Health
Dokter Tirta Bagikan Tips agar Tetap Aman di Tengah Paparan Abu Vulkanik
Dr. Tirta membagikan sejumlah tips kepada masyarakat agar tetap aman selama paparan abu vulkanik imbas erupsi Gunung Anak Krakatau.
Diketahui bahwa abu vulkanik yang kini menyebar ke beberapa wilayah ini cukup serius dan patut diwaspadai masyarakat. Kondisi tersebut dapat berdampak terhadap kesehatan, terutama apabila abu vulkanik terhirup atau menempel pada tubuh.
Di tengah kondisi tersebut, dr. Tirta membagikan tips agar tetap aman dan terjaga di tengah paparan abu vulkanik. Tips yang dibagikan dokter sekaligus pegiat media sosial itu berdasarkan pengalaman prbadinya saat ia terdampak erupsi Gunung Kelud dan Gunung Merapi beberapa waktu lalu.
Dari pengalaman tersebut, ia membagikan beberapa hal sederhana yang dapat dilakukan masyarakat ketika harus beraktivitas di tengah paparan abu vulkanik.
1. Gunakan Masker saat Aktivitas di Luar Ruangan
Hal pertama yang wajib diperhatikan adalah penggunaan masker ketika melakukan aktivitas di luar ruangan.
Masyarakat disarankan tidak mengabaikan perlindungan saluran pernapasan ketika abu vulkanik masih berada di lingkungan sekitar.
Menurut Dr. Tirta, abu vulkanik yang terhirup terlalu sering dapat masuk ke dalam saluran pernapasan dan menyebabkan gangguan kesehatan. Ia pun menjelaskan bahwa kondisi tersebut dapat menimbulkan alergi hingga gangguan pada saluran pernapasan.
“Karena abunya itu kalau terhirup terlalu sering ke dalam saluran pernapasan itu bisa menyebabkan alergi dan bisa menyebabkan gangguan saluran pernapasan,” ujar Dr. Tirta melalui akun Instagram pribadinya pada Minggu (6/9/2026).
Dalam kondisi yang parah, paparan abu vulkanik bahkan dapat menyebabkan bronkitis. Karena itu, penggunaan masker menjadi salah satu langkah penting ketika masyarakat harus beraktivitas di luar ruangan selama abu vulkanik masih menyebar.
2. Jangan Sapu Abu, Lebih Baik Siram dengan Air
Selain melindungi saluran pernapasan, masyarakat juga perlu memperhatikan cara membersihkan abu vulkanik yang menempel di halaman rumah. Dr. Tirta mengingatkan agar abu tersebut tidak langsung disapu karena dapat beterbangan.
Abu yang beterbangan akibat disapu berpotensi membuat seseorang menghirupnya dan mengalami sesak maupun batuk.
Sebagai alternatif, masyarakat dapat menyiram abu dengan air agar abu tersebut langsung tersapu bersih dan tidak beterbangan ke udara.
3. Gunakan Facial Wash untuk Bersihkan Wajah, Jangan Gosok Wajah
Tips berikutnya berkaitan dengan kebersihan wajah setelah terkena abu vulkanik. Masyarakat disarankan menggunakan facial wash yang proper untuk membersihkan wajah dan tidak langsung menggosok bagian yang terkena abu.
“Kalau kena muka, itu segera gunakan facial wash yang proper, jangan langsung kegesek, karena bisa langsung baret-baret,” jelas Dr. Tirta.
Cara tersebut menjadi perhatian penting agar proses membersihkan wajah tidak justru membuat kulit mengalami goresan.
Tips dari Dokter Tirta untuk masyarakat yang terkena dampak abu vulkanik
![Dokter Tirta bagikan tips agar tetap aman di tengah paparan abu vulkanik imbas erupsi Gunung Anak Krakatau [Instagram/dr.tirta]](https://media.arkadia.me/v2/articles/rizkautami/XZckk4q1IJrCg3Ct0gy219g81pXXiHeN.png)
4. Ganti Olahraga Outdoor dengan Indoor
Terakhir, Dr. Tirta menyarankan masyarakat untuk mengganti aktivitas olahraga di luar ruangan dengan olahraga di dalam ruangan.
Langkah tersebut dilakukan selama paparan abu vulkanik masih ada agar masyarakat tidak menghirup lebih banyak abu.
Mengganti olahraga outdoor dengan indoor menjadi pilihan yang dapat dilakukan untuk mengurangi paparan abu vulkanik ketika beraktivitas.
Dengan demikian, masyarakat tetap dapat berolahraga tanpa harus terlalu banyak berada di lingkungan yang masih terpapar abu.
Empat tips tersebut menjadi langkah sederhana yang dibagikan Dr. Tirta berdasarkan pengalamannya menghadapi dampak erupsi Gunung Kelud dan Gunung Merapi.
Mulai dari menggunakan masker, membersihkan abu dengan air, mencuci wajah tanpa menggosoknya, hingga memindahkan olahraga ke dalam ruangan.
Dengan demikian, masyarakat dapat lebih memperhatikan kondisi kesehatan dan lingkungan sekitar dengan menerapkan tips tersebut agar tetap aman selama abu vulkanik masih menyelimuti sebagian wilayah Indonesia. Stay safe!