Hobi
Call of Duty: Modern Warfare 4 Siapkan DMZ yang Jauh Lebih Ambisius
Call of Duty: Modern Warfare 4 akan membawa kembali DMZ, mode extraction shooter yang kali ini diposisikan sebagai salah satu bagian penting dari game.
Berbeda dari versi beta di Modern Warfare II (2022), DMZ baru dirancang lebih luas, dengan progression terpisah, markas yang bisa dikembangkan, misi beragam, dan risiko kehilangan perlengkapan saat gagal keluar dari medan operasi.
Menurut artikel IGN, Infinity Ward ingin mengubah DMZ menjadi “action extraction shooter” yang lebih intens, menempatkan pertempuran dan ancaman sebagai fokus utama, bukan sekadar menjelajahi map sambil mengumpulkan loot. Musuh AI, boss, dan pemain lain dapat membuat setiap deployment berbahaya.
Tingkat ancaman juga dapat meningkat akibat tindakan pemain: membuat banyak keributan bisa menarik perhatian musuh, sementara pendekatan stealth dengan senjata berperedam dan takedown jarak dekat memberi peluang menghindari bentrokan besar.
Risiko tersebut berkaitan dengan sistem Operator. Karakter yang digunakan pemain dapat dibangun dan dinaikkan levelnya, tetapi kematian membuat pemain harus membayar untuk mengembalikannya. Sejumlah barang hasil looting juga dapat hilang permanen jika pemain mati atau menjatuhkannya.
Bahan yang berhasil dibawa pulang bisa digunakan di 3D printer untuk membuat perlengkapan, termasuk armor plates, consumables, dan gear lain. Sepanjang penjelasan gameplay, Infinity Ward juga memperlihatkan variasi ancaman seperti drone, patroli kendaraan dan helikopter, tank, serta musuh yang lebih kuat. Beberapa area memiliki threat level berbeda, sehingga pemain perlu mempertimbangkan apakah akan bergerak agresif atau lebih berhati-hati.
DMZ akan berlangsung di Haijin, sebuah map yang digambarkan sebagai zona eksklusi nuklir yang dilanda perang di perbatasan Korea Utara dan Korea Selatan. Pemain berperan sebagai aset CIA yang beroperasi di luar jalur resmi dan harus mencari teknologi militer bernilai tinggi.
Sebelum masuk ke pertandingan, pemain bisa memilih jenis misi lewat deployment screen, atau langsung terjun tanpa objektif agar dapat menemukan tugas saat menjelajah. Selain story missions yang berlangsung di tengah match, tersedia Dynamic Operations dan free roam untuk memberi variasi cara bermain.
Di luar pertandingan, pemain kembali ke Forward Operating Base (FOB), sebuah markas yang berfungsi sebagai pusat persiapan sekaligus progression. Di sana, pemain dapat mengelola Operator, menyusun loadout, memodifikasi senjata, menguji perlengkapan di firing range, menerima Orders, membuka loot packs, serta mengolah material menjadi item melalui 3D printer. FOB juga menyediakan vendor untuk membeli senjata dengan uang dalam game, tempat memajang dog tags, papan peringkat pemain PvP, dan informasi mengenai boss AI.
Melansir dari laman Eurogamer, DMZ diperlakukan Infinity Ward sebagai pilar utama Modern Warfare 4 dengan progression mandiri 70 level, ekonomi persisten untuk uang dan material crafting, serta FOB sebagai pusat persiapan. Meski mode ini punya sistem sendiri, progression senjata tetap terhubung dengan multiplayer dan Warzone. Dalam laporannya, PC Gamer menggambarkan DMZ sebagai game lengkap di dalam Modern Warfare 4, yang menggabungkan peran sebagai aset CIA, pencarian teknologi militer, berbagai tipe misi, loot persisten, dan FOB yang terus berkembang.
Infinity Ward juga menjanjikan dukungan setelah peluncuran, termasuk perubahan map dan dynamic weather yang dapat berbeda pada tiap season. Artinya, pengalaman di Haijin tidak akan sepenuhnya statis setelah game dirilis. DMZ akan tersedia saat Call of Duty: Modern Warfare 4 dirilis pada 23 Oktober untuk PC, PlayStation 5, Xbox Series X/S, dan Nintendo Switch 2. Berbeda dari DMZ di Modern Warfare II, mode baru ini tidak akan dirilis sebagai free-to-play.