PSSI Harus Bayar Denda Puluhan Juta ke AFC, Kok Bisa?

Sekar Anindyah Lamase | Rana Fayola R.
PSSI Harus Bayar Denda Puluhan Juta ke AFC, Kok Bisa?
Ketua Umum PSSI Erick Thohir (kanan) menyaksikan pertandingan Timnas Indonesia U-23 melawan Timnas Korea Selatan U-23 dalam kualifikasi Grup J Piala Asia U-23 2026 di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa (9/9/2025). (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

Kabar kurang sedap kembali menghampiri sepak bola tanah air di awal tahun 2026 ini. Federasi Sepak Bola Indonesia, PSSI, secara resmi dijatuhi sanksi denda oleh AFC sebesar 1.500 dolar AS atau jika dikonversi setara dengan Rp25 juta.

Hukuman finansial ini muncul bukan tanpa alasan. Berdasarkan rilis resmi dari konfederasi sepak bola Asia tersebut, otoritas tertinggi sepak bola Indonesia dianggap telah lalai dalam memenuhi prosedur administratif yang berlaku.

Secara spesifik, pelanggaran ini terjadi berkaitan dengan penyelenggaraan laga uji coba internasional yang melibatkan Timnas Indonesia U23. Lawan yang dihadapi saat itu adalah tim kuat asal Afrika, yakni Mali.

Masalah utamanya terletak pada Pasal 11.15 Peraturan AFC yang mengatur tentang pertandingan internasional. PSSI dinilai melanggar aturan level 2 dalam penyelenggaraan laga antar-konfederasi tersebut.

Kesalahan prosedur ini dipicu oleh keterlambatan PSSI dalam menyampaikan pemberitahuan pertandingan. Mengingat laga ini mempertemukan tim dari Asia (Indonesia) dan Afrika (Mali), ada protokol ketat yang harus diikuti.

Sebagaimana dikutip dari laman resmi AFC pada hari Kamis, pihak konfederasi memberikan pernyataan tegas terkait sanksi administratif ini.

“Federasi Sepak Bola Indonesia diperintahkan untuk membayar denda sebesar 1.500 dolar AS karena melanggar Pasal 11.15 Peraturan AFC yang mengatur pertandingan internasional,” demikian pernyataan AFC, dikutip dari Antara News pada Kamis (26/2/2026).

Laga yang menjadi pangkal persoalan tersebut sebenarnya sudah berlangsung pada November 2025 lalu. Pertandingan ini digelar dalam dua pertemuan (leg) di Stadion Pakansari, Bogor, sebagai bagian dari persiapan menuju SEA Games 2025.

Pertemuan pertama terjadi pada 15 November 2025, di mana Garuda Muda harus mengakui keunggulan Mali dengan skor telak 0-3. Saat itu, gol-gol Mali dicetak oleh Sekou Doucoure, Wilson Samake, dan Moulaye Haidara.

Pasukan Indonesia sebenarnya memiliki peluang melalui Mauro Zijlstra dan Rafael Struick, namun kegagalan konversi peluang membuat Indonesia harus menelan kekalahan pahit di kandang sendiri.

Evaluasi Teknis dan Rentetan Sanksi Awal Tahun

Memasuki leg kedua yang digelar antara tanggal 17 atau 18 November 2025, performa Timnas Indonesia U23 sebenarnya menunjukkan tren positif. Meski sempat tertinggal oleh gol cepat Sekou Kone, anak asuh Garuda mampu bangkit.

Mauro Zijlstra berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-38, disusul gol dari Rafael Struick pada menit ke-52 yang membawa Indonesia unggul 2-1. Namun sayang, keunggulan tersebut sirna setelah Sekou Kone mencetak brace di menit ke-70.

Pertandingan berakhir dengan skor imbang 2-2. Meski secara teknis ada perbaikan permainan, masalah administratif di balik layar justru menjadi "bom waktu" yang meledak di awal tahun 2026 ini.

Denda Rp25 juta ini bukanlah sanksi pertama yang diterima PSSI di tahun ini. Sebelumnya, pada 9 Februari 2026, AFC juga sudah menjatuhkan denda yang jauh lebih besar, yakni 14.000 dolar AS atau sekitar Rp230 juta.

Denda ratusan juta tersebut berkaitan dengan pelanggaran yang terjadi pada ajang Piala Asia Futsal AFC 2026. Hal ini menunjukkan adanya catatan evaluasi serius bagi manajemen PSSI dalam mengelola administrasi kompetisi dan laga internasional.

Kini, PSSI memiliki kewajiban untuk segera melunasi denda sebesar 1.500 dolar AS tersebut. AFC memberikan tenggat waktu paling lambat 30 hari sejak keputusan diterbitkan pada Kamis lalu.

Kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi federasi agar lebih teliti dalam urusan surat-menyurat dan perizinan internasional. Koordinasi antar-konfederasi merupakan hal krusial yang tidak boleh terlewatkan dalam agenda kalender FIFA.

CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak