Kolom
Sering Mati Lampu Bikin Saya Memutuskan Pindah Provider ke XL
Sekarang di daerah tempat saya tinggal lagi sering banget yang namanya mati lampu. Parahnya, mati lampunya itu pas jam kerja.
Dan yang nggak ngotak adalah... kalau mati lampu, jaringan juga ikut mati. Jadi, nggak ada sinyal sama sekali. Jangankan buat internetan, sekadar buat telepon aja kagak ada, bro!
Awalnya saya nggak kepikiran buat ganti kartu. Maklum, waktu itu saya sudah pake dua provider berbeda dan ternyata dua-duanya punya masalah yang sama. Begitu listrik mati, jaringan ikut menghilang.
Buat orang yang pekerjaannya banyak bergantung pada internet kayak saya, kondisi seperti ini jelas bikin repot.
Bayangin, kita lagi enak-enaknya ngerjain tugas, eh! tiba-tiba listrik padam. Hp atau laptop meski tetap bisa hidup tapi koneksi koneksi internet udah nggak ada. Kan, sama aja bohong.
Akhirnya ya... cuma bisa bengong sambil menunggu listrik menyala lagi.
Sampai pada suatu hari...
Waktu itu lagi mati listrik, karena nggak bisa kerja ya udah akhirnya aku mutusin buat refreshing tipis-tipis.
Pergi lah saya ke rumah paman untuk silaturahmi sekaligus mau nyari labu buat sayur. Maklum, paman memang punya banyak labu karena beliau menanamnya sendiri di kebun.
Sampai di sana, seperti biasa, kita ngobrol ngalor ngidul, akhirnya melebar ke mana-mana. Salah satunya tentu saja membahas listrik yang belakangan ini sering mati.
Termasuk soal internet.
Waktu itu saya bilang, “Kalau mati lampu begini repot banget. Nggak bisa kerja, soalnya jaringan ikut mati semua.”
Eh, tiba-tiba anak paman nyeletuk.
“Loh, nggak semua. Ini saya pakai XL dan jaringannya masih ada. Saya bisa internetan. Coba lihat nih.”
Dia langsung menunjukkan HP-nya ke saya.
Beneran dong. Signal-nya full dan ada tulisan 4G.
Waktu itu saya agak heran. Kok bisa?
Padahal kami berada di wilayah yang sama dan sedang mengalami pemadaman listrik yang sama. Tetapi ternyata pengalaman jaringan yang kami dapatkan bisa berbeda.
Jadi, yang paling menarik perhatian saya bukan sekadar soal sinyal yang masih muncul.
Saya langsung mikir, “Wah, kalau begini kan lumayan. Kalau listrik mati, masih ada jaringan yang bisa diandalkan buat kerja.”
Dari situlah keputusan untuk mencoba XL mulai muncul.
Nggak pakai mikir panjang, saya akhirnya beli kartu XL untuk menggantikan salah satu kartu yang menurut saya jarang digunakan.
Awalnya tentu saya nggak berekspektasi terlalu tinggi. Di daerah saya, XL memang bukan provider yang paling sering saya lihat dipakai orang. Itu juga yang membuat saya sebelumnya tidak pernah berpikir untuk menjadikannya pilihan utama.
Tapi setelah ngerasain sendiri, ternyata apa yang saya dapatkan justru berbeda dari perkiraan saya sebelumnya.
Salah satu hal yang langsung terasa adalah harga paket internetnya yang menurut saya cukup menarik.
Karena biaya kuotanya terasa lebih murah dibandingkan paket yang selama ini saya gunakan, akhirnya saya pun mulai berpikir lebih jauh.
Bukan cuma kartu di HP yang saya ganti.
Kartu MiFi yang selama ini saya gunakan sebagai modem utama di rumah untuk keluarga juga akhirnya saya pindahkan ke XL.
Karena udah ngalamin sendiri makanya aku bisa cerita. Dan, seperti yang aku bilang tadi itu.
Sebelumnya, internet di rumah kadang terasa suka ngadat, terutama ketika anak-anak sedang menonton YouTube atau kalau kami menonton film pake Mi Box.
Sering banget yang namanya kejadian nunggu loading atau terpaksa harus nurunin kualitasnya.
Meskipun bisa lebih lancar setelah kualitasnya diturunin tapi pengalaman nonton jadi kurang seru karena gambarnya yang agak pecah-pecah apalagi kalau di bawah 1080p.
Nah, sejak makr XL, pengalaman nonton jadi kerasa banget lebih lancar.
Bukan berarti saya mengatakan koneksi selalu sempurna setiap saat ya, karena kondisi jaringan tentu bisa berbeda-beda tergantung lokasi dan situasi. Tetapi untuk penggunaan sehari-hari di tempat saya, koneksinya terasa lebih nyaman.
Dari pengalaman sederhana itulah saya kemudian jadi penasaran sama XL secara lebih luas.
