Hobi

Sukses Tundukkan Korsel, 3 Style Permainan STY Ini Mungkin Bisa Diduplikasi oleh Gerald Vanenburg

Sukses Tundukkan Korsel, 3 Style Permainan STY Ini Mungkin Bisa Diduplikasi oleh Gerald Vanenburg
Shin Tae Yong dan Pratama Arhan saat jumpa pers jelang pertandingan melawan Australia di Piala Asia (pssi.org)
Baca 10 detik
  • Kunci taktik: menyerang, jaga 3 pemain di belakang, dan padatkan lini tengah.
  • Gerald Vanenburg disarankan meniru strategi sukses Shin Tae-yong.
  • Indonesia U-23 wajib menang lawan Korea Selatan demi lolos Piala Asia 2026.

Timnas Indonesia U-23 akan berhadapan dengan raksasa sepak bola benua Asia, Korea Selatan di pertarungan pamungkas grup J babak kualifikasi Piala Asia U-23.

Tak hanya dituntut untuk meraih poin, Pasukan Garuda Muda juga dituntut untuk memenangi pertarungan jika ingin berlaga di putaran final gelaran yang dihelat tahun 2026 mendatang.

Meskipun harus berhadapan dengan tim sekelas Korea Selatan yang dikenal sebagai salah satu penguasa di persepakbolaan benua Asia, namun mengalahkan mereka bukanlah sebuah hal yang mustahil.

Pasalnya, ketika masih dinakhodai oleh Shin Tae-yong, Pasukan Muda Merah Putih pernah sukses menjungkalkan Korea Selatan di fase perempat final Piala Asia U-23 tahun lalu. 

Dan karena saat ini nakhoda kepelatihan Timnas Indonesia U-23 beralih ke Gerald Vanenburg, mungkin pelatih berkebangsaan Belanda tersebut ada baiknya jika sedikit menduplikasi style permainan yang dikembangkan oleh STY saat anak asuhnya sukses membungkam Korea Selatan.

Apa sajakah itu? Mari kita ulas!

1. Memainkan Sepak Bola Menyerang

Untuk hal yang pertama ini, tentunya tak sulit bagi pelatih Gerald Vanenburg untuk mengimplementasikannya di skuat. Pasalnya, pelatih yang sukses membawa Timnas Indonesia U-23 ke final Piala AFF U-23 tahun lalu itu juga mengusung gaya permainan menyerang, yang mana sukses membuat Indonesia mengalahkan The Young Taeguk Warriors di Piala Asia U-23 lalu.

Berdasarkan data yang ada di laman transfermarkt, Shin Tae-yong memang mengubah gaya bermainnya dari cenderung bertahan menjadi mennyerang saat berjumpa dengan Korea Selatan. 

Laman transfermarkt.com mencatat, Timnas Indonesia U-23 yang kerap bermain bertahan, justru di akhir pertandingan mencatatkan 53 persen ball possession saat bertarung melawan Korea Selatan.

Dan sekali lagi, pelatih Gerald tentunya tak akan kesulitan untuk menginstruksikan anak asuhnya untuk bermain menyerang di laga melawan tim dari semenanjung Joseon tersebut.

2. Menginstruksikan 3 Pemain untuk Stay di Area Permainan Sendiri

Hal kedua yang mungkin bisa diduplikasi oleh Gerald Vanenburg dari skema STY di laga melawan Korea Selatan lalu adalah, menempatkan 3 pemain untuk tetap berjaga di area permainan sendiri.

Meskipun kedua pelatih ini memiliki formasi permainan andalan yang berbeda, di mana STY menggunakan 3 bek sejajar dan Gerald Vanenburg lebih suka memainkan 4 pemain belakang yang hanya meninggalkan 2 pemain saat menyerang, namun duplikasi gaya bermain ala STY ini masih tetap bisa dilakukan.

Ketika dalam mode menyerang, Timnas Indonesia U-23 era pelatih Gerald memang hanya meninggalkan 2 center back saja di area permainannya. Namun, hal itu bisa diantisipasi oleh sang pelatih dengan menginstruksikan satu pemain, baik itu yang berposisi sebagai full back atau bahkan mungkin gelandang bertahan untuk tetap stay di area pertahanan sendiri untuk menemani 2 center back.

Hal ini cukup penting untuk dilakukan karena selain untuk mengantisipasi serangan balik cepat dari para pemain Korea Selatan, juga untuk membuat area pertahanan Indonesia memiliki jumlah pemain yang lebih banyak untuk saling cover ketika ada rekannya yang bertarung.

3. Menumpuk Pemain di Sektor Tengah dan Belakang

Style ketiga yang bisa ditiru oleh Gerald Vanenburg dari STY saat menaklukkan Korea Selatan adalah, menumpuk pemain di sektor tengah permainan.

Pada laga melawan tim asal Asia Timur tersebut, STY memang tetap menggunakan formasi andalan 3-4-3 yang dinamis menjadi 5-4-1 ketika bertahan dan berubah menjadi 5-2-3 saat melakukan transisi menyerang.

Dan strategi ini pun terhitung cukup berhasil. Karena selain mampu meredam agresifitas para pemain Korea Selatan, juga membuat pertahanan Indonesia sulit untuk ditembus.

Style permainan ini juga sepertinya bisa diduplikasi oleh pelatih Gerald dalam formasi kesukaannya. Dengan formasi 4-3-3, pelatih Gerald dalam kondisi diserang bisa menginstruksikan anak asuhnya untuk berganti skema ke 4-5-1, atau bahkan juga menjadi 5-4-1 seperti STY dengan menarik satu pemain gelandang untuk memperkuat barisan pertahanan timnya.

Namun patut untuk diingat, meskipun strategi yang digunakan oleh STY saat berjumpa dengan Korea Selatan lalu sukses membuahkan kemenanga, namun kita harapkan di pertarungan kali ini Timnas Indonesia dengan pelatih Gerald Vanenburg juga berhasil menumbangkan Korea Selatan, dengan strategi apapun yang diterapkan.  

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda