Kolom
Dari Posyandu ke Pariwisata: Bagaimana Kesehatan Jadi Pondasi Desa Wisata Les Buleleng
Desa Les Buleleng yang terletak di Dusun Panjingan, Kecamatan Tejakula, Buleleng, Bali, membuktikan bahwa ketekunan, kesabaran, dan komitmen yang dituangkan dalam kegiatan sederhana penuh kesadaran mampu membawa desa mereka dikenal sebagai desa wisata berkelanjutan.
Desa ini resmi bergabung sebagai salah satu Desa Sejahtera Astra pada tahun 2024. Melalui program ini, masyarakat Desa Les Buleleng saling bahu-membahu menciptakan keselarasan antara empat bidang utama yang menyokong kehidupan bermasyarakat, yakni pendidikan, kesehatan, lingkungan, dan kewirausahaan yang saling bersinergi.
Menariknya, pada tahun 2024 Desa Sejahtera Astra Les Buleleng berhasil meraih penghargaan Juara Umum Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) dari Kementerian Pariwisata.
Masyarakat Desa Les Buleleng merasakan langsung dampak positif dari program ini. Pendapatan masyarakat setempat meningkat sekitar 25%, puluhan tenaga kerja baru berhasil terserap, serta produk lokal 100% berhasil lolos dan dipasarkan. Hal ini tentu membawa angin segar.
Semua pencapaian ini bisa diraih berkat pondasi keempat pilar yang kokoh (pendidikan, kesehatan, lingkungan, dan kewirausahaan). Sebagai salah satu tenaga kesehatan yang berkontribusi di wilayah yang berbeda dan cukup jauh dari Bali, saya tertarik untuk menggali lebih dalam dampak penguatan bidang kesehatan dan pengaruhnya terhadap bidang-bidang lain.
Salah satu upaya yang saya lakukan adalah dengan mewawancarai langsung sosok local hero untuk Desa Les Buleleng, Nyoman Nadiana, secara daring pada Kamis (06/08/2026) lalu.
Penguatan Peran Posyandu: Menyelamatkan Generasi Penerus dari Stunting
![Kegiatan Posyandu Desa Les Buleleng [Instagram/@satu_indonesia]](https://media.arkadia.me/v2/articles/rizkymelinda/YVStvpHbPj2RkU2WVcNktEORNrOeuA3L.png)
Program Desa Sejahtera Astra Desa Les Buleleng di bidang kesehatan meliputi kegiatan aktif di Posyandu untuk mendukung KIA (Kesehatan Ibu dan Anak) serta edukasi kehamilan.
Menurut Nyoman Nadiana atau yang akrab disapa Bli Nyoman, local hero Desa Les Buleleng, program Kesehatan Ibu dan Anak ini membawa dampak positif bagi masyarakat sekitar.
Seperti kita ketahui bersama, masa-masa kehamilan merupakan momen penting yang menentukan kesehatan bayi saat lahir. Jika kesehatan dan kebutuhan nutrisi sang ibu terpenuhi, maka bayi bisa lahir dengan sehat dan normal.
Anak-anak kurang beruntung yang mengalami stunting (kurang gizi) dan gizi buruk juga turut mendapat perhatian melalui pemberian makanan tambahan rutin. Harapannya, program ini bisa membantu memperbaiki gizi buruk generasi penerus masa depan Desa Les Buleleng agar mereka bisa menyambut estafet kepengurusan desa yang berkelanjutan di masa depan.
Les Grow: Memilih, Memilah, dan Mengolah Sampah jadi Pupuk Kompos
![Kegiatan Les Grow Desa Les Buleleng [YouTube/Anugerah Desa Wisata]](https://media.arkadia.me/v2/articles/rizkymelinda/dtRNKxPpHtKOVfU2jpYNKdWUyNOhFEja.png)
Program Les Grow hadir mengajak masyarakat sekitar untuk memilah dan mengolah sampah. Hal ini adalah langkah cerdas, mengingat kebersihan lingkungan yang terjaga akan mendorong tercapainya derajat kesehatan masyarakat yang baik.
Fokus utama kegiatan ini adalah mengedukasi masyarakat tentang pemilahan sampah mulai dari tingkat rumah tangga, pengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos dan pemanfaatannya bagi tanaman di sekitar.
