Hobi

Jalani Laga Genting untuk Lolos, Garuda Muda Harapkan Keajaiban Timnas Era STY Kembali Terjadi!

Jalani Laga Genting untuk Lolos, Garuda Muda Harapkan Keajaiban Timnas Era STY Kembali Terjadi!
Mantan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong (pssi.org)

Pasukan Garuda Muda Timnas Indonesia U-22 harus menjalani pertarungan pamungkas fase grup yang menentukan. Setelah nyaris terdepak imbas kekalahan 0-1 dari Filipina di laga pertama lalu, anak asuh Indra Sjafri tersebut kini memiliki kesempatan besar untuk bisa meneruskan langkah. 

Meskipun masih memiliki potensi besar untuk lolos ke semifinal, di mana menurut lansiran laman Suara.com mempersyaratkan mereka untuk bisa menang setidaknya 3 gol, namun sejatinya posisi yang kini dialami oleh Pasukan Garuda Muda masih cenderung tak ideal.

Pasalnya, Ivar Jenner dan kolega memiliki kesemapatan besar untuk bisa lolos dari lubang jarum, namun kenyataan bahwa mereka masih bisa terlempar dari perburuan tiket empat besar gelaran SEA Games juga terbilang sebesar kesempatan untuk lolos.

Uniknya, posisi yang kini dialami oleh Timnas Indonesia U-22 tersebut juga pernah dialami oleh Timnas Indonesia senior di ajang Piala Asia 2023 lalu. Ketika masih ditangani oleh Shin Tae-yong, Pasukan Garuda yang saat itu menduduki peringkat ketiga grup D, harus menahan napas dalam-dalam untuk bisa lolos ke babak 16 besar gelaran.

Malahan, jika dilihat-lihat, kondisi Timnas Indonesia saat itu lebih "mengenaskan" lagi jika dibandingkan dengan Timnas Indonesia U-22 saat ini. Bagaimana tidak, jika kelolosan ke fase gugur Pasukan Garuda bisa ditentukan oleh kerja keras mereka sendiri, tidak demikian halnya dengan Timnas Indonesia di bawah asuhan STY saat itu.

Untuk bisa lolos ke partai gugur, mereka saat itu hanya mengandalkan doa karena nasibnya benar-benar ditentukan oleh pertandingan tim lain di grup F yang mempertemukan Oman dengan Kirgistan.

Doanya hanya satu saat itu, yakni berharap agar Oman tak mampu memenangi pertarungan. Sebuah harapan dan doa yang nyaris saja tak terkabul, karena hingga menit ke-79 Oman masih unggul 1-0 melalui gol dari Al-Ghassani pada menit ke-8.

Beruntungnya, doa khalayak saat itu pada akhirnya terkabul. Aksi dari Joel Kojo di menit ke-80, berhasil menjebol gawang Oman dan membuat Indonesia sukses menciptakan sejarah melaju untuk kali pertama ke babak 16 besar Piala Asia dengan cara yang ajaib.

Dan hal inilah yang kembali kita harapkan untuk terulang. Ketika kerja keras STY sebagai pelatih, para pemain dalam tim beserta seluruh staf dipadu dengan doa dan harapan tinggi seluruh rakyat Indonesia mampu menciptakan keajaiban hanya 10 menit saja jelang harapan itu sirna.

Jika Timnas Indonesia di era Shin Tae-yong yang hanya mengandalkan doa karena nasibnya benar-benar tergantung kepada tim lain, mengapa Timnas Indonesia U-22 yang nasibnya mereka tentukan sendiri tak mampu mengulang keajaiban itu?

Kita doakan semoga saja Ivar Jenner dan kolega bisa kembali mengulang keajaiban Timnas Indonesia era STY di Piala Asia 2023 ya!

CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda