan Michael Bay.

Film tersebut mencetak kesuksesan besar dengan pendapatan mencapai 709,7 juta dolar AS secara global. Sejak saat itu, franchise ini terus berlanjut dan berhasil mengumpulkan lebih dari 5,2 miliar dolar AS di seluruh dunia.

Tren tersebut tidak sepenuhnya berlanjut pada rilisan terbarunya, Transformers: Rise of the Beasts (2023), yang justru mencatatkan performa box office paling rendah sepanjang era film live-action.

Meski begitu, film tersebut tetap menyisakan potensi pengembangan cerita ke arah baru. Salah satunya adalah kemungkinan crossover dengan G.I. Joe, yang sama-sama berasal dari properti populer era 1980-an.

Hingga kini, belum ada pembaruan signifikan terkait proyek selanjutnya. Namun, Steven Caple Jr. selaku sutradaea berujar jika dirinya tidak akan kembali menggarap film berikutnya.

Dalam wawancara dengan Screen Rant, Steven Caple Jr. menjelaskan bahwa film Transformers berikutnya yang tengah direncanakan bukanlah proyek crossover dengan G.I. Joe. Kendati demikian, peluang tersebut masih terbuka.

Aku masih punya rencana besar tentang seperti apa [crossover] itu nantinya, tapi kita lihat saja. Kita lihat nanti akan jadi seperti apa. Aku tidak terlibat dalam film Transformers berikutnya, tapi proyeknya masih dalam tahap pengembangan dan masih ada waktu, jadi apa pun masih bisa terjadi.” tutur Steven Caple Jr., dikutip pada Kamis (23/4/2026).

Meski sempat berada di puncak kejayaan, performa Transformers di box office dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan penururan.

Pada masanya, Transformers: Dark of the Moon dan Transformers: Age of Extinction mampu menembus pendapatan lebih dari 1 miliar dolar AS secara global. Namun, sejak 2014, capaian tersebut perlahan tidak lagi terulang.

Respons kritikus tidak selalu berjalan seiring dengan performa komersial filmnya. Dark of the Moon, misalnya, hanya mengantongi 35 persen ulasan positif di situs Rotten Tomatoes, tetapi justru menjadi film dengan pendapatan tertinggi dalam franchise tersebut.

Sebaliknya, Bumblebee yang meraih 91 persen ulasan positif hanya mampu mengumpulkan sekitar 468 juta dolar AS di seluruh dunia.

Di sisi lain, perjalanan franchise G.I. Joe di layar lebar terbilang lebih berliku. Dua film pertamanya memang mencatatkan hasil yang cukup, dengan pendapatan masing-masing 302,5 juta dolar AS dan 375,7 juta dolar AS.

Namun, keduanya juga hanya mendapat respons kritikus yang rendah, yakni 33 persen dan 29 persen ulasan positif.

Upaya untuk menghidupkan kembali franchise ini sempat dilakukan oleh Paramount Pictures lewat film prekuel Snake Eyes yang mengusung pendekatan lebih realistis dan gelap.

Sayangnya berbagai kendala, termasuk penundaan akibat pandemi serta ulasan yang kurang memuaskan, membuat film tersebut hanya meraih sekitar 40 juta dolar AS secara global saat dirilis pada 2021.

Ketidakpastian soal kelanjutan crossover Transformers dan G.I. Joe juga dirasakan oleh para pemainnya. Aktor Anthony Ramos, yang tampil dalam Rise of the Beasts, mengaku belum mengetahui perkembangan terbaru proyek tersebut.

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda