Hobi
Ada Format Baru di MotoGP 2027, Begini Respon Marc Marquez dan Jorge Martin
MotoGP bakal menghadirkan perubahan format pada musim 2027. Salah satu yang menjadi sorotan adalah rencana penambahan sesi kualifikasi khusus untuk menentukan posisi start Sprint Race. Rencana ini mendapat tanggapan dari Marc Marquez dan Jorge Martin menjelang MotoGP Indonesia 2026 di Sirkuit Mandalika, Lombok.
Marc Marquez yang kini membela Ducati memilih tidak banyak berkomentar soal perubahan tersebut. Meski begitu, ia menyoroti jadwal balapan yang menurutnya sudah cukup padat dan menguras tenaga para pembalap.
Marc Marquez Pertanyakan Tujuan Perubahan
Dalam konferensi pers menjelang MotoGP Indonesia 2026, Marquez mengaku ingin memahami lebih dulu alasan di balik perubahan format tersebut. Menurutnya, tambahan sesi bisa membuat akhir pekan balapan semakin berat bagi para pembalap.
"Ya, masalahnya, menarik untuk memahami apa tujuan utama dari perubahan itu karena bagi pebalap, hal itu justru terasa lebih intens dan lebih berat," ujar Marquez.
Ia juga menilai jadwal yang berlaku saat ini sebenarnya sudah cukup menuntut. Karena itu, penambahan sesi baru perlu mempertimbangkan kondisi para pembalap yang harus menjalani rangkaian latihan, kualifikasi, Sprint Race, hingga balapan utama.
"Dengan jadwal saat ini saja, itu sudah cukup. Tapi bukan kami yang memutuskan. Keadaannya memang seperti ini dan kami harus diam saja," imbuhnya.
Marquez turut menyinggung penerapan Sprint Race beberapa tahun lalu. Menurutnya, ketika format tersebut diperkenalkan, para pembalap belum memiliki perkumpulan resmi untuk menyampaikan aspirasi secara kolektif.
Ia pun menilai keputusan mengenai format kompetisi pada akhirnya berada di tangan tim dan pihak penyelenggara.
"Maksud saya, tim dan organisasi-lah yang memutuskan. Jadi, Anda terima atau tinggalkan. Ya, begitulah adanya," ungkap Marquez.
Jorge Martin Sependapat dengan Marquez
Pendapat serupa disampaikan Jorge Martin. Pembalap Aprilia yang memimpin klasemen sementara MotoGP 2026 itu mengaku sependapat dengan Marquez mengenai situasi yang dihadapi para pembalap.
"Saya sangat sependapat dengan Marc," ujar Martin.
Ia menegaskan bahwa persoalannya bukan sekadar suka atau tidak suka terhadap jadwal baru. Martin juga merasa para pembalap belum mendapat cukup ruang untuk menyampaikan pendapat sebelum perubahan diputuskan.
"Kondisinya memang seperti itu. Tidak ada yang bisa kita lakukan sampai kami, katakanlah tidak lagi bersatu. Bukan soal apakah saya suka atau tidak dengan jadwal tersebut."
Meski menyampaikan kritik, Martin mengaku tetap penasaran dengan format yang akan diterapkan pada 2027. Ia hanya berharap penyelenggara lebih terbuka terhadap masukan dari para pembalap.
"Saya penasaran dan ini akan menarik. Namun, saya merasa mereka bahkan tidak meminta pendapat kami. Alangkah baiknya jika pihak penyelenggara menunjukkan kepedulian terhadap para pembalap," tambahnya.
Apa yang Berubah pada MotoGP 2027?

Salah satu perubahan yang direncanakan adalah adanya sesi kualifikasi terpisah untuk menentukan posisi start Sprint Race. Dengan format tersebut, penentuan grid Sprint Race akan memiliki sesi tersendiri, berbeda dari kualifikasi untuk balapan utama.
Perubahan ini menjadi bagian dari penyesuaian format akhir pekan MotoGP mulai 2027. Namun, tambahan sesi tersebut juga memunculkan pertanyaan mengenai padatnya jadwal yang harus dijalani para pembalap.
Bagi Marquez dan Martin, persoalannya bukan hanya bagaimana format baru itu berjalan, tetapi juga apakah pihak penyelenggara sudah mempertimbangkan masukan dari orang-orang yang menjalani balapan secara langsung.
Kini tinggal menunggu bagaimana penerapan format tersebut pada musim 2027. Apakah perubahan ini bakal membuat persaingan Sprint Race semakin menarik, atau justru menambah beban para pembalap? Jawabannya baru akan terlihat setelah aturan baru benar-benar diterapkan tahun depan.