Bli Nyoman mengatakan bahwa upaya kebersihan yang saat ini dilakukan adalah menjaga kebersihan daratan yang nantinya juga akan berdampak pada kebersihan laut. Daratan dan lautan adalah dua komponen yang tidak terpisahkan dan saling memengaruhi.
Perbaikan pesisir pantai juga berarti perbaikan kualitas hidup masyarakat di sekitarnya. Air yang lebih bersih, udara yang lebih sehat, laut yang lebih terjaga, semuanya bermuara pada perbaikan kesehatan dan taraf hidup masyarakat Desa Les Buleleng.
Garam Palungan: Metode Tradisional Warisan Leluhur, Hadirkan Rasa Umami
![Petani Garam Les Buleleng [YouTube/Anugerah Desa Wisata]](https://media.arkadia.me/v2/articles/rizkymelinda/dmxsVVg3QXz3izq08pak7hGb3JcIDMbA.png)
Masyarakat Desa Les Buleleng masih memegang teguh tradisi pembuatan garam secara alami dan tradisional yang telah diwariskan secara turun-temurun selama ratusan tahun.
Dari cara ini, masyarakat Desa Les Buleleng berhasil mendapatkan garam sebanyak dua hingga tiga ton per panennya. Tidak heran jika mata pencaharian sebagian besar masyarakat Desa Les Buleleng adalah sebagai petani garam.
Garam yang dipanen berhasil dipasarkan ke berbagai daerah di Indonesia. Menariknya, garam yang dipanen dengan cara tradisional di Desa Les Buleleng ini memiliki kualitas jempolan dan segudang manfaat untuk kesehatan.
Proses pembuatan garam yang masih mengandalkan cara tradisional membuat Garam Les bebas bahan kimia tambahan. Metode sederhana ini justru menghasilkan garam yang mampu menghadirkan cita rasa yang berbeda dibanding garam lainnya, yakni rasa yang lebih gurih dan umami.
Garam palungan, garam yang dijemur menggunakan palung yang dibuat dari batang kelapa, memiliki rasa yang lebih unik yakni ada rasa manis-manisnya. Selain menghadirkan perpaduan rasa yang gurih dan umami, garam yang dibuat dengan cara ini juga mampu mempertahankan kandungan mineral alami di dalamnya.
Sayangnya, hanya sedikit anak muda yang tertarik dan ingin belajar membuat garam dengan cara tradisional ini. Rata-rata petani garam yang masih aktif hingga saat ini sudah berusia lebih setengah abad dan mulai renta. Bli Nyoman mengungkapkan bahwa anak-anak muda desa lebih tertarik mengadu nasib di tanah perantauan.
“Anak-anak muda desa banyak yang memilih bekerja di sektor pariwisata, merantau ke kota, atau mencari pekerjaan yang dianggap lebih menjanjikan,” ungkap Bli dalam kesempatan wawancara daring.
Bahasa Inggris untuk Anak Desa Les Buleleng: Bekal Berharga Generasi Muda
![Anak-anak Desa Les Buleleng Belajar Bahasa Inggris [Instagram/@satu_indonesia]](https://media.arkadia.me/v2/articles/rizkymelinda/L4gzKGzCgqZkbuMiGX2pjgvJip78uN6E.png)
Anak-anak Desa Les digambleng untuk siap menjadi pemeran utama di masa depan untuk turut memajukan desa wisata Les Buleleng yang berkelanjutan. Mereka dibekali pengetahuan melalui kelas bahasa Inggris agar nantinya bisa menjadi local guide profesional untuk turis mancanegara.
Kegiatan ini hanya bisa tercapai dengan sukses jika anak-anak Desa Les berada dalam kondisi kesehatan fisik dan mental yang baik. Inilah pentingnya program layanan dasar Posyandu yang fokus pada kesehatan ibu dan anak, serta pemberian makanan tambahan bagi anak yang stunting agar mereka bisa tumbuh secara optimal. Dengan demikian, anak-anak Desa Les bisa menerima pendidikan dengan baik.
Desa Les Buleleng berhasil membuktikan bahwa membangun desa wisata yang berkelanjutan tidak hanya tentang keindahan alam. Kesehatan adalah pondasinya. Ketika ibu sehat, anak tumbuh optimal, serta lingkungan bersih terjaga, maka seluruh desa pun bersiap menyambut masa depan.