Hobi
Ambisi Besar PSSI di Piala Asia 2027: 10 Pemain Naturalisasi Jadi Senjata Rahasia?
Usai menjuarai ajang FIFA ASEAN Cup 2026 beberapa waktu yang lalu, timnas Indonesia kini mulai mengalihkan fokusnya ke ajang yang lebih bergengsi, yakni Piala Asia 2027. Melansir dari laman resmi AFC (the-afc.com), turnamen sepak bola terbesar di kawasan benua Asia tersebut akan mulai bergulir pada bulan Januari 2027 mendatang.
Timnas Indonesia sendiri yang pada edisi Piala Asia 2023 sukses melaju ke babak 16 besar tentunya kembali memasang target tinggi di turnamen edisi 2027 nanti. Tak tanggung-tanggung, PSSI sendiri menargetkan anak asuh John Herdman mampu melaju hingga babak perdelapan final atau babak perempat final.
Guna memenuhi target tersebut, PSSI saat ini dikabarkan tengah memantau sejumlah pemain diaspora atau keturunan Indonesia yang sedang berkarier di benua Eropa. Melansir dari laman Instagram @arsiptimnas, tak tanggung-tanggung, menurut pemaparan pelatih timnas Indonesia, John Herdman menyebut jika ada 10 pemain naturalisasi baru yang berpeluang memperkuat timnas Indonesia di masa yang akan datang.
“Saat ini, ada 10 pemain dalam daftar pantauan kami. Namun, angka 10 ini berkaitan dengan proses diskusi jangka panjang. Sulit untuk memastikannya, karena ekspektasi negara ini sangat tinggi. Jadi, untuk saat ini, prinsip saya adalah tidak terlalu banyak berjanji, tetapi berusaha memberikan hasil yang melampaui harapan,” ujar John Herdman.
Jumlah hingga 10 pemain tersebut tentunya merupakan sebuah angka yang sangat fantastis jikalau benar-benar semua pemain tersebut akan dinaturalisasi ke depannya. Pasalnya, saat ini timnas Indonesia memang sudah memiliki sekitar belasan pemain yang telah menjalani proses naturalisasi dan membela skuad Garuda.
Lebih lanjut lagi, John Herdman menyebut jika dirinya dan timnya sudah melakukan pemantauan terhadap beberapa nama pemain yang memiliki peluang bermain di timnas Indonesia. Bahkan, ada beberapa nama yang juga berkarier di Liga Indonesia.
“Kami terus melakukan pemantauan setiap minggunya. Jadi, kami memiliki tim yang memantau di dalam negeri maupun di luar negeri untuk mendatangkan pemain-pemain terbaik yang memiliki darah Indonesia,” imbuh John Herdman.
Lantas, apakah menaturalisasi pemain yang memiliki darah keturunan tersebut merupakan langkah yang tepat bagi timnas Indonesia?
PSSI Tidak Boleh Asal Menaturalisasi Pemain Demi Menjaga Kualitas Permainan Timnas
Program naturalisasi yang dilakukan oleh timnas Indonesia sejatinya sudah muncul pada tahun 2009 silam. Kala itu, nama penyerang asal Uruguay, Cristian Gonzales menjadi pemain naturalisasi pertama yang membela timnas Indonesia. Usai Cristian Gonzales, timnas Indonesia hampir setiap tahunnya kedatangan pemain naturalisasi baru yang kemudian membela skuad Garuda.
Bahkan, dalam lima tahun terakhir, program naturalisasi timnas Indonesia juga semakin gencar menyasar para pemain diaspora atau keturunan Indonesia yang berkarier di benua Eropa. Hal ini tentunya memiliki target agar kualitas permainan skuad Garuda kian mengalami peningkatan.
Lantas, rumor PSSI yang menargetkan 10 pemain naturalisasi baru tersebut apakah sesuai dengan kebutuhan di timnas Indonesia? Faktanya, proses naturalisasi memang sah-sah saja jika dilakukan selama masih memenuhi syarat dan aturan dari FIFA. Namun, yang menjadi krusial adalah apakah kualitas para pemain naturalisasi tersebut bisa mengangkat performa tim nasional?
Pasalnya, selama lebih dari satu dekade program naturalisasi di timnas Indonesia, tak semua pemain tersebut bisa memberikan dampak positif bagi skuad Garuda. Bahkan, ada yang tak pernah merasakan berseragam timnas Indonesia dikarenakan kalah saing dengan pemain lainnya.
Inilah yang harus diperhatikan oleh PSSI agar tidak melakukan proses naturalisasi secara asal-asalan. Tentunya diharapkan jika para pemain naturalisasi tersebut nantinya bisa memberikan dampak positif sekaligus prestasi bagi timnas Indonesia.