Entertainment
Disney Garap Live-Action Sleeping Beauty, Gandeng Sutradara Film Prey
Kisah klasik Sleeping Beauty akan kembali dihidupkan dalam proyek baru Disney dengan pendekatan yang berbeda.
Sutradara film Prey, Dan Trachtenberg, dipercaya untuk mengarahkan proyek yang terinspirasi dari dongeng klasik tersebut dan disebut akan membawa cerita ke arah yang benar-benar baru.
Informasi mengenai proyek ini pertama kali dilaporkan Deadline, kabar itu menyebut bahwa film yang diangkat dari dongeng klasik itu masih berada dalam tahap pengembangan awal.
Proyek ini belum memiliki judul resmi dan tidak berkaitan dengan film Maleficent yang dibintangi Angelina Jolie.
Keterlibatan Trachtenberg menjadi hal menarik karena sang sutradara selama ini lebih dikenal melalui genre fiksi ilmiah, aksi, dan horor. Ia sebelumnya berhasil menghidupkan kembali waralaba Predator melalui Prey pada 2022, sehingga Disney kini kembali mempercayakannya untuk menggarap properti yang memiliki karakter berbeda.
Dalam proyek Sleeping Beauty baru ini, Trachtenberg tidak bekerja sendirian dalam mengembangkan cerita. Ia menggagas konsep bersama Rayna McClendon, sementara Alex Anfanger dan Dan Schimpf dipercaya menulis naskah.
Kisah Sleeping Beauty
![Disney garap live-action Sleeping Beauty [IMDb]](https://media.arkadia.me/v2/articles/rizkautami/jqgFx5HogBO5m2ybWYbWE14hBzH4Q9Dg.png)
Kisah Sleeping Beauty bermula ketika peri jahat murka karena tidak diundang ke upacara pembaptisan Putri Aurora yang baru lahir.
Peri jahat tersebut kemudian menjatuhkan kutukan bahwa Aurora akan tertusuk alat pemintal pada ulang tahunnya yang ke-16 dan mati.
Namun, para peri pelindung Aurora yang baik hati berhasil meringankan kutukan tersebut. Aurora tidak benar-benar meninggal, melainkan jatuh ke dalam tidur panjang yang hanya dapat diakhiri oleh ciuman cinta sejati.
Peri jahat kemudian menjadi ancaman besar yang harus dihadapi agar kutukan tersebut tidak berakhir seperti yang diinginkannya. Kisah antara Aurora, para peri, peri jahat, dan kutukan tersebut kemudian menjadi salah satu cerita animasi klasik Disney yang dikenal luas.
Sementara itu, film animasi Sleeping Beauty sendiri memiliki perjalanan produksi yang panjang sebelum akhirnya dirilis pada 1959.
Pengerjaannya telah dimulai sejak 1950 dan melalui berbagai perubahan karena Walt Disney menginginkan arah visual yang berbeda dari film animasi studio sebelumnya.
Keputusan tersebut membuat proses produksinya mengalami banyak penundaan. Saat pertama dirilis, film ini mendapat ulasan dan hasil box office yang biasa saja, tetapi kemudian memperoleh apresiasi lebih besar dari kritikus maupun penonton.
Tidak berkaitan dengan film Maleficent
![Disney garap live-action Sleeping Beauty [IMDb]](https://media.arkadia.me/v2/articles/rizkautami/0bNkKdCFFIqgjODiESkO6Ac6CwQAYnFO.png)
Meski kisah Sleeping Beauty sebelumnya sudah pernah mendapat pendekatan berbeda melalui Maleficent dan Maleficent: Mistress of Evil, proyek terbaru ini dipastikan tidak memiliki hubungan dengan kedua film tersebut.
Versi baru ini justru disebut akan membawa cerita klasik tersebut ke arah yang berbeda melalui sentuhan Trachtenberg. Selain menggarap Prey, Trachtenberg juga mengerjakan Predator: Badlands serta film animasi Predator: Killer of Killers.
Ketiga film Predator yang digarapnya menjadi film dengan peringkat tertinggi dalam waralaba tersebut di Rotten Tomatoes, sementara Prey juga meraih nominasi Emmy untuk kategori Film Televisi Terbaik.
Untuk proyek Sleeping Beauty, Trachtenberg akan menjadi sutradara sekaligus salah satu pencetus cerita bersama McClendon. Ia juga akan menjadi produser bersama Ben Rosenblatt, sedangkan Michelle Rejwan turut bertindak sebagai produser.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada informasi mengenai pemeran maupun tanggal produksi dan perilisan proyek tersebut. Detail alur cerita juga masih dirahasiakan, sehingga masih menjadi tanda tanya bagaimana Trachtenberg akan mengubah kisah Aurora dan Maleficent menjadi cerita baru untuk layar lebar.
Bagi penggemar yang menyukai dongeng klasik, kisah Aurora dalam Sleeping Beauty versi live-action ini patut dinantikan.