Termasuk ketika saya melihat TVC terbaru mereka.
Menurut saya, TVC tersebut cukup menggelitik karena XL tidak sekadar mengatakan, “Jaringan kami bagus,” lalu selesai. Pesannya justru dikemas dengan visual yang cukup berani.
Jadi di TVC itu ada semacam adegan balapan mobil, dengan mobil biru yang terus mengejar para pesaingnya sampai akhirnya mampu menyalip lawannya satu persatu dan terakhir melewati mobil merah yang berada di posisi terdepan.
Buat saya, adegan visual tersebut gampang dipahami.
Ada semacam cerita tentang bagaimana sebuah pemain yang sebelumnya bukan berada di posisi teratas kemudian terus mengejar, memperbaiki performa, dan berusaha mengambil posisi terdepan.
Dan menariknya, pesan soal jaringan tersebut tidak berhenti di iklan.q
XL juga menyebut pencapaiannya di Ookla Speedtest Award 2026 dengan tiga penghargaan utama, yaitu Best Mobile Network, Best 5G Network, dan Fastest 5G Network.
Buat saya, penghargaan seperti ini cukup menarik untuk diperhatikan ketika kita sedang mempertimbangkan provider baru.
Sebab, keputusan memilih provider seharusnya bukan cuma berdasarkan iklan atau promo.
Pengalaman penggunaan sehari-hari tetap menjadi faktor utama. Tetapi ketika pengalaman pribadi yang positif kemudian didukung oleh pengakuan dari pihak ketiga, tentu semakin menarik untuk dipertimbangkan.
Apalagi sekarang kebutuhan internet sudah berubah.
Dulu mungkin internet di HP hanya dipakai untuk WhatsApp, browsing, atau media sosial.
Kalau sekarang, koneksi internet justru banyak dipakai untuk kerja, meeting, upload video, streaming, bermain game, menyimpan file di cloud, sampai memanfaatkan berbagai layanan berbasis AI.
Karena itu, jaringan yang cepat dan stabil itu jadi sebuah kebutuhan yang emang sulit untuk dihindari.
Pengalaman saya menggunakan XL juga membuat saya tertarik dengan XL Ultra 5G+. Layanan ini diklaim mampu menghadirkan kecepatan hingga 500 Mbps, sehingga jelas menyasar kebutuhan pengguna yang membutuhkan koneksi lebih kencang.
Terus menariknya lagi, benefitnya juga bukan cuma soal kecepatan.
Ada Double Quota 5G, roaming di lebih dari 75 negara, oke banget yang suka liburan ke luar negeri atau buat yang mau pergi haji dan umroh. Kemudian, bonus langganan platform streaming tertentu juga afa, termasuk akses Google Gemini AI dan cloud storage hingga 400 GB.
Menurut saya, benefit seperti ini terasa cukup relevan dengan kebiasaan pengguna internet sekarang.
Misalnya untuk orang yang sering bepergian ke luar negeri, fasilitas roaming tentu lebih praktis.
Buat pengguna yang suka streaming, bonus OTT bisa menjadi nilai tambah. Sementara akses AI (Gemini) dan penyimpanan cloud juga semakin relevan karena sekarang banyak pekerjaan yang bisa dilakukan dengan bantuan layanan digital.
Pada akhirnya, pengalaman saya berpindah provider ke XL sebenarnya bermula dari masalah yang sangat sederhana. mati lampu.
Saya cuma ingin tetap bisa mendapatkan koneksi ketika listrik padam karena pekerjaan saya tetap harus berjalan.
Ternyata dari kejadian kecil tersebut saya justru menemukan pengalaman baru yang membuat saya mempertimbangkan XL bukan hanya sebagai kartu cadangan, tetapi juga sebagai salah satu pilihan utama untuk kebutuhan internet di rumah.
Kalau sekarang ada yang bertanya kepada saya, “Memangnya kenapa harus XL?”
Jawaban saya sederhana.
Coba dulu dan rasakan sendiri.
Karena pengalaman jaringan setiap orang bisa berbeda tergantung lokasi. Tapi kalau di tempat Anda XL punya jaringan yang bagus, menurut saya nggak ada salahnya memberikan kesempatan kepada provider ini.
Apalagi kebutuhan internet sekarang semakin besar dan semakin kompleks.
Jadi, kalau Anda sedang mencari alternatif provider baru, XL bisa masuk daftar yang layak dicoba.
Nggak perlu langsung percaya hanya karena iklan. Coba kartunya, gunakan di tempat Anda, rasakan sendiri koneksinya.
Karena pada akhirnya, pengalaman nyata saat menggunakan internet sehari-hari jauh lebih penting daripada sekadar kata-kata.
Ya... seperti pesan yang mau disampaikan lewat TVC-nya, “Berkat Simpatimu, kami bisa menjadi jaringan #1 di Indonesia.”