Entertainment
Tambah Daftar Prestasi, We Are Aliens Menang di Festival Film Sitges 2026
Film anime We Are Aliens (Ware Ware wa Uchujin) karya sutradara Kohei Kadowaki dan studio NOTHING NEW berhasil meraih penghargaan Anima't untuk kategori film panjang terbaik dalam Festival Internacional de Cinema Fantastic de Catalunya ke-59 di Sitges, Spanyol. Kemenangan ini menjadi pencapaian penting bagi industri animasi Jepang sekaligus menambah daftar prestasi internasional film tersebut sepanjang 2026.
Penghargaan tersebut diberikan dalam salah satu festival film fantasi dan horor terkemuka di dunia. Berdasarkan laporan Anime News Network, We Are Aliens menjadi film Jepang pertama yang memenangkan kategori tersebut sejak Seven Days War garapan Yuta Murano pada 2020. Sebelumnya, penghargaan yang sama juga pernah diraih Your Name karya Makoto Shinkai pada 2016 dan Mirai garapan Mamoru Hosoda pada 2018.
Kadowaki, yang genap berusia 30 tahun pada 14 Oktober 2026, turut mencatatkan pencapaian pribadi melalui kemenangan ini. Ia menjadi sutradara Jepang termuda yang berhasil membawa pulang penghargaan tersebut. Prestasi itu semakin memperkuat perhatian terhadap Kadowaki, yang sebelumnya dikenal lewat keterlibatannya dalam berbagai proyek animasi dan video musik populer.
We Are Aliens mengangkat kisah persahabatan dua anak laki-laki bernama Tsubasa dan Gyotaro. Keduanya pertama kali bertemu ketika duduk di kelas tiga sekolah dasar di sebuah kota kecil pada era Heisei. Meskipun memiliki kepribadian yang berbeda, mereka perlahan membangun hubungan persahabatan yang erat.
Tsubasa merupakan anak pemalu yang kesulitan menerima dirinya sendiri karena merasa hanya menjadi sosok biasa. Sebaliknya, Gyotaro dipandang sebagai anak istimewa dan populer di lingkungannya. Perbedaan tersebut awalnya tidak menghalangi kedekatan mereka. Namun, kecemburuan, kesalahpahaman, dan perubahan dalam kehidupan sehari-hari perlahan merusak hubungan keduanya hingga sebuah peristiwa mengubah persahabatan mereka untuk selamanya.
Bertahun-tahun kemudian, Tsubasa dan Gyotaro tumbuh menjadi orang dewasa dengan jalan hidup masing-masing. Ketika kenangan masa lalu kembali muncul, keduanya harus menghadapi kejadian yang selama ini memisahkan mereka. Melalui perjalanan tersebut, film ini mengeksplorasi persahabatan, perasaan terasing, dan luka emosional yang terbentuk sejak masa kanak-kanak.
Untuk pengisi suara, Ryota Bando memerankan Tsubasa ketika dewasa muda, sedangkan Amane Okayama mengisi suara Gyotaro. Kedua karakter saat masih anak-anak diperankan oleh Yuto Maki dan Tasuku Nakagome, yang terpilih melalui audisi. Pemeran lainnya mencakup Ten Yamasaki dari grup idola Sakurazaka46 sebagai Konatsu, Kemuri Matsui sebagai Batahara, serta Gaku Sano sebagai Seiya Toda.
Di balik produksinya, Kadowaki memegang berbagai tanggung jawab sekaligus, mulai dari perencanaan, penulisan naskah, penyutradaraan, pembuatan storyboard, hingga penyuntingan. Ia sebelumnya mengerjakan rangkaian ending musim kedua anime BEASTARS dan menyutradarai sejumlah video musik, termasuk karya untuk YOASOBI. Komposisi musik film dipercayakan kepada Yaffle, produser yang pernah bekerja dengan Fujii Kaze dan Kenshi Yonezu.
Film ini direncanakan dan diproduksi oleh NOTHING NEW, dengan studio animasi Prancis Miyu Productions bergabung dalam proyek tersebut pada Juni 2025. Penyanyi adieu membawakan lagu tema berjudul "Sasakure" atau "Split".
Sebelum meraih penghargaan di Sitges, We Are Aliens telah menarik perhatian berbagai festival internasional. Film tersebut diputar dalam Directors' Fortnight di Festival Film Cannes pada 14 Mei 2026 dan berkompetisi di Annecy International Animation Film Festival pada Juni. Film ini juga diputar di Melbourne International Film Festival, New Zealand International Film Festival, serta Busan International Film Festival.
Pencapaiannya berlanjut pada September 2026 ketika We Are Aliens memenangkan Grand Prize untuk kategori film panjang animasi di Ottawa International Animation Festival. Film tersebut mulai tayang di bioskop Jepang pada 15 September 2026.
Rangkaian pengakuan internasional ini menunjukkan bahwa We Are Aliens mampu menarik perhatian melalui pendekatan cerita personal dan eksplorasi hubungan antarmanusia. Kemenangan di Sitges sekaligus menjadi tonggak baru bagi Kadowaki dalam perjalanan kariernya sebagai sutradara animasi Jepang.