Hobi

Kroasia vs Argentina, Duel Ulangan Babak 16 Besar Piala Dunia 2018

Kroasia vs Argentina, Duel Ulangan Babak 16 Besar Piala Dunia 2018
Para pemain Kroasia melakukan selebrasi usai memenangi babak adu penalti saat pertandingan sepak bola perempat final Piala Dunia 2022 antara Kroasia dan Brazil di Stadion Education City di Al-Rayyan, barat Doha, Qatar, Jumat (9/12/2022). [Adrian DENNIS/AFP]

Pada fase perempat final yang berlangsung akhir pekan lalu, 4 tim telah memastikan lolos ke babak semifinal, yakni Kroasia, Argentina, Maroko dan Perancis. Pada babak semifinal nanti Kroasia akan menantang Argentina, sedangkan Maroko akan menghadapi Perancis. Salah satu laga yang akan menjadi laga yang cukup seru adalah Kroasia melawan Argentina.

Laga yang akan berlangsung pada hari Rabu, 14 Desember 2022 pukul 02.00 WIB tersebut tentunya akan mengingatkan kita dengan laga ulangan fase 16 besar piala dunia 2018 di Russia. Kedua tim tersebut harus berjibaku dalam babak 16 besar saat itu dan tentunya publik sepakbola akan ingat dengan hasil yang cukup mengejutkan, yakni Kroasia mampu mengandaskan mimpi tim Tango Argentina dengan skor telak 0-3 pada tahun 2018 silam.

Mengusung Misi Balas Dendam

Pertemuan Kroasia vs. Argentina di Piala Dunia 1998 (fifa.com)
Pertemuan Kroasia vs. Argentina di Piala Dunia 1998 (fifa.com)

Pertemuan kedua tim dalam ajang piala dunia kali ini akan menjadi yang ketiga kalinya sepanjang keikutsertaan mereka di event 4 tahunan tersebut. Kedua tim masing-masing saling mengalahkan setiap kali bertemu sejauh ini. Pertemuan kedua tim pertama kali terjadi pada piala dunia 1998 di Perancis. Saat itu Argentina sukses menang tipis atas Kroasia yang baru saja menjadi negara merdeka dengan skor tipis 1-0. Kemudian, pertemuan kedua antara Kroasia dan Argentina kembli tersaji pada babak 16 besar piala dunia 2018 di Russia. Pada laga ini di luar dugaan Argentina harus takluk 0-3 dari Kroasia.

Laga babak semifinal nanti tentunya akan menjadi tajuk laga balas dendam bagi timnas Argentina. Pasalnya, mereka menganggap kemenangan atas laga tersebut adalah harga mati untuk bisa merengkuh gelar juara dunia ketiga kalinya, setelah menjadi juara pada tahun 1978 dan 1986. Belum lagi skuad pimpinan Lionel Messi kali ini sedang dalam tren positif setelah di babak perempat final lalu sukses mengalahkan lawan bebuyutan mereka yakni Belanda melalui babak adu pinalti dengan skor 3-4.

Di sisi lain, Kroasia pada gelaran kali ini kembali menjadi salah satu tim yang penuh kejutan dan tidak diunggulkan. Pasalnya, mereka sejak fase grup tidak menunjukkan tren yang positif. Bahkan, pada babak 16 besar dan fase perempat final mereka hanya mampu melangkah melalui babak adu pinalti. Akan tetapi, ada yang perlu digarisbawahi apabila timnas Kroasia tertinggal lebih dahulu maka mereka akan mampu mengejar ketertinggalan skor sebelum laga berakhir. Tentunya kemenangan di laga terakhir melawan tim calon kuat juara, yakni Brazil melalui babak adu pinalti dengan skor 4-2 akan mampu mendongkrak semangat juang tim pimpinan gelandang berpengalangan, yakni Luka Modric untuk bisa kembali melangkah hingga fase final pada gelaran kali ini. Kroasia pada gelaran kali ini menjadi tim yang tidak diunggulkan untuk meraih gelar juara dunia. Akan tetapi, justru hal ini yang membuat mereka dapat tampil lepas dan tanpa beban di setiap laganya.

Pada laga nanti juga akan kembali mempertemukan dua pemain sarat pengalaman, yakni Luka Modric gelandang veteran dari Kroasia dan Lionel Messi mega bintang andalan Argentina. Kedua pemain tersebut tentunya sudah seringkali bertemu ketika membela klubnya masing-masing. Tentunya pada laga hari rabu dini hari nanti akan menjadi pembuktian siapa yang menjadi yang terbaik diantara julukan “LM10” yang diberikan oleh kedua fans.

Video yang mungkin kamu lewatkan.

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda