Entertainment
Anime Destiny Unchain Online Diumumkan, Angkat Kisah Gamer Jadi Vampir
Serial novel dan manga Destiny Unchain Online: How I Became the Crimson Devil resmi mendapatkan adaptasi anime televisi. Pengumuman tersebut disampaikan melalui akun X resmi waralaba yang baru dibuat pada Jumat (7/8). Bersamaan dengan kabar tersebut, ilustrator Yachimoto turut merilis ilustrasi perayaan untuk menyambut proyek anime ini.
Hingga pengumuman tersebut dibuat, detail mengenai anime seperti studio produksi, jajaran pengisi suara, staf, serta jadwal tayang masih belum diumumkan. Informasi lebih lanjut mengenai proyek ini akan disampaikan pada kesempatan berikutnya.
Destiny Unchain Online merupakan serial yang pertama kali ditulis oleh resn sebagai web novel. Ceritanya mulai diserialisasikan melalui situs Shosetsuka ni Naro pada Mei 2020. Setelah profil resn dihapus dan cerita sempat ditarik dari situs tersebut, serialisasi dilanjutkan melalui platform Kakuyomu milik Kadokawa pada Juni 2021.
Cerita ini kemudian berkembang menjadi light novel yang diterbitkan Kodansha melalui label K Ranobe Books. Volume pertamanya terbit pada November 2022 dengan Yachimoto sebagai ilustrator. Hingga saat ini, seri novel tersebut telah mencapai tiga volume, dengan volume ketiganya dirilis pada 29 Mei.
Popularitas Destiny Unchain Online juga membawa cerita tersebut ke media manga. Yachimoto memulai adaptasinya di aplikasi Magazine Pocket milik Kodansha pada Juli 2022. Manga tersebut kemudian turut dimuat di majalah digital Shonen Magazine R sejak Agustus 2022. Setelah publikasi Shonen Magazine R dihentikan, serialisasi manga berlanjut secara eksklusif di Magazine Pocket. Volume kompilasi ke-13 juga telah dirilis di Jepang pada Jumat (7/8).
Dalam versi manga, Kodansha melalui layanan K MANGA menggambarkan kisah Destiny Unchain Online sebagai petualangan seorang gamer dengan kemampuan luar biasa bernama Kou Mitsuki. Di dunia game, ia dikenal dengan nama Crim the Headhunter karena kemampuan bermainnya yang nyaris tidak tertandingi.
Kehidupan Kou berubah ketika ia mencoba Destiny Unchain Online, game VRMMO terbaru yang dikembangkan oleh ayahnya. Ia juga menggunakan perangkat baru yang dirancang untuk memberikan pengalaman bermain secara lebih imersif. Namun, sebuah gangguan sistem justru membuat pengalaman tersebut berubah menjadi mimpi buruk.
Alih-alih masuk ke dalam game sebagai dirinya sendiri, Kou secara tidak terduga berubah menjadi gadis vampir. Situasinya semakin rumit ketika ia tidak dapat keluar dari dunia virtual tersebut. Dalam salah satu versi premis yang diperkenalkan untuk serial ini, Kou bahkan harus bertahan selama tiga bulan di dalam game akibat berbagai bug yang muncul selama pengujian.
Terjebak dalam tubuh baru dan berada di dunia yang tidak sepenuhnya ia pahami, Kou kemudian memulai petualangan bersama sejumlah karakter unik. Perjalanan tersebut mempertemukannya dengan berbagai tantangan dalam dunia VRMMO yang penuh pertarungan dan kejutan.
Konsep tersebut menjadi daya tarik utama Destiny Unchain Online, terutama karena memadukan elemen VRMMO, fantasy battle, serta perubahan identitas protagonis. Kisahnya tidak hanya berfokus pada kemampuan bermain game, tetapi juga perkembangan Kou setelah harus menghadapi dunia virtual dalam wujud yang sama sekali berbeda.
Menanggapi pengumuman adaptasi anime, resn menyampaikan rasa terima kasih kepada berbagai pihak yang telah membantu membawa Destiny Unchain Online hingga tahap tersebut. Dalam komentarnya, ia secara khusus mengapresiasi Yachimoto yang menangani ilustrasi novel sekaligus adaptasi manga.
Resn juga berterima kasih kepada para pembaca yang telah mendukung serial tersebut sejak awal. Ia berharap adaptasi anime dapat menjadi kesempatan bagi lebih banyak orang untuk mengenal Destiny Unchain Online.
Untuk saat ini, penggemar masih perlu menantikan pengumuman resmi mengenai studio, staf produksi, pengisi suara, dan jadwal penayangan anime.