Entertainment
Blu-ray Drakor Perfect Crown Dibatalkan, Imbas Dugaan Distorsi Sejarah
Drama Korea (drakor) Perfect Crown kembali menjadi sorotan setelah tim produksi resmi membatalkan perilisan edisi Blu-ray yang sebelumnya sangat dinantikan para penggemar. Keputusan ini diumumkan pada 15 Juni melalui fan cafe resmi tim promosi Blu-ray, menandai babak terbaru dari kontroversi yang terus membayangi serial tersebut sejak masa penayangannya.
Dalam pernyataan resmi yang dikutip Allkpop, tim promosi menyampaikan bahwa mereka telah berupaya semaksimal mungkin untuk merealisasikan proyek Blu-ray tersebut. Namun, setelah mempertimbangkan berbagai kondisi dan situasi yang ada, produksi akhirnya diputuskan untuk tidak dilanjutkan.
Tim promosi juga menyampaikan permintaan maaf kepada para penggemar yang telah menunggu dan memberikan dukungan selama proses persiapan berlangsung. Mereka meminta publik untuk tidak menyebarkan spekulasi atau informasi yang belum terverifikasi terkait alasan pembatalan proyek tersebut. Menurut mereka, seluruh pihak yang terlibat telah bekerja keras hingga tahap akhir demi mewujudkan perilisan Blu-ray.
Sebelumnya, proyek Blu-ray Perfect Crown sempat dibuka untuk pemesanan awal sebagai respons terhadap tingginya permintaan penggemar. Paket kolektor tersebut dijual dengan harga 259.800 won Korea atau sekitar 3 juta rupiah. Namun, meski sempat menarik minat penggemar, proyek tersebut akhirnya tidak mampu bertahan di tengah kritik yang terus berlanjut terhadap drama tersebut.
Pihak promosi mengonfirmasi bahwa seluruh pemesanan yang telah dilakukan akan dibatalkan secara otomatis dan dana pembelian akan dikembalikan mulai 18 Juni. Keputusan ini sekaligus mengakhiri harapan sebagian penggemar yang ingin memiliki versi koleksi eksklusif dari drama tersebut.
Perfect Crown merupakan drama produksi MBC yang berakhir pada 16 Mei lalu. Serial ini mengambil latar dunia fiksi berupa Korea Selatan abad ke-21 yang menganut sistem monarki konstitusional. Ceritanya berfokus pada kisah cinta antara Sung Hee Joo, pewaris keluarga konglomerat yang diperankan IU, dan Pangeran Ian yang diperankan Byeon Woo Seok. Keduanya digambarkan harus menghadapi berbagai tantangan sosial dan perbedaan status dalam menjalin hubungan.
Sejak pertama kali diumumkan, Perfect Crown menjadi salah satu drama Korea yang paling dinantikan tahun ini. Kehadiran dua bintang besar seperti IU dan Byeon Woo Seok berhasil menciptakan ekspektasi tinggi di kalangan penonton. Banyak penggemar menaruh harapan besar pada proyek tersebut karena kombinasi cerita romantis, elemen kerajaan modern, serta jajaran pemain ternama.
Meski demikian, antusiasme tersebut perlahan berubah menjadi kontroversi ketika drama memasuki episode 11. Salah satu kritik terbesar yang muncul berkaitan dengan dugaan distorsi sejarah atau ketidakakuratan dalam penggambaran unsur-unsur yang terinspirasi dari sejarah Korea.
Adegan yang paling banyak diperdebatkan adalah prosesi penobatan Pangeran Ian. Dalam cerita, kerajaan fiktif tersebut digambarkan sebagai penerus Kekaisaran Korea. Namun, sejumlah penonton dan pemerhati sejarah menyoroti penggunaan mahkota yang dianggap lebih identik dengan negara bawahan daripada simbol seorang kaisar. Selain itu, para pejabat dalam adegan tersebut terdengar meneriakkan "Cheonse", bukan "Manse" yang secara historis lebih dikenal sebagai seruan penghormatan bagi kekaisaran.
Perdebatan mengenai detail tersebut dengan cepat menyebar di media sosial dan forum daring. Banyak pihak menilai produksi kurang cermat dalam menangani unsur sejarah yang sensitif bagi sebagian masyarakat Korea Selatan. Kritik tersebut kemudian berkembang menjadi perbincangan yang terus membayangi drama hingga episode terakhir.
Seiring meningkatnya kontroversi, sutradara Park Joon Hwa, penulis Yoo Ji Won, serta sejumlah pemeran diketahui telah menyampaikan permintaan maaf kepada publik. Mereka mengakui adanya kekhawatiran yang muncul di kalangan penonton dan berusaha menjelaskan bahwa latar cerita yang digunakan merupakan dunia fiksi. Namun, langkah tersebut tampaknya tidak sepenuhnya meredakan kritik yang sudah terlanjur meluas.
Menariknya, di tengah berbagai kontroversi yang terjadi, performa drama ini tetap tergolong kuat dari sisi rating. Berdasarkan data Nielsen Korea, episode terakhir Perfect Crown mencatat rating nasional sebesar 13,8 persen. Angka tersebut menjadi rating tertinggi sepanjang penayangan drama sekaligus menempatkannya sebagai salah satu drama Jumat-Sabtu MBC dengan pencapaian terbaik.
Namun, kesuksesan dari sisi jumlah penonton ternyata tidak cukup untuk menghapus dampak kontroversi yang terus mengikuti serial tersebut. Pembatalan perilisan Blu-ray kini menjadi bukti bahwa polemik yang muncul selama masa tayang masih memiliki pengaruh besar terhadap proyek-proyek turunan yang berkaitan dengan drama tersebut.