Hobi

Jadi Rekan Setim, Marc Marquez Prediksi Bakal Dikalahkan oleh Pedro Acosta

Jadi Rekan Setim, Marc Marquez Prediksi Bakal Dikalahkan oleh Pedro Acosta
Marc Marquez dan Pedro Acosta (Instagram/motogp)

Pembalap Ducati, Marc Marquez, baru-baru ini memberikan pernyataan bahwa calon rekan setimnya musim depan, Pedro Acosta, adalah pembalap yang bisa mengalahkannya.

Pedro Acosta yang baru saja menang di balapan MotoGP Austria 2026 kemarin memang memiliki talenta yang luar biasa, ini sudah terlihat sejak dia baru bergabung di MotoGP tahun 2024 lalu.

Setelah berusaha begitu keras hari yang dinanti selama hampir 3 tahun akhirnya datang juga, Acosta berhasil memenangkan balapan Grand Prix pertamanya.

Hal ini sekaligus mewujudkan keinginan Acosta untuk menang sebelum meninggalkan KTM di akhir musim nanti. Pembalap asal Spanyol tersebut diketahui bakal pindah ke Ducati musim depan.

Bicara soal karier Pedro Acosta di Ducati, Marc Marquez telah memberikan pernyataan sekaligus prediksi bahwa rekan senegaranya tersebut akan bersinar, bahkan bisa mengalahkan dirinya.

Saya rasa dia (Acosta) adalah pembalap yang mampu mengalahkan saya. Jelas, kami selalu memiliki hubungan yang baik dengan Ducati , dan kami tetap berhubungan," ujar Marc, dilansir dari laman GPOne.

Hal ini sudah dipikirkannya sejak pertama kali dia diberitahu oleh Ducati bahwa tim asal Borgo Panigale tersebut sedang mempertimbangkan Acosta untuk didatangkan musim depan.

Pernyataan ini menarik mengingat selama ini Marc lah yang mengalahkan rekan setimnya, mulai dari Dani Pedrosa, Jorge Lorenzo, Alex Marquez, bahkan Pecco Bagnaia.

Semua pembalap-pembalap hebat itu tenggelam dalam bayangan Marc Marquez saat berada di tim yang sama, Marc selalu dominan dan memperoleh hasil yang unggul.

Dengan mengatakan bahwa Pedro Acosta bisa mengalahkannya, itu artinya Acosta adalah pembalap dengan talenta luar biasa yang akan bersinar di Ducati.

Secara skill, Pedro Acosta memang memiliki kemampuan yang baik, gaya balap yang agresif dan tak kenal takut, hampir sama seperti Marc di masa muda. Acosta juga unggul dari segi usia yang jauh lebih muda dari Marc.

Sayangnya, selama ini dia jarang bersaing di barisan depan karena faktanya motor RC16 milik KTM belum bisa menyaingi Desmosedici dan RSGP.

"Pertama kali mereka memberi tahu saya bahwa mereka mempertimbangkan kemungkinan ini, saya langsung berkata, 'Dia adalah pembalap yang tepat.' Pedro akan menjadi salah satu nama besar tahun depan dan di masa depan. Dia bisa belajar banyak tentang cara mengendarai Ducati," tambahnya.

Tak berhenti di situ, apakah dengan mengakui Pedro Acosta adalah pembalap hebat itu berarti Marc Marquez sudah memastikan kekalahannya musim depan? Tentu tidak.

Bukan Marc Marquez namanya kalau menyerah begitu saja pada kenyataan. Kendati mengatakan dia bisa dikalahkan oleh Pedro Acosta musim depan, Marc juga menjelaskan akan tetap berupaya memberikan yang terbaik, meskipun dia sudah berusia 34 tahun tahun depan.

"Dia akan memiliki gayanya sendiri, tetapi saya tidak akan mengubah gaya saya. Saya akan berusia 34 tahun tahun depan. Saya Marc, saya akan memberikan 100%, dan kita lihat saja nanti," katanya optimistis.

Acosta boleh unggul secara usia dan memiliki kemampuan yang baik, tapi Marc Marquez, yang meskipun lebih tua tapu juga lebih berpengalaman, hadir sebagai guru sekaligus ancaman baginya.

Banyak orang yang sudah tidak sabsr menyaksikan kedua pembalap hebat ini berada dalam satu tim, dengan karakter dan gaya balap yang berbeda, menarik melihat bagaimana mereka akan saling beradaptasi ketika berada di garasi yang sama.

Kalau menurut kalian, apakah prediksi Marc Marquez bahwa dia bisa dikalahkan oleh Pedro Acosta benar-benad akan terjadi?

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda