Hobi
Aragon Menanti Marc Marquez: Mampukah Sang Raja Kembali Berjaya?
Seri MotoGP Aragon selalu identik dengan Marc Marquez. Pasalnya, pembalap 33 tahun tersebut memiliki catatan yang luar biasa yang tidak dimiliki oleh pembalap lain.
Marc telah berdiri di podium teratas di sirkuit ini sebanyak delapan kali, tujuh di antaranya diraih saat dia sudah berada di kelas utama, yakni 2013, 2016, 2017, 2018, 2019, 2024, dan 2025. Sementara 1 kemenangan lainnya di kelas Moto2 tahun 2011.
Tidak ada pembalap lain yang mendekati pencapaian Marc, ada 7 pembalap yang pernah menang di Aragon, tapi masing-masing meraih dua kemenangan di semua kategori.
Praktis Marc Marquez adalah favorit utama untuk menjuarai Grand Prix Aragon tahun ini, meskipun sempat mengalami mimpi buruk di GP Inggris kemarin.
The Baby Alien memang sempat mengalami situasi yang berat di awal musim karena efek cedera, Marc diketahui mengalami kecelakaan di MotoGP Indonesia 2025 yang menyebabkan bahunya cedera dan membuatnya absen di 4 seri terakhir musim lalu.
Kemudian, saat cedera tersebut belum pulih sepenuhnya Marc kembali mengalami kecelakaan di GP Prancis 2026, kondisinya pun sempat memburuk. Namun, Marc berhasil bangkit dan memenangkan beberapa balapan setelah itu.
Keyakinan bahwa Marc akan berjaya di Aragon didasarkan pada performanya di 2 seri, yakni GP Hungaria dan GP Sachsenring.
Dua sirkuit tersebut juga merupakan favorit Marc di mana dia selalu hampir tak terkalahkan, tahun ini dia juga berhasil menyapu bersih kemenangan di sesi sprint dan main race, serta menjadi comeback yang epik pasca absen.
Marc kini berada di posisi 4 klasemen sementara dan tertinggal 40 poin dari pemimpin klasemen, meskipun terdengar kurang menarik, karena biasanya Marc berposisi sebagai pemuncak klasemen, tapi ini adalah pencapaian luar biasa Marc tahun ini selain memenangkan balapan.
Akibat performa yang kurang maksimal di awal musim, Marc Marquez sempat tertinggal 101 poin. Kemudian peningkatan performa jelang jeda musim panas kemarin membuatnya berhasil mengejar ketertinggalan.
Hal-hal seperti inilah yang membuat Marc Marquez tidak bisa dikesampingkan begitu saja, hal ini diakui oleh Jorge Martin.
Penyataan tersebut dilontarkannya saat ditanya siapa di antara Marc Marquez dan Marco Bezzecchi yang dia anggap sebagai saingan teberat musim ini, kemudian Martin menjawab keduanya.
“Saya rasa mereka berdua sangat kompetitif. Kita sudah mengenal Marc, saya tidak perlu mengatakan apa pun lagi," ujar Martin, dilansir dari laman MotoGP News.
Di sisi lain, jelang GP Aragon ini, CEO Aprilia, Massimo Rivola, memberi pernyataan yang menarik menyangkut Marc Marquez.
Pernyataan tersebut sebenarnya ditujukan kepada dua pembalap Aprilia, Jorge Martin dan Marco Bezzecchi, tapi secara tidak langsung juga memberi tekanan pada Marc.
“Kita tahu bahwa Aragon adalah trek yang cocok untuk Marc. Masih ada 370 poin yang bisa diraih, tetapi Aragon dapat memberi kita gambaran tentang siapa yang akan menjadi penantang gelar sejati di masa depan," ungkap Rivola.
Di sini Rivola mengatakan bahwa Aragon adalah sirkuit favorit Marc Marquez yang hampir selalu dia menangkan. Jika salah satu pembalapnya bisa menaklukkan Aragon dan Marc Marquez akhir pekan ini, maka dialah yang dianggap lebih unggul dalam perebutan gelar juara dunia karena telah mematahkan Sang Raja Aragon.
Alih-alih memuji dominasi Marc di Aragon, pernyataan Rivola seolah juga memberi tantangan untuk Marc agar dia bisa membuktikan diri apakah masih layak untuk bersaing di kejuaraan, atau justru kalah dari dua rival terbesarnya musim ini.
Dengan ini, GP Aragon 2026 bukan sekadar memberi kesempatan bagi Marc Marquez untuk kembali mempertegas dominasinya di sirkuit favoritnya, tapi juga menjadi ujian untuk melihat seberapa kuat dirinya dalam persaingan gelar musim ini.