Hobi

Ironi Super League: Liga Tertinggi yang Jauh dari Kata Profesional!

Ironi Super League: Liga Tertinggi yang Jauh dari Kata Profesional!
Logo Super League. (ileague.id)

Kasta tertinggi sepakbola Indonesia atau Super League kembali membuat sorotan di berbagai pihak. Melansir dari laman berita Suara.com (12/05/2026), kali ini, salah satu pengamat sepakbola nasional, yakni Kesit Budi Handoyo memberikan kritikan terkait profesionalitas PSSI dan I-League selaku operator liga Indonesia.

Menurut pria yang akrab disapa “Bung Kesit” tersebut, profesionalitas yang paling disorot adalah masalah tunggakan gaji yang dialami oleh beberapa klub-klub di kasta tertinggi sepakbola Indonesia.

Menurut beberapa sumber, setidaknya ada dua tim yang diketahui sedang memiliki masalah finansial yang cukup kronis saat ini. Kedua klub tersebut adalah Persis Solo dan PSBS Biak.

“Menurut saya ini ironis dan memalukan. Ingin levelnya naik, tetapi di dalam negeri masih ada persoalan seperti ini. Tidak sinkron. Kalau tidak diaudit, kita tidak tahu kondisi keuangan klub seperti apa. Kalau kemampuan hanya 100, jangan belanjanya lebih dari itu. Gaji harus dibayar setiap bulan. Jika terlambat, bagaimana klub bisa berjalan sehat?” ujar Bung Kesit.

Pernyataan ini sendiri seakan-akan menjadi tamparan yang cukup keras tidak hanya bagi PSSI ataupun I-League selaku operator liga Indonesia. Namun, hal ini seakan-akan bisa menjadi sinyal bahaya bagi seluruh insan sepakbola Indonesia.

Selain permasalahan gaji, di kasta Super League memang memiliki berbagai masalah lain yang ternyata masih menjadi problematika menahun. Salah satu contohnya adalah masih banyak ditemukan “tim-tim musafir” atau tim yang tidak memiliki markas maupun homebase tetap di liga Indonesia.

Hal ini tentunya kian menunjukkan jika tata kelola liga Indonesia, khususnya kasta Super League yang seharusnya menjadi kasta profesional tertinggi di liga Indonesia menjadi seakaan-akan selayaknya liga amatir. Lalu, bagaimanakah solusi yang tepat untuk memperbaiki masalah ini kedepannya?

Kesehatan Finansial Klub Jadi Sorotan yang Harus Dibenahi

Dari beberapa permasalahan yang ada di liga Indonesia, kondisi finansial sebuah tim atau klub memang seakan-akan menjadi pembahasan yang cukup menarik dan panjang jika dibahas. Di balik meriahnya kasta tertinggi sepakbola Indonesia atau Super League, ternyata permasalahan kesehatan finansial sebuah klub masih menjadi permasalahan yang cukup kronis bagi beberapa pihak.

Kita ambil contoh dari kasus yang dialami oleh Persis Solo dan PSBS Biak di kasta Super League musim 2025/2026 ini. Jika di musim sebelumnya mereka bisa mengejutkan banyak pihak dengan sukses berada di posisi papan tengah Super League, kini, keduanya harus berada di zona degradasi Bahkan, PSBS Biak sendiri harus terdegradasi ke kasta Liga 2 pada musim depan.

Masalah yang paling disorot dari merosotnya performa kedua tim tersebut tentunya kondisi finansial yang tak sehat. Bahkan, kedua klub baik Persis Solo dan PSBS Biak dikabarkan sudah tak mampu membayar sebagian besar gaji para pemainnya. Hal inilah yang membuat performa kedua klub tersebut menurun di musim ini.

Situasi ini sendiri tentunya harus dipikirkan solusi terbaiknya oleh PSSI dan I-League agar kondisi serupa tak terjadi lagi di musim depan. Banyak pihak yang menyarankan jika PSSI dan I-League harus melakukan audit finansial secara menyeluruh dan transparan terhadap klub-klub di liga Indonesia, khususnya di kasta Super League.

Proses audit finansial ini sendiri sejatinya memang sudah diterapkan di kasta tertinggi liga Indonesia sejak bertahun-tahun sebelumnya. Namun, selalu saja di setiap musimnya ada pemberitaan klub yang sedang kesulitan finansial sampai tak mampu menggaji para pemain dan staf kepelatihannya.

Kondisi ini tentunya harus segera dibenahi agar citra pesepakbolaan Indonesia tak kembali tercoreng di kancah Internasional. Belum lagi jika kasus ini sampai ramai, bukan tak mungkin pihak AFC dan FIFA bisa turun tangan dan berisiko membuat Indonesia mendapatkan sanksi seperti beberapa tahun silam.

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda