Kolom
Privilege dalam Pengasuhan: Mengapa Ibu Berduit Dianggap Lebih Siap?
Di media sosial, kehidupan artis sering kali dianggap istimewa dan cenderung diagung-agungkan. Apa pun yang mereka lakukan mudah mendapat pujian berlebihan, termasuk dalam urusan menjadi ibu.
Misalnya, ada artis yang baru melahirkan dan langsung dipuji karena dianggap begitu siap menjalani peran sebagai ibu. Padahal, di balik kehidupan yang terlihat ideal itu, ada banyak fasilitas dan dukungan yang turut membantu proses pengasuhan.
Punya ART, nanny, keluarga yang mendampingi, hingga kemampuan membayar berbagai layanan tentu bukan sesuatu yang salah. Sebaliknya, dukungan seperti itu bisa membantu ibu menjalani masa pemulihan dan mengurus bayi dengan lebih nyaman.
Namun, rasanya kurang tepat jika kemudahan tersebut kemudian dianggap sebagai bukti bahwa seorang ibu lebih siap atau lebih hebat dibandingkan ibu lain yang tidak memiliki fasilitas serupa.
Di sinilah privilege dalam pengasuhan menarik untuk dibahas. Setiap ibu menjalani motherhood dengan kondisi yang berbeda.
Privilege Tak Sama dengan Kehebatan
Uang memang bisa membeli banyak hal yang membuat pengasuhan terasa lebih ringan. Ibu bisa membayar orang untuk mengurus rumah, meminta bantuan profesional untuk merawat bayi, atau mendapatkan waktu istirahat yang lebih cukup. Semua itu adalah bentuk dukungan yang nyata dan tentu patut disyukuri.
Namun, kemudahan itu tidak seharusnyadianggap sebagai bukti seseorang lebih mampu. Di balik ibu yang terlihat tenang dan kehidupannya tertata, bisa ada banyak bantuan yang membuat pengasuhan terasa lebih ringan.
Hal ini berbeda dengan ibu yang tidak memiliki pilihan serupa. Ada yang harus membagi waktu antara bayi dan pekerjaan, mengurus rumah tanpa bantuan, atau bahkan memikirkan kondisi keuangan keluarga di tengah masa pemulihan. Jika hasil akhirnya terlihat berbeda, bukan berarti salah satunya lebih siap menjadi ibu.
Netizen Terlalu Mudah Mengagungkan Kehidupan Artis
Pembahasan ini tidak bisa dilepaskan dari kebiasaan netizen yang terlalu mudah mengagungkan artis. Kehidupan para artis sering kali dikonsumsi bukan lagi sekadar sebagai hiburan, melainkan tontonan tentang kehidupan ideal.
Kita sering lupa bahwa di balik kehidupan artis yang terlihat sempurna, ada privilege yang tidak semua orang punya. Kemampuan mendapatkan berbagai fasilitas tentu membuat hidup lebih mudah, tetapi bukan berarti mereka otomatis lebih hebat dalam menjalaninya.
Ironisnya, orang yang begitu mengagumi kehidupan artis belum tentu punya kehidupan yang serupa. Di tengah kondisi ekonomi yang pas-pasan, masih mencari pekerjaan, atau sibuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, mereka tetap mengikuti kehidupan artis dan memuji hampir setiap hal yang dilakukan. Tanpa sadar, kehidupan yang mereka lihat di layar pun bisa berubah menjadi standar.
Menurut saya, mengagumi artis sah-sah saja. Namun, kekaguman itu tidak perlu sampai membuat kita menempatkan mereka di posisi yang terlalu tinggi. Hidup mereka terlihat lebih mudah bukan selalu karena mereka lebih hebat, melainkan karena mereka punya uang, akses, dan kesempatan yang lebih besar.
Jangan Jadikan Motherhood sebagai Perlombaan
Kritik ini sebenarnya bukan ditujukan kepada ibu yang punya banyak uang atau mendapat banyak bantuan. Setiap ibu justru berhak memiliki support system agar proses mengasuh anak terasa lebih ringan. Tidak ada alasan menganggap ibu yang melakukan semuanya sendiri lebih hebat hanya karena ia menghadapi lebih banyak beban.
Standar motherhood mulai terasa tidak adil karena kehidupan tertentu terlalu sering ditampilkan sebagai gambaran ibu ideal. Ibu dengan fasilitas lengkap dianggap lebih siap, sementara ibu dengan kondisi sederhana seolah perlu berusaha lebih keras untuk membuktikan kemampuannya dalam mengasuh anak.
Padahal, menjadi ibu bukan perlombaan, dan meminta bantuan juga bukan tanda ketidakmampuan. Seorang ibu tidak perlu mengerjakan semuanya sendiri hanya untuk membuktikan bahwa dirinya mampu menjalani peran tersebut.
Cara kita melihat motherhood di media sosial pun perlu lebih kritis. Menikmati konten artis atau mengagumi gaya hidup mereka tentu tidak masalah. Namun, jangan sampai kehidupan di layar berubah menjadi standar yang membuat ibu lain merasa kurang.