Kolom

Nggak Mau Overthinking, Tapi Kepikiran: Masalah Klasik Saya saat Otak Sibuk

Nggak Mau Overthinking, Tapi Kepikiran: Masalah Klasik Saya saat Otak Sibuk
ilustrasi overthinking (Pexels/KATRIN BOLOVTSOVA)

Apa kamu pernah bilang ke diri sendiri, “Udah, nggak usah dipikirin,” tapi beberapa menit kemudian pikiran itu balik lagi? Saya pernah, bahkan sering. Nggak mau overthinking, tapi kepikiran terus jadi kondisi yang sangat relatable, terutama di tengah hidup yang serba cepat dan penuh tekanan.

Rasanya capek, tapi makin dihindari justru jadi sering muncul seolah pikiran makin ribut. Chat yang belum dibalas kepikiran. Omongan orang diingat-ingat. Hal kecil yang sebenarnya sudah lewat malah muter lagi di kepala saya. 

Sayangnya, overthinking ini kerap dianggap berlebihan, padahal di baliknya ada proses psikologis yang wajar. Saya pun sadatr kalau ternyata nggak ngerasain hal ini sendirian. Nggak mau overthinking tapi kepikiran terus itu kayak kondisi “default” banyak anak muda sekarang.

Overthinking Itu Bukan Drama, Tapi Respons

Banyak orang menganggap kalau overthinking itu lebay atau kebanyakan mikir. Padahal, banyak orang merasakan overthinking sering muncul karena cenderung hidup di lingkungan yang penuh tekanan.

Kita dituntut cepat, tepat, dan selalu “oke”. Di sisi lain, kita jarang dikasih ruang buat benar-benar berhenti dan mencerna perasaan. Akhirnya, semua semakin numpuk dan munculnya ya di pikiran.

Semakin Disuruh Tenang, Pikiran Malah Makin Ribut

Ada hal lucu tapi nyebelin soal pikiran, semakin dilarang, semakin datang. Saat kamu memaksa diri buat nggak mikirin sesuatu, yang terjadi malah sebaliknya. Pikiran malah makin ribut kalau disuruh tenang.

Kalau mau sedikit berdamai, sebenarnya pikiran itu bukan musuh, kok. Dia muncul karena ingin didengar. Sayangnya, kita sering terlalu sibuk buat benar-benar mendengarkan apa yang sedang kita rasakan.

Anehnya, overthinking paling sering datang pas malam. Siang hari kita sibuk, kuliah, kerja, scroll medsos, ngobrol, pura-pura baik-baik aja. Begitu malam datang dan semua sepi, pikiran langsung ambil alih.

Ini bukan kebetulan sebab malam adalah satu-satunya waktu di mana kita nggak lagi sibuk menghindar. Dan di situlah semua hal yang belum selesai mulai  bermunculan dan menguasai pikiran.

Overthinking: Bukan Masalahnya, Tapi Emosinya

Overthinking itu sering kali menyiksa pikiran bukan karena masalahnya tapi emosinya. Banyak hal yang dipikirkan berulang kali sebenarnya bukan masalah besar tapi emosi di baliknya belum kelar.

Misalnya, takut salah, takut ditinggal, takut nggak cukup, atau takut-takut lainnya yang dirasakan. Pada akhirnya, overthinking jadi cara otak buat mencari rasa aman, meskipun seringnya malah bikin makin cemas.

Refleksi dan Overthinking Itu Beda Tipis

Berpikir itu penting, tapi ada bedanya antara refleksi dan overthinking. Refleksi bikin kita belajar, sementara overthinking bikin kita muter di tempat yang sama. Kalau mikir nggak membawa ke solusi atau tindakan, kemungkinan besar kita lagi kejebak di overthinking.

Di sinilah letak pentingnya belajar melawan pikiran. Pelan-pelan berusaha berdamai dengan mengakui kondisi kalau kita memang sedang kepikiran sesuatu. Bisa ditulis dalam jurnal pribadi, atau cuma disadari tanpa dibahas panjang.

Saat nggak dilawan, pikiran itu bakal nggak sekeras sebelumnya. Sebab sebenarnya nggak semua pikiran harus dipercaya. Ingat, pikiran bukan fakta dan overthinking sering dipenuhi asumsi yang belum tentu benar.

Belajar ngasih jarak antara diri dan pikiran bikin kita nggak langsung percaya sama semua yang muncul di kepala. Tujuan kita bukan bikin pikiran diam sepenuhnya, tapi belajar hidup berdampingan dengannya tanpa harus tenggelam.

Nggak mau overthinking tapi kepikiran terus itu bukan kelemahan, kok. Itu pengalaman yang banyak dari kita alamin, cuma jarang diomongin. Overthinking jadi tanda kalau kita ini manusia yang punya perasaan dan sedang memproses sesuatu. 

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda