Hobi
FIFA ASEAN Cup: Pertaruhan Hidup-Mati Bagi John Herdman di Timnas Indonesia
Beberapa saat lagi, ajang FIFA ASEAN Cup 2026 akan resmi digelar. Melansir dari laman aseanutdfc.com, turnamen ini sendiri merupakan gagasan yang diluncurkan oleh induk organisasi sepak bola dunia atau FIFA bersama federasi sepak bola Asia tenggara atau AFF guna menjadi salah satu turnamen yang masuk ke dalam kalender resmi FIFA.
Berbeda dengan ajang ASEAN Cup yang sudah lebih dari 20 tahun digelar oleh AFF, turnamen FIFA ASEAN Cup ini sendiri resmi dimasukkan ke dalam kalender event FIFA. Oleh karena itu, setiap kontestan yang berpartisipasi di dalamnya bisa memanggil deretan pemain terbaiknya termasuk para pemain yang berkompetisi di benua Eropa.
Tentunya kehadiran turnamen ini sendiri menjadi sebuah peluang besar bagi timnas Indonesia yang hampir 80% skuad utamanya berkarier di benua Eropa. Pasalnya, skuad timnas Indonesia memang cukup kesulitan tampil dengan kekuatan penuh di ajang AFF Cup atau ASEAN Cup dikarenakan turnamen tersebut tak masuk ke dalam kalender resmi FIFA.
Dengan hadirnya turnamen FIFA ASEAN Cup, tentunya timnas Indonesia berpeluang meraih gelar juara dikarenakan bisa menurunkan seluruh pemain terbaiknya. Namun, di sisi lain turnamen ini sendiri juga menjadi pertaruhan hidup dan mati bagi pelatih timnas Indonesia, yakni John Herdman.
Mengapa turnamen FIFA ASEAN Cup 2026 kali ini menjadi sangat penting bagi sosok John Herdman?
Jika John Herdman Gagal di FIFA ASEAN Cup, Dirinya Berpeluang Dipecat oleh PSSI
Turnamen FIFA ASEAN Cup 2026 yang akan dimulai pada akhir bulan September 2026 ini memang menjadi sebuah pertaruhan karier bagi John Herdman di timnas Indonesia. Melansir dari laman resmi PSSI (pssi.org), timnas Indonesia memang ditargetkan mampu meraih gelar juara di turnamen kali ini usai gagal di ajang ASEAN Hyundai Cup 2026 kemarin.
Performa buruk timnas Indonesia di turnamen ASEAN Hyundai Cup 2026 lalu memang menjadi pil pahit bagi penggemar timnas Indonesia. Pasalnya, alih-alih mampu meraih gelar juara, timnas Indonesia yang notabene memegang predikat sebagai tim dengan market value termahal di turnamen kemarin justru gagal lolos dari fase grup setelah hanya menempati peringkat ke-3 di grup A.
Sontak, kegagalan tersebut membuat banyak pihak menyoroti John Herdman selaku pelatih timnas Indonesia. Mantan pelatih timnas Kanada tersebut dianggap gagal memenuhi ekspektasi baik dari federasi hingga fans timnas Indonesia. Usai kegagalan tersebut, banyak pihak yang memprediksi jikalau John Herdman kembali gagal di ajang FIFA ASEAN Cup 2026 nanti, kariernya di timnas Indonesia bisa diakhiri lebih cepat oleh PSSI.
Tentunya ajang FIFA ASEAN Cup 2026 kali ini memang layak menjadi pertaruhan hidup-mati bagi karier John Herdman di timnas Indonesia. Jika dirinya kembali gagal membawa timnas Indonesia meraih prestasi atau minimal tampil spektakuler di turnamen kali ini, bisa dipastikan kariernya di timnas Indonesia sangat tidak aman.
Akan tetapi, jika dirinya mampu membawa timnas Indonesia meraih gelar juara di turnamen FIFA ASEAN Cup 2026 nanti, dirinya bisa saja menjadi salah satu pelatih yang dicatat sejarah sepak bola Indonesia mampu memberikan gelar juara di level senior di kawasan regional. Tentunya hal ini tidaklah mudah bagi John Herdman.
Target PSSI yang menginginkan timnas Indonesia meraih gelar juara pertama kalinya di level Asia tenggara memang cukup realistis. Namun, hal yang tidak boleh disepelekan adalah kontestan-kontestan lainnya di turnamen kali ini dipastikan akan menurunkan skuad terbaiknya guna mendapatkan hasil maksimal.
Jadi, bagaimanakah nasib dari John Herdman nantinya? Mungkin hanya waktu dan hasil di FIFA ASEAN Cup 2026 yang bisa menjawabnya.