Kolom

Harapan dan Semangat Baru di Tahun Baru

Harapan dan Semangat Baru di Tahun Baru
ilustrasi harapan (Pixabay.com)/Wokandafix

Penghujung tahun 2021 banyak orang yang diliputi perasaan yang bercampur aduk. Walaupun masih sama seperti akhir tahun 2020 bahwa perayaan tahun baru di dunia masih dibayangi oleh suasana pandemi.  Namun awal 2021 yang optimis, beberapa harapan dan rencana terpaksa berlalu seperti asap api unggun yang membumbung tinggi lalu terbang menghilang tanpa bekas.

Kondisi membaik yang diberitakan banyak memberikan kegembiraan dan harapan. Optimisme cukup memberikan energi perjuangan dan senyuman. Tetapi ternyata tidak semua fakta diketahui dengan utuh. Bahwa meskipun kondisi membaik, itu  tidak dapat menyelamatkan semua perusahaan yang mengalami kerugian terlalu besar.

Ada sebuah perusahaan yang tampak baik-baik saja  ternyata begitu terguncang di dalam. Setelah sekian bulan terseok-seok membangun kembali kekacauan finansial, tetap tak bisa melepaskan diri dari skema kerugian yang masih akan terus bertambah besar. Pilihan pahit adalah bahwa harus mengurangi biaya. Termasuk biaya SDM. Dan mau tak mau perusahaan memutuskan mengurangi jumlah SDM.

Semua departemen kehilangan beberapa pekerja. Seleksi dilakukan untuk menentukan siapa yang tinggal siapa yang pergi. Aura kecemasan dan kekhawatiran berubah menjadi kekecewaan dan amarah bagi yang gagal saat membaca pengumuman yang  terpampang. Orang-orang yang tadinya tampak ramah, baik dan berkelas tiba-tiba menunjukkan karakter yang berbeda. Tak bisa disalahkan, tekanan kehilangan pekerjaan bukanlah hal enteng.

Kegaduhan melanda departemen yang kehilangan pekerjaan. Pihak yang kecewa tanpa tahu harus menyalahkan siapa memilih menebar rasa kecewa dengan berbagai cara. Ada yang sengaja meninggalkan pekerjaan terbengkalai seolah untuk menghukum perusahaan, padahal yang terkena imbas adalah rekan kerjanya yang tak punya andil dalam kegagalan tesnya. Ada yang gencar memasang status di media sosial mengatakan banyak hal buruk bahkan caci maki. Hal yang tidak saja justru merusak karakternya sendiri namun juga melukai hati rekan-rekannya yang sesungguhnya juga merasakan kesedihan akan kejadian ini.

Tetapi tidak semua demikian, banyak yang berbesar hati dan berusaha menerima walau berat dan dengan berurai airmata. Mereka memilih berpamitan baik-baik dan berharap silahturahmi tetap terjalin. Keinginan yang sama dari rekan kerja yang ditinggalkan. Yang melepas mereka dengan pelukan erat mengharukan dan rasa terima kasih telah menjadi bagian dari perjalanan mereka selama ini. Mereka juga ikut terluka.  Dari sekian cerita penerima surat PHK , ada beberapa yang menarik untuk disimak. Seperti yang akan dikisahkan berikut ini.

Sebut saja namanya Novi yang telah bertahun-tahun menjadi petugas kebersihan melalui vendor. Ia harus mengalami PHK juga tepat pada akhir tahun. Sementara suaminya telah lebih dulu kehilangan pekerjaan beberapa bulan sebelumnya. Hal yang tak bisa membendung haru adalah bahwa ketika Novi mengetahui pengumumannya seminggu sebelum akhir tahun, itu bukanlah hal mudah. Kaget sudah pasti, bahkan rekannya ada yang histeris tak terima. Esoknya si teman tak sudi datang dan memilih melampiaskan amarah dengan meninggalkan pekerjaannya yang masih tersisa beberapa hari. Tetapi tidak dengan Novi, ia tetap datang dengan tegar memenuhi tanggung jawabnya.

Ketika ditanya mengapa ia memilih berbeda, ia menjawab lugu bahwa tak boleh kita mengingkari tanggung jawab dan bahwa ia hanya menjalankan kewajiban. Raut wajahnya yang polos seperti tanpa beban mengundang penasaran  dan pertanyaan lanjutan apakah ia sudah punya rencana cadangan menghadapi situasi ini.

Novi menjawab bahwa ia masih menerima  tunjangan sekian persen dari 6 bulan gajinya dan sambil mencari-cari peluang ia berkata bahwa dengan tunjangan itu ia dan keluarganya akan baik-baik saja, setidaknya dalam enam bulan ke depan. Dan ia meminta didoakan akan memperoleh kemudahan dalam usahanya mencari penghidupan nanti.

Novi, seorang cleaning service berpikiran sederhana. Ia tak menyadari pelajaran yang dia berikan kepada orang-orang di sekitarnya. Betapa dengan sederhana ia menunjukkan arti  keyakinan, optimisme, positive thinking bahkan komitmen dan integritas. Semoga kesabaran dan semangatnya akan membawa berkah baginya dan keluarganya.

Tahun baru harapan baru, semoga kali ini harapan baik dapat berkembang menjadi kenyataan yang memberikan kebaikan bagi semua orang. Selamat tahun baru !

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda