Kolom

Berani Tampil Beda: Haruskah Penampilan Menentukan Kepercayaan Diri?

Berani Tampil Beda: Haruskah Penampilan Menentukan Kepercayaan Diri?
Ilustrasi memakai makeup (Unsplash/Faisal Waheed)

Belakangan ini, media sosial kembali ramai dengan berbagai tren makeup yang unik. Salah satunya adalah Naykilla yang diperkenalkan melalui unggahan akun Tiktok @naykillas. 

Gaya ini menampilkan makeup dan hair clip warna-warni, hiasan kecil pada gigi atau tooth gems, serta dipadukan dengan musik yang berjudul MMG (My Mine Gueh). 

Tampilannya yang berbeda kemudian menarik perhatian pengguna TikTok yang membuat banyak orang ikut mencoba atau membuat versi mereka sendiri.

Tren seperti ini menunjukkan bahwa cara orang menampilkan dirinya terus berubah. Makeup tidak hanya digunakan untuk mempercantik wajah, tetapi juga bisa menjadi cara untuk mencoba gaya baru dan menunjukkan karakter diri. 

Mulai dari sini muncul hal yang menarik untuk dipikirkan: mengapa kita masih sering merasa harus terlihat dengan cara tertentu agar bisa merasa cantik dan percaya diri?

Sejak dulu, kita sering melihat iklan cosmetic dengan kulit cerah, wajah bersih, makeup rapi, dan penampilan yang terlihat natural sering dianggap sebagai salah satu standar kecantikan

Tanpa disadari, hal tersebut membuat seseorang merasa harus mengikuti standar tertentu agar terlihat menarik. Penampilan sering menjadi salah satu hal yang membuat seseorang dinilai oleh orang lain.

Padahal, setiap orang memiliki warna kulit, bentuk wajah, dan gaya yang berbeda. Tidak semua orang harus terlihat dengan cara yang sama untuk dianggap cantik.

Tren seperti Naykilla look justru menunjukkan bahwa makeup juga bisa menjadi ruang untuk berekspresi. Warna makeup yang mencolok, gaya rambut yang unik, atau tampilan yang berbeda dari biasanya tidak seharusnya langsung dianggap berlebihan hanya karena tidak sesuai dengan standar kecantikan yang selama ini dikenal.

Masalahnya muncul ketika penampilan mulai dianggap sebagai syarat untuk percaya diri.
Seseorang yang tidak memakai makeup bisa merasa kurang cantik, sementara itu, orang yang memakai makeup tebal mungkin takut dianggap berlebihan. Akhirnya, seseorang bisa merasa serba salah hanya karena cara mereka menggunakannya.

Padahal, alasan seseorang berdandan bisa berbeda-beda, ada orang yang merias diri karena ingin merasa senang, mencoba sesuatu yang baru, ada pula yang merasa gaya tersebut memang paling sesuai dengan dirinya. 

Hal yang perlu diingat adalah kita tak harus menyukai semua gaya. Namun bukan berarti, kita berhak menganggap gaya yang berbeda dari kita menjadi hal aneh.

Penampilan memang bisa membuat lebih percaya diri, tetapi kita perlu berhati-hati jika rasa percaya diri hanya muncul ketika penampilan sudah sesuai dengan standar tertentu.

Kalau seseorang hanya merasa cantik ketika memakai makeup, apakah wajah tanpa makeup berarti tidak cantik? Kalau seseorang hanya berani tampil dengan pakaian tertentu, apakah dirinya menjadi kurang berharga ketika memakai pakaian sederhana?

Pertanyaan seperti ini penting karena kepercayaan diri seharusnya tidak hanya bergantung pada penampilan. Makeup, pakaian, dan gaya rambut memang bisa menjadi bagian dari cara kita mengekspresikan diri. Akan tetapi, semua itu seharusnya bukan satu-satunya alasan untuk menghargai diri sendiri.

Menurut saya, cara kita melihat orang yang tampil berbeda juga perlu diubah. Tidak semua orang yang menggunakan makeup mencolok sedang mencari perhatian ataupun yang mengikuti tren tengah mencari pujian. Begitu juga dengan orang yang memilih tampil sederhana, mereka juga bukan berarti tidak peduli dengan penampilan.

Setiap orang punya alasan sendiri dalam menentukan bagaimana mereka ingin terlihat. Penampilan bisa digunakan untuk meningkatkan rasa percaya diri dan menjadi cara untuk menunjukkan kreativitas sekaligus karakter diri.

Keduanya tidak salah, yang penting, jangan sampai keinginan untuk mengikuti standar membuat kita takut mencoba sesuatu yang sebenarnya kita sukai. Sebab kalau setiap memilih pakaian atau makeup kita selalu berpikir, "Nanti orang lain bilang apa?", bisa jadi kita tidak lagi melakukannya untuk diri sendiri. Kita melakukannya hanya untuk mendapatkan persetujuan orang lain.

Tampil berbeda tidak berarti kita lebih baik dari orang lain. Begitu juga dengan tampil sederhana yang tidak membuat seseorang menjadi lebih rendah.

Kita tidak perlu menjadikan satu gaya sebagai patokan tentang bagaimana seseorang seharusnya terlihat. Pada akhirnya keberanian untuk tampil sesuai dengan apa yang kita sukai seharusnya tidak bergantung pada tren.

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda