Entertainment
Film Solata Go International, Bupati Toraja Utara Rela Rogoh Kocek Pribadi Demi Promosikan Daerah
Perjuangan tim Film Solata: Teman Adalah Keluarga yang Kita Pilih untuk membawa nama Indonesia ke panggung internasional akhirnya mulai mendapat titik terang. Setelah sebelumnya mengaku belum memperoleh dukungan pendanaan dari pemerintah terkait rencana keberangkatan ke Bulgaria, kini bantuan pertama akhirnya datang dari Frederik Victor Palimbong, Bupati Toraja Utara.
Dukungan tersebut menjadi kabar yang cukup menghangatkan di tengah perjuangan panjang tim produksi Film Solata mencari biaya keberangkatan menuju Golden FEMI Film Festival di Bulgaria pada awal Juni mendatang.
Menariknya, bantuan itu disebut berasal langsung dari kocek pribadi sang bupati sebagai bentuk kepedulian terhadap karya film Indonesia yang sedang membawa nama daerah dan negara ke level internasional.
Film Solata sendiri memang punya kedekatan dengan Toraja Utara. Proses syuting yang berlangsung pada Juli hingga Agustus 2024 mengambil beberapa lokasi di wilayah tersebut, termasuk kawasan Penanian yang menjadi bagian penting dari latar film. Kehadiran Toraja Utara di dalam film secara nggak langsung ikut memperkenalkan keindahan dan identitas budaya daerah ke penonton internasional.
Karena itulah, dukungan dari Bupati Toraja Utara terasa bukan sekadar bantuan finansial biasa, melainkan juga penegasan bahwa pemerintah daerah masih memiliki kepedulian terhadap perkembangan perfilman lokal. Di tengah minimnya dukungan yang selama ini dirasakan tim Solata, langkah kecil seperti ini terasa begitu berarti.
Sebelumnya, Ichwan Persada sempat mengungkap pihaknya sudah mengirim surat resmi ke berbagai lembaga pemerintah pusat, termasuk kepada Fadli Zon dan Kementerian Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, tapi belum mendapatkan respons terkait dukungan keberangkatan ke Bulgaria.
Padahal perjalanan ini bukan perjalanan biasa. SOLATA dijadwalkan hadir dalam awarding night Golden FEMI Film Festival yang kabarnya juga akan dihadiri Presiden Bulgaria. Kesempatan seperti ini jelas menjadi momentum penting bagi perfilman Indonesia untuk tampil di ruang internasional, terutama bagi film independen bertema pendidikan yang lahir dari semangat komunitas dan kerja kolektif.
Bupati yang akrab disapa Dedi Palimbong itu juga mengungkapkan, anggaran promosi pariwisata di Toraja Utara sebenarnya sangat terbatas sehingga pemerintah daerah belum bisa memberikan dukungan dalam jumlah besar. Meski begitu, bantuan pribadi yang beliau berikan tetap menjadi bentuk dukungan moral yang penting bagi tim Film Solata.
Ichwan Persada pun mengaku sangat bersyukur atas kepedulian tersebut. Menurutnya, dalam situasi mendesak seperti sekarang, setiap bantuan memiliki arti besar agar tim produksi bisa tetap berangkat dan menghadiri festival internasional tersebut.
Kisah ini terasa menarik karena memperlihatkan bagaimana dukungan terhadap film kadang justru datang dari kepedulian personal, bukan sistem yang benar-benar sudah siap menopang industri kreatif secara menyeluruh. Padahal ketika sebuah film Indonesia tampil di festival internasional, dampaknya bisa jauh lebih luas daripada sekadar penghargaan. Film mampu menjadi media promosi budaya, memperkenalkan daerah, membuka peluang wisata, hingga membangun citra Indonesia di mata dunia.
Toraja Utara sendiri selama ini memang terkenal memiliki lanskap budaya dan alam yang kuat secara visual. Kehadiran lokasi-lokasi Toraja dalam Film Solata otomatis ikut membawa identitas daerah tersebut ke layar internasional. Maka dukungan dari Bupati Dedi Palimbong terasa seperti bentuk penghargaan terhadap relasi timbal balik antara film dan daerah tempat cerita itu tumbuh.
Kini harapan pun muncul agar dukungan tersebut bisa menjadi awal dari perhatian yang lebih besar, baik dari pemerintah pusat maupun elemen lain. Sebab perjalanan Film Solata belum berhenti di Bulgaria saja. Setelah ini, film tersebut juga direncanakan mengikuti festival film di Albania dan Turki.
Di tengah segala keterbatasan, perjuangan tim SOLATA akhirnya menjadi pengingat bahwa film Indonesia seringkali lahir dari semangat gotong royong dan kepedulian banyak pihak. Dan terkadang, satu bantuan kecil yang datang di waktu tepat bisa berarti jauh lebih besar daripada sekadar angka.
Sobat Yoursay sudah nonton Film Solata? Sebagus apa film ini? Share, yuk!