Hobi
Pedas! Fabio Quartararo Sebut Yamaha Tak Tau Cara Atasi Masalah Yamaha V4
MotoGP 2026 sudah melewati 3 seri pertama musim ini, yakni GP Thailand, GP Brasil, dan GP Amerika. Para pembalap dan tim sudah menunjukkan performa mereka, ada yang memukau, ada juga yang masih tertinggal karena menyesuaikan dengan motor baru.
Sejauh ini, Aprilia dan 2 pembalapnya menjadi pusat perhatian karena performa gemilang mereka. Namun, ada 1 tim lagi yang penampilannya juga menarik untuk dibahas, yakni Yamaha.
Berbeda dengan Aprilia yang penampilannya hampir sempurna, Yamaha justru masih kesulitan untuk sekadar tampil 'baik'. Peralihan tipe mesin dari inline4 ke V4 menjadi penyebab utama para pembalap Yamaha kesulitan menghadapi motor M1 mereka.
Fabio Quartararo menjadi pembalap Yamaha yang paling vokal menyuarakan keluhan tentang performa motornya. Tidak sekali dua kali pembalap asal Prancis ini mengatakan bahwa ia kesulitan dengan motor terbaru Yamaha.
Baru-baru ini, setelah dilaksanakannya GP Amerika 2026, Quartararo kembali mengungkapkan kritik pedas terhadap timnya. Menurutnya, tim Yamaha sebenarnya tidak mengetahui bagaimana cara mengatasi masalah pada motor Yamaha V4.
"Saya sudah memperkirakan ini akan menjadi musim yang sangat panjang. Tim sebenarnya tidak tahu bagaimana cara memperbaiki semua masalah yang kami hadapi dengan motor ini," ujar Quartararo, dilansir dari laman Motorsport.
Hal ini diungkapkan Quartararo usai hasil memprihatinkan yang ditunjukkan 4 pembalap Yamaha di sesi balap utama MotoGP Amerika 2026 lalu, yakni finis di posisi 4 terakhir.
Toprak Razgatlioglu mengakhiri balapan di posisi ke-15, disusul rekan setimnya di Pramac, Jack Miller, di posisi ke-16. Sementara itu, Fabio Quartararo dan Alex Rins mengikuti di belakangnya di posisi 17 dan 18.
“Saya rasa tidak ada hal yang bisa dipetik dari balapan seperti ini. Kami benar-benar kesulitan pada hari Minggu dan motornya banyak berubah," tambahnya.
Lebih lanjut, Quartararo mengakui bahwa motornya tertinggal sangat jauh dari motor tim lain, jadi dia dan tim membutuhkan perubahan besar untuk bisa mengejar rival. Usaha Quartararo sendiri tidak cukup untuk memperbaiki posisi mereka.
“Saya mencoba melakukan sesuatu yang sedikit berbeda, bereksperimen selama balapan, karena pada akhirnya, kami tertinggal sangat jauh sehingga saya bisa mencoba beberapa detail kecil, tetapi jelas itu tidak berhasil," paparnya.
Tentu ini bukan hasil yang diinginkan oleh Yamaha, khususnya Fabio Quartararo sendiri. Di sisi lain, juara dunia MotoGP 2021 ini merasa bahwa dia dan tim harus tetap tenang dalam menghadapi situasi seperti ini.
Setelah ini, mereka masih memiliki waktu jeda hampir sebulan dan kesempatan uji coba di Jerez 1 kali. Quartararo berharap mereka bisa memanfaatkan waktu tersebut untuk beristirahat sejenak dan mencari solusi untuk dapat meningkatkan performa mereka di GP Spanyol yang akan datang.
“Tapi menurutku secara mental, kita perlu tetap tenang. Kita punya waktu libur lebih dari sebulan, jadi itu akan bagus untuk benar-benar melepaskan diri dari rutinitas," katanya.
Situasi ini jelas menjadi ujian sekaligus tantangan bagi Fabio Quartararo dan seluruh kru Yamaha. Adaptasi terhadap karakter mesin V4 bukan perkara yang mudah, apalagi ketika fondasi motor sebelumnya sudah sangat berbeda.
Namun di balik kesulitan tersebut, masih ada harapan jika tim mampu memaksimalkan waktu jeda dan sesi tes untuk menemukan arah pengembangan yang lebih tepat.
Momentum di seri berikutnya, terutama di MotoGP Spanyol, akan menjadi titik krusial bagi Yamaha untuk membuktikan bahwa mereka masih bisa kembali ke performa terbaik.
Pada akhirnya, perjalanan musim MotoGP 2026 masih panjang. Segala kemungkinan masih terbuka, baik untuk bangkit maupun semakin tertinggal. Kini, semuanya bergantung pada seberapa cepat Yamaha bisa berbenah dan menjawab kritik yang ada dengan performa nyata di lintasan.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS