Kolom
Pengaruh Globalisasi Terhadap Nilai-nilai Pancasila
Beberapa waktu lalu, saat saya sedang menyapu halaman, tidak sengaja melihat para remaja yang sedang asyik bermain handphone.
Saat mereka asyik bermain handphone, tiba-tiba salah satu dari mereka dipanggil oleh ibunya, disuruh untuk pulang karena belum mencuci pakaian. Namun, balasan dari anak perempuan itu membuat saya kaget dan bahkan saya tidak percaya dengan apa yang diucapkan anak tersebut kepada ibunya.
Bukan hanya itu, saya pun bereaksi kebingungan melihat ibunya diam saja tanpa berkata apapun atau memarahi anaknya, ibunya hanya diam.
Teknologi yang semakin canggih membuat anak-anak tersebut kecanduan dalam dunia gadget. Mereka sampai lupa akan kewajibannya. Tidak sopan, tidak menghormati orang tuanya, mungkin itu akibat dari pengaruh negatif globalisasi. Sehingga etika seharusnya diajarkan sejak dini oleh orang tuanya.
Anak biasanya menirukan kegiatan orang tuanya, maka dari itu orang tua seharusnya melakukan kegiatan yang mampu memberikan arti etika baik dan mampu dimengerti oleh si anak. Dengan didikan yang baik anak tersebut akan menjadi anak yang sopan kelak serta anak tersebut juga harus mempunyai iman yang kuat. Sehingga, mampu melawan pengaruh buruk globalisasi.
Era globalisasi banyak memunculkan berbagai alat teknologi modern yang mendatangkan budaya luar masuk ke Indonesia dan menjadi suatu hal yang bisa di ikuti . Masuknya era globalisasi ini membuat banyaknya fenomena di mana sudah tidak adanya batasan, yang seakan memudar dikarenakan terjadi berbagainya perkembangan di segala aspek kehidupan, khususnya dibidang ilmu pengetahuan dan teknologi.
Sehingga saat ini kebanyakan masyarakat itu tumbuh di atas kepribadian bangsa asing. Mereka kehilangan jati diri yang sudah jelas tergambar dari nilai-nilai luhur Pancasila. Pemahaman masyarakat terhadap pancasila sudah sangat berbeda jauh.
Pengaruh globalisasi terhadap pancasila ialah berdampak pada bangsa dan individu. Salah satu nya munculnya sifat sikap Individualistik. Masyarakat merasa dimudahkan dengan teknologi maju membuat mereka merasa tidak lagi membutuhkan orang lain dalam beraktivitasnya.
Kadang mereka lupa bahwa mereka adalah makhluk sosial, Gaya Hidup Kebarat-Baratan. Tidak semua budaya Barat baik dan cocok diterapkan di Indonesia. Budaya negatif yang mulai menggeser budaya asli adalah anak tidak lagi hormat kepada orang tua, kehidupan bebas remaja, dan lain-lain, kesenjangan sosial.
Globalisasi banyak berdampak negatif bagi pancasila. Namun tentu masih terdapat juga dampak positif dari globalisasi, seperti adanya globalisasi dalam budaya menyebabkan pergeseran nilai dan sikap masyarakat yang semula irasional menjadi rasional.
Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi masyarakat menjadi lebih mudah dalam beraktivitas dan mendorong untuk berpikir lebih maju.
Kita sebagai warga negara indonesia tentunya harus tetap menjaga dan melestarikan pancasila dengan cara menerapkan dan menjalani nilai-nilai pancasila, memahami apa pentingnya pancasila, serta menanamkan pada diri sendiri bahwa pancasila merupakan jati diri bangsa yang harus di pertahankan kekokohannya. Dengan menjalankan hal tersebut, di harapkan Pancasila tetap menjadi pandangan yang memiliki nilai besar di dalam negara dan tidak akan pernah luntur meski perkembangan zaman terus berubah