Hobi
Akankah Max Verstappen Tinggalkan Red Bull? Ucapan Lama soal GP Kembali Disorot
Masa depan Max Verstappen bersama Red Bull Racing kembali menjadi perbincangan hangat di tengah dinamika Formula 1. Sejumlah perubahan internal tim serta mendekatnya era regulasi baru membuat posisi para pembalap bintang tak lepas dari spekulasi.
Di tengah situasi tersebut, perhatian publik tertuju pada satu sosok penting di balik performa Verstappen, yakni Gianpiero Lambiase. Hubungan keduanya yang sudah terjalin lama disebut menjadi salah satu faktor kunci konsistensi Red Bull dalam beberapa musim terakhir.
Spekulasi pun semakin menguat setelah pernyataan lama Verstappen terkait Lambiase kembali viral di media sosial. Banyak yang mulai mengaitkan ucapan tersebut dengan kemungkinan masa depan sang juara dunia, terutama jika terjadi perubahan dalam struktur tim.
Melansir RacingNews365 pada Selasa (14/04/2026), Verstappen pernah mengungkapkan kedekatannya dengan Lambiase dalam wawancara usai musim 2021. Ia menyebut hanya ingin bekerja dengan sosok yang telah mendampinginya sejak awal karier di Red Bull.
“Saya mengatakan kepadanya bahwa saya hanya ingin bekerja dengannya. Begitu dia berhenti, saya juga berhenti,” ujar Verstappen.
Pernyataan tersebut kini kembali menjadi sorotan dan memicu berbagai spekulasi. Meski begitu, konteks ucapan tersebut perlu dipahami sebagai bentuk loyalitas dalam momen emosional, bukan sebagai keputusan pasti terkait masa depan kariernya.
Melansir laman Formula 1 pada Selasa (14/04/2026), isu mengenai Lambiase turut mencuat seiring kabar rencana kepindahannya di masa depan. Kepindahan tersebut disebut tidak terjadi dalam waktu dekat, melainkan setelah masa kontraknya berakhir.
“Race engineer lama Max Verstappen, Gianpiero Lambiase, akan meninggalkan Red Bull pada 2028 dan pindah ke McLaren sebagai Chief Racing Officer.”
Di tengah kondisi ini, nama Verstappen juga kerap dikaitkan dengan sejumlah tim besar Formula 1. Mercedes-AMG Petronas Formula One Team menjadi salah satu tim yang disebut tertarik, dengan bos tim Toto Wolff beberapa kali mengakui ketertarikannya terhadap sang pembalap.
Selain itu, Scuderia Ferrari dan Aston Martin F1 Team juga kerap masuk dalam spekulasi sebagai potensi destinasi Verstappen, terutama menjelang perubahan besar regulasi mesin pada 2026.
Meski begitu, hingga kini belum ada pernyataan resmi yang mengarah pada kepindahan Verstappen dalam waktu dekat. Ia masih terikat kontrak jangka panjang bersama Red Bull, meskipun sejumlah laporan menyebut adanya klausul tertentu yang dapat memengaruhi masa depannya.
Peran Lambiase sendiri tetap menjadi salah satu aspek penting dalam perjalanan Verstappen di Formula 1. Sebagai race engineer, ia bertanggung jawab atas komunikasi strategis selama balapan, mulai dari pemilihan ban hingga keputusan krusial dalam situasi lomba.
Kedekatan profesional yang terbangun antara keduanya pun kerap dianggap sebagai salah satu fondasi kesuksesan Red Bull dalam beberapa musim terakhir. Hal ini pula yang membuat setiap isu terkait Lambiase berdampak langsung pada persepsi publik terhadap masa depan Verstappen.
Dengan berbagai dinamika yang masih berkembang, masa depan Verstappen di Red Bull masih menjadi tanda tanya. Untuk saat ini, tim asal Austria tersebut tetap menjadi tempat bernaung sang juara dunia, sambil menunggu bagaimana arah kariernya akan berkembang ke depan.