Hobi

Pecco Bagnaia Merasa Berada di Titik Terendah dalam Kariernya, Putus Asa?

Pecco Bagnaia Merasa Berada di Titik Terendah dalam Kariernya, Putus Asa?
Pecco Bagnaia (Instagram/@Pecco63)

MotoGP 2026 sudah memasuki paruh musim kedua, tapi beruntungan tampaknya belum berpihak pada Pecco Bagnaia. Sejauh ini, Pecco hanya mampu mengoleksi 143 poin dan berada di posisi 8 klasemen sementara.

Hal ini dikarenakan Pecco mengalami masalah cengkeraman ban belakang pada Ducati GP26 dan hari ini masalah tersebut semakin buruk.

Pecco tampak mengalami peningkatan di pertengahan musim, yakni saat dia meraih empat podium berturut-turut mulai GP Barcelona hingga GP Brno.

Namun, setelah MotoGP Inggris masalah tersebut kembali mencuat, faktanya mengalami akhir pekan yang sulit di Silverstone dan Aragon kemarin.

Dalam dua seri tersebut Pecco mengalami kecelakaan sehingga harus mengakhiri balapan lebih awal dan gagal mengumpulkan poin.

Di GP Aragon kemarin setelah terlempar dari posisi ketujuh pada lap keenam, Pecco Bagnaia mengaku belum bisa menjelaskan insiden yang membuatnya terjatuh di hari Minggu.

Saya baik-baik saja, tapi sayangnya saya kehilangan kendali bagian belakang saat menikung, dan kemudian bagian depan terkunci. Ini jenis kecelakaan yang berbeda dari yang terjadi di Silverstone, saya masih belum bisa menjelaskan kejadian itu," ujar Pecco, dilansir dari laman GPOne.

Lebih lanjut, Pecco juga mengungkapkan rasa frustrasi terkait dengan performanya di dua balapan terakhir yang semakin buruk dan membuatnya merasa berada di titik terendah dalam karier.

Pecco diketahui mengalami kemunduran performa sejak tahun 2025 dan menggunakan motor terbaru Ducati Desmosedici GP25.

Dia mengalami masalah pada hilangnya feeling pada bagian depan (front-end) motor Ducati GP25 serta masalah stabilitas dan traksi.

Masalah tersebut mengganggunya saat memasuki tikungan dan membuatnya kesulitan bersaing di papan atas. Akibatnya, Pecco gagal tampil maksimal seperti tahun -tahun sebelumnya dan harus puas finis di posisi kelima klasemen akhir MotoGP 2025.

"Semua ini memalukan dan menyedihkan; saya pikir ini adalah salah satu titik terendah dalam karier saya, karena saya tidak melihat jalan keluar dan situasinya justru semakin buruk dalam dua balapan terakhir," tambahnya.

Berikutnya, MotoGP akan menggelar balapan di Sirkuit Misano, Italia, yang merupakan kampung halaman Pecco dan Ducati.

Meskipun hasil 2 seri terakhir membuatnya kecewa hingga merasa hampir putus asa, Pecco berharap pada balapan di Misano nanti dia bisa menemukan solusi atas masalah ini dan meningkatkan performa.

Selain itu, dia berharap bisa finis di posisi 5 besar mengingat di GP Aragon kemarin dia sudah berada di P7 sebelum akhirnya terjatuh.

"Saya tidak tahu. Saya harap begitu! Balapan berikutnya, di Misano, akan sangat penting. Akan ada banyak penonton, dan saya harap kami dapat meningkatkan performa. Tentu saja, mengingat situasi saat ini, Misano bisa sangat menantang. Saya berharap dapat menemukan solusi sehingga saya dapat berjuang untuk finis di lima besar, yang seharusnya bisa dicapai," katanya.

Apa yang dialami Pecco Bagnaia di Ducati ini memang sangat disayangkan, mengingat bagaimana dulu dia bersinar hingga meraih dua gelar juara dunia bersama pabrikan Italia ini.

Lebih menyedihkan lagi saat mengetahui fakta bahwa Pecco akan berpisah dengan Ducati di akhir musim 2026 nanti. Pembalap bernomor 63 tersebut akan pergi ke Aprilia demi menemukan kembali gairah balapnya.

Ini tentu bukan keputusan yang mudah bagi Pecco, tapi sama seperti pembalap lain dia juga harus memikirkan masa depannya dengan mencari motor yang lebih sesuai dengan dirinya untuk bisa tampil maksimal.

Kalau menurut kalian, apakah Pecco Bagnaia bisa kembali bersinar setelah pindah ke Aprilia musim depan?

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda