Hobi

Online Gigs di Roblox: Cara Seru Komunitas Musik Bertahan dan Tumbuh

Online Gigs di Roblox: Cara Seru Komunitas Musik Bertahan dan Tumbuh
Salah satu kegiatan dalam Online Gigs (Dok. Pribadi/Leonardus Aji Wibowo)

Banyak orang mengenal Roblox sebagai game anak kecil dengan aktivitas seperti parkour atau sekadar naik gunung di dunia virtual. Namun di balik itu, platform ini justru berkembang menjadi ruang baru bagi komunitas musik untuk hidup dan tumbuh.

Sabtu malam, 4 April 2026, komunitas The Rompies menggelar acara Online Gigs di map Nature of Voice dalam Roblox. Acara ini menjadi bagian dari liputan kolaborasi yang memperlihatkan bagaimana ruang virtual bisa disulap menjadi panggung musik yang serius.

Meski berlangsung secara online, suasana yang dihadirkan terasa seperti konser sungguhan. Sekitar 50 peserta hadir dalam satu map untuk menyaksikan penampilan para talent yang membawakan berbagai lagu.

Acara dibuka dengan MC yang membangun suasana meriah sebelum masuk ke sesi “Happy Vibes”. Setelah itu, acara berlanjut ke sesi “Signature Talents” yang menjadi panggung utama bagi para anggota menunjukkan karakter vokal mereka.

Memasuki pertengahan acara, suasana berubah menjadi lebih santai lewat sesi Jazz & Acoustic. Perpindahan konsep ini membuat pengalaman menonton terasa lebih terarah dan tidak monoton.

Perwakilan komunitas The Rompies, Steve, menjelaskan bahwa komunitas ini awalnya terbentuk dari kebiasaan bernyanyi bersama di Roblox. “Komunitas The Rompies itu adalah komunitas digital entertainment, yang mana kita ingin fly higher together dan berkembang bersama,” ujarnya dalam wawancara.

Ia juga menambahkan bahwa komunitas ini tidak hanya fokus pada hiburan, tetapi juga pengembangan anggota. “Kita saling belajar bareng, termasuk gimana cara kita berkomunikasi sama audience saat live,” lanjutnya.

Saat ini, The Rompies memiliki puluhan anggota dari berbagai latar belakang, mulai dari paduan suara hingga band di dunia nyata. Hal ini menunjukkan bahwa ruang virtual mampu mempertemukan musisi dari berbagai pengalaman dalam satu komunitas.

Kegiatan mereka pun beragam, mulai dari jamming di Discord, battle sing, hingga mini konser di Roblox. Bahkan, mereka juga sering berpindah-pindah map untuk mencari audiens baru dan memperluas jangkauan.

Konsep online gigs sendiri lahir dari kebutuhan menghadirkan pengalaman yang lebih terstruktur dibanding sesi nyanyi biasa. “Biasanya kalau podcast itu mood-nya berantakan, jadi kita bikin online gigs yang ada rundown biar lebih terarah,” jelas Steve.

Acara ini juga menunjukkan bahwa membangun komunitas di dunia virtual tidak selalu sulit. Dengan persiapan sekitar satu minggu, The Rompies mampu menghadirkan acara yang terasa rapi dan profesional.

Meski begitu, tantangan tetap ada, terutama dari sisi teknis platform. Sistem moderasi kata di Roblox serta kendala jaringan menjadi hal yang harus diantisipasi selama acara berlangsung.

Di luar tantangan tersebut, Online Gigs menjadi bukti bahwa komunitas musik tidak harus bergantung pada panggung fisik. Dunia virtual justru membuka peluang baru untuk berkarya, berinteraksi, dan berkembang bersama.

Pada akhirnya, kegiatan ini menunjukkan bahwa Roblox bukan sekadar tempat bermain, tetapi juga ruang kreatif yang hidup. Komunitas seperti The Rompies berhasil membuktikan bahwa musik tetap bisa menyatukan orang, bahkan di dunia digital.

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda