Health

Jangan Sembarangan Menginjak Kecoak! Bakterinya Bisa Menyebar di Lantai

Jangan Sembarangan Menginjak Kecoak! Bakterinya Bisa Menyebar di Lantai
Ilustrasi kecoa (magnific/marinaghanis98)

Ketika seekor kecoak tiba-tiba muncul melintas di lantai dapur, kamar mandi, atau bahkan di ruang tamu, kebanyakan orang akan bereaksi secara refleks dengan langsung menginjak atau memukulnya menggunakan sandal, tanpa sempat berpikir panjang tentang apa yang sebenarnya terjadi ketika tubuh serangga tersebut hancur di bawah kaki. 

Kebiasaan spontan semacam ini memang terasa wajar, sebab rasa jijik dan keinginan untuk segera menyingkirkan kecoak dari pandangan seringkali memicu kewaspadaan terhadap risiko kesehatan yang sebenarnya mengintai di balik tindakan tersebut.

Padahal, di balik tubuh kecil kecoak yang tampak sepele itu, tersimpan berbagai mikroorganisme yang dapat membahayakan kesehatan jika sampai mengenai kulit, peralatan makan, atau permukaan yang bersentuhan langsung dengan makanan sehari-hari.

Menurut Halodoc, kecoak dapat membawa berbagai mikroorganisme patogen karena serangga ini sering berada di lingkungan yang kotor, seperti tempat sampah dan saluran pembuangan. Beberapa bakteri yang dapat ditemukan pada kecoak antara lain Salmonella dapat menyebabkan penyakit tifus, Escherichia coli (E. coli) memicu diare juga kram perut, Shigella dapat menyebabkan disentri, dan Staphylococcus yang bisa menyebabkan infeksi pada jaringan tubuh dan luka.

Ketika tubuh kecoak hancur karena tekanan, cairan dari dalam tubuhnya dapat mengenai lantai atau permukaan lain sehingga berisiko menyebabkan kontaminasi. 

Saat diinjak, tubuh kecoak bisa pecah dan mengeluarkan cairan yang dapat mencemari permukaan lantai bahkan benda lain yang berada di sekitarnya.

Hal yang perlu diwaspadai adalah mikroba di dalam tubuh kecoak mampu bertahan hidup dalam jangka waktu cukup lama meskipun telah keluar dari inangnya. Oleh karena itu, jika seseorang terpapar cairan tersebut melalui luka terbuka atau tangan yang tidak dicuci setelah menyentuh bangkai kecoak, risiko terjadinya infeksi sistemik menjadi jauh lebih besar. 

Selain soal bakteri, ada pula anggapan bahwa cacing dari tubuh kecoak dapat masuk ke tubuh manusia melalui pori-pori kaki setelah seseorang menginjaknya. Namun, klaim tersebut belum terbukti benar secara ilmiah. 

Halodoc menjelaskan bahwa cacing yang terkadang terlihat keluar dari tubuh kecoak yang mati dapat merupakan Nematomorpha atau cacing rambut kuda, yaitu parasit yang menginfeksi serangga dan hewan invertebrata tertentu, bukan manusia. Maka, kekhawatiran bahwa cacing tersebut akan masuk melalui pori-pori kulit bukanlah risiko utama yang perlu ditakuti. 

Pada akhirnya, jika kecoak sudah terlanjur diinjak, jangan langsung meninggalkan bangkainya begitu saja. Gunakan tisu tebal atau sarung tangan ketika mengambil sisa tubuh kecoak, kemudian buang ke tempat sampah yang tertutup. 

Setelah itu, area lantai yang terkena sisa tubuh kecoak perlu dibersihkan menggunakan cairan pembersih atau disinfektan agar tidak meninggalkan kontaminasi dan setelah selesai membersihkan, jangan lupa mencuci tangan menggunakan sabun dan air yang mengalir.

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda