Entertainment
Menang di Pengadilan! Kontrak Eksklusif 9 Member THE BOYZ Resmi Berakhir
Pengadilan telah resmi mengeluarkan keputusan berupa perintah penangguhan terkait kontrak eksklusif yang dimiliki oleh sembilan anggota grup idola THE BOYZ dengan agensi mereka, ONE HUNDRED, sehingga status kontrak tersebut kini tidak lagi berlaku seperti sebelumnya.
Sejak Februari lalu, para anggota THE BOYZ yang terdiri dari Sangyeon, Jacob, Younghoon, Hyunjae, Juyeon, Kevin, Q, Sunwoo, dan Eric, kecuali New telah menyampaikan kepada pihak agensi mengenai keinginan mereka untuk segera mengakhiri kontrak eksklusif. Tidak hanya itu, mereka juga mengambil langkah hukum dengan mengajukan permohonan kepada pengadilan untuk menangguhkan keabsahan kontrak tersebut.
Pada 23 April, pihak perwakilan hukum dari para anggota, yakni pengacara Kim Mun Hui dari Firma Hukum Yulchon LLC telah mengonfirmasi bahwa pengadilan telah mengabulkan permohonan tersebut. Keputusan secara efektif menunjukkan bahwa kontrak eksklusif antara anggota dan agensi ONE HUNDRED dianggap telah berakhir secara sah di mata hukum.
Berikut ini merupakan pernyataan resmi yang disampaikan oleh perwakilan hukum anggota THE BOYZ:
"Halo. Saya pengacara Kim Mun Hui dari Fima Hukum Yulchon LLC.
Atas nama anggota The BOYZ Sangyeon, Jacob, Younghoon, Hyunjae, Juyeon, Kevin, Q, Sunwoo, dan Eric (yang selanjutnya akan disebut sebagai artis), kami ingin menyampaikan pernyataan resmi terkait keputusan pengadilan yang mengabulkan permohonan pertangguhan mengenai berlakunya kontrak eksklusif mereka.
Hari ini, pihak pengadilan memutuskan untuk mengabulkan permintaan dari para artis untuk mendapatkan perintah mengenai penghentian sementara, sehingga hal ini dapat menegaskan bahwa kontrak eksklusif mereka dengan agensi ONE HUNDRED LABEL Co., Ltd. (selanjutnya akan disebut sebagai agensi) telah diakhiri secara sah di mata hukum dan tidak lagi berlaku.
Pengadilan memutuskan bahwa agensi tersebut telah melanggar kewajibannya untuk membayar pendapatan terkait penyelesaian, gagal memberikan data penyelesaian yang diperlukan untuk memeriksa keakuratan pembayaran tersebut, dan tidak memenuhi kewajiban sebagai pihak kontraktual utama, seperti manajemen dan perlindungan para artis. Dengan mempertimbangkan berbagai faktor tersebut, pengadilan memutuskan bahwa kepercayaan antara kedua belah pihak telah rusak dan tidak dapat diperbaiki kembali karena kesalahan pihak agensi tersebut.
Sebelumnya, pihak agensi tersebut berpendapat bahwa baik di media maupun selama proses pengajuan perintah pengadilan, bonus penandatanganan kontrak merupakan 'pembayaran di muka'. Namun, pengadilan secara tegas menolak klaim ini. Pengadilan memutuskan bahwa bonus penandatanganan dan pembagian pendapatan penyelesaian dari pendapatan yang dihasilkan sepenuhnya diatur dan oleh ketentuan terpisah dalam kontrak, dan tidak ada perjanjian yang mengizinkan bonus penandatanganan yang telah dibayarkan untuk mengganti atau mengimbangi pendapatan yang terutang kepada para artis.
Pengadilan juga mengklarifikasi bahwa bonus penandatanganan adalah sebuah bentuk kompensasi terpisah yang dibayarkan kepada para artis yang telah memiliki popularitas dan pengakuan signifikan pada saat itu sebagai bagian dari pengamanan kontrak mereka, dan pada dasarnya telah terpisah dari pembayaran penyelesaian.
Dengan demikian, terkait bonus penandatanganan yang dibayarkan oleh agensi merupakan nilai dan daya jual artis saat ini dan di masa depan, yang ditawarkan oleh agensi untuk merekrut mereka dan telah disepakati oleh kedua belah pihak pada saat kontrak ditandatangani. Usaha agensi saat ini untuk dapat memutarbalikkan skala dan sifat bonus penandatanganan pada akhirnya sama dengan membalikkan dan menyangkal penilaian dan keputusan mereka sendiri.
Seperti yang telah dinyatakan dalam pengumuman sebelumnya, para artis akan dengan patuh memenuhi semua jadwal yang telah dikonfirmasi sebelum pemutusan kontrak kerja mereka, demi menghormati janji kepada para penggemar dan meminimalkan kerugian bagi pihak ketiga. Terlepas dari semua keadaan sulit yang disebabkan oleh klaim palsu agensi dan tekanan media, para artis terus berlatih setiap hari dengan rajin demi mempersembahkan konser mereka, bahkan menanggung biaya pribadi untuk memberikan penampilan terbaik. Meski demikian, mereka merasa gembira sekaligus bertanggung jawab untuk menantikan pertemuan dengan para penggemar, serta merasa bersyukur bahwa keputusan pengadilan telah dengan jelas menyelesaikan perselisihan mengenai keabsahan kontrak eksklusif mereka.
Para artis juga dengan tulus meminta maaf atas segala kekhawatiran yang disebabkan oleh situasi selama proses perpisahan dengan agensi mereka. Mereka berharap agar hal-hal yang lain dapat terselesaikan dengan lancar, dan mereka akan terus melakukan yang terbaik dalam aktivitas mereka bersama dengan para penggemar.
Kami menyampaikan terima kasih atas minat, dukungan, dan semangat yang terus Anda berikan."