Kolom

Generasi Tanpa Ruang Tumbuh: Tekanan Sistem yang Memaksa Anak Muda Berlari

Generasi Tanpa Ruang Tumbuh: Tekanan Sistem yang Memaksa Anak Muda Berlari
Ilustrasi anak muda bekerja (magnific)

Masa muda sering kali dianggap sebagai waktu untuk mencari pengalaman dan mengenal dunia lebih luas. Pada fase ini, seseorang seharusnya memiliki kesempatan untuk mencoba berbagai hal, menemukan kelebihan dirinya, bahkan melakukan kesalahan sebelum menentukan arah hidup.

Namun, realita yang dihadapi oleh banyak anak muda saat ini berbeda. Mereka tumbuh dalam situasi yang menuntut kecepatan. Ada standar yang harus dicapai, usia yang harus dikejar, serta persaingan yang membuat setiap keputusan terasa begitu menentukan.

Ketika pendidikan dan dunia kerja berjalan dengan ritme yang semakin cepat, lantas apakah generasi muda masih memiliki cukup ruang untuk bertumbuh?

Anak Muda Dituntut Hidup Serba Terburu-buru

Salah satu tekanan terbesar bagi generasi muda datang dari dunia pendidikan. Sejak duduk di bangku SMA, banyak siswa sudah diarahkan untuk menentukan pilihan yang akan memengaruhi masa depan mereka mellui pemilihan jurusan kuliah.

Begitu masuk kuliah, tekanan lain muncul. Anak muda harus cepat lulus agar tidak dianggap tertinggal. Kalau perlu, harus sudah punya pengalaman agar lebih mudah mendapat pekerjaan.

Mereka diwajibkan ikut magang, membangun portofolio, menambah sertifikat, dan mempercantik CV. Namun, setelah semua itu dilakukan, dunia kerja tetap memberikan tantangan baru. Banyak lowongan meminta pengalaman, bahkan untuk posisi yang ditujukan bagi fresh graduate.

Di tengah situasi seperti ini, rasanya generasi muda hidup dalam perlombaan yang tidak pernah selesai. Mereka diminta bergerak cepat di setiap tahap kehidupan, tetapi jarang diberi ruang untuk mencoba, gagal, atau sekadar mencari tahu apa yang sebenarnya ingin dilakukan.

Sistem seolah mengharuskan semua orang memiliki jalur hidup yang rapi, padahal kenyataannya tidak semua orang tumbuh dengan kecepatan yang sama.

Dunia Kerja yang Meminta Pengalaman Sebelum Memberi Kesempatan

Ketika memasuki dunia kerja, lulusan baru kembali dihadapkan pada standar yang semakin tinggi. Mereka harus memiliki pengalaman, kemampuan tambahan, dan berbagai keahlian yang sering kali sulit dicapai oleh seseorang yang baru memulai perjalanan karier.

Ironisnya, perusahaan membutuhkan orang yang berpengalaman, tetapi seseorang tidak mungkin memiliki pengalaman jika tidak pernah diberi kesempatan untuk memulai.

Situasi ini membuat banyak anak muda akhirnya mengambil berbagai pekerjaan atau magang dengan kondisi yang kurang ideal demi menambah pengalaman. Tidak sedikit yang rela bekerja dengan bayaran rendah karena merasa tidak punya banyak pilihan.

Belum lagi dengan adanya batas usia dalam banyak lowongan kerja. Ketika seseorang baru selesai kuliah atau baru ingin mencoba berpindah jalur, umur sering kali menjadi pertimbangan lain yang membatasi kesempatan.

Akhirnya, banyak anak muda merasa bahwa mereka tidak hanya bersaing dengan kandidat lain, tetapi juga berpacu dengan waktu.

Bonus Demografi Tanpa Ruang untuk Bertumbuh

Indonesia sering membicarakan bonus demografi sebagai peluang besar. Jumlah penduduk usia produktif yang besar konon dianggap bisa menjadi kekuatan bagi perekonomian.

Namun, keberhasilan bonus demografi tidak semata ditentukan oleh banyaknya populasi usia produktif, melainkan oleh kemampuan negara menciptakan ruang agar mereka bisa berkembang dan memaksimalkan potensinya.

Ironisnya, di tengah tuntutan agar generasi muda menjadi penggerak masa depan, banyak dari mereka justru sedang sibuk bertahan menghadapi tekanan hidup yang tak ada habisnya.

Mereka diminta menjadi generasi emas, tetapi sering kali tidak diberikan ruang yang cukup untuk tumbuh menjadi versi terbaik dari dirinya.

Padahal anak muda bukan produk pabrik yang bisa langsung keluar dalam kondisi siap pakai setelah melewati proses pendidikan. Ada perjalanan panjang untuk belajar, mencoba, gagal, dan menemukan kemampuan terbaiknya.

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda