Kolom
Batin Tersiksa Gara-Gara Selalu Bilang 'Iya'? Ini 4 Cara Bebaskan Diri dari Rasa Bersalah
Baru pulang kerja, badan capek, kepala pening, ditambah jalanan macet di perjalanan pulang, eh malah dapat pesan ajakan nongkrong dari teman. Pasti rasanya sebel banget, kan? Tapi lucunya, di posisi yang serba-serbi dilematis itu kita sering kali nggak bisa nolak karena rasa tidak enak hati yang teramat sangat. Hal semacam ini pasti relate banget dengan realitas kehidupan sehari-hari kita sebagai pekerja atau anak muda masa kini yang sering kehabisan energi sosial.
Dalam situasi apa pun harus berkata, “iya.” Padahal dalam hati kita berteriak, “tidak.”
Kenapa sih kita jadi orang yang nggak enakan? Kenapa sifat ini bisa terbentuk? Terkadang kita punya masalah atau trauma di masa lalu untuk selalu menyenangkan hati orang lain, bisa juga di dalam hati timbul perasaan takut dibenci, atau dicap egois oleh orang terdekat kita. Kita jadi terbiasa memendam keinginan sendiri demi menjaga perasaan orang lain.
Memang agak sulit untuk berkata, “tidak” bagi orang yang nggak enakan. Jadinya bisa menimbulkan dampak buruk terhadap diri kita sendiri seperti burnout, stres menumpuk, merasa dimanfaatkan, dan pada akhirnya menyimpan rasa jengkel kepada orang lain yang tidak bisa diutarakan. Kita merasa kesal, padahal sebenarnya kita sendiri yang membuka celah itu karena tidak berani bersuara.
Lalu bagaimana sih cara mengatasinya agar kita bisa lebih tenang dan nggak gampang tersiksa dengan perasaan sendiri?
1. Katakan Tidak Secara Halus
Gunakan kalimat yang sopan namun tegas saat menolak. Contohnya: “Wah maaf ya hari ini aku nggak bisa ikut, badanku udah remuk.” Jika kamu dikata-katain atau disindir, lupakan saja dan jangan diambil pusing. Langsung cari kesibukan yang lain yang tidak melelahkan, misalnya bermain game, membaca buku, atau mendengarkan musik favorit di kamar.
2. Berikan Alternatif Waktu Lain
Buat kamu yang masih merasa berat untuk menolak secara total, coba tawarkan waktu lain agar tetap ada kompromi. Misal dengan berkata, “Maaf ya malam ini aku harus istirahat, kalau besok sore saja bagaimana?” Jika orang yang mengajakmu tetap memaksa hari itu juga padahal kamu sudah kehabisan tenaga, langsung saja katakan tidak daripada kamu merasa tersiksa sendiri. Karena kita nggak harus kok selalu menyenangkan orang lain setiap waktu.
3. Menolak Bukan Berarti Egois
Orang-orang yang nggak enakan pasti akan selalu berpikir bahwa berkata “tidak” berarti dirinya orang yang egois dan jahat. Padahal, itu merupakan salah satu bentuk penerimaan dan kepedulian terhadap diri sendiri. Menjaga batas energi (boundaries) adalah hak setiap orang agar kesehatan mental tetap terjaga.
4. Sadari Bahwa Diri Kita tidak Bisa Membahagiakan Semua Orang
Penyakit utama seorang people pleaser adalah ambisi tersembunyi agar semua orang merasa bahagia atas kehadiran kita. Padahal, itu merupakan hal yang mustahil diwujudkan. Akan selalu ada ekspektasi orang lain yang tidak bisa kita penuhi, dan itu bukan sepenuhnya tanggung jawab kita untuk menanggungnya.
Hidup ini terlalu singkat jika harus dihabiskan hanya untuk terus-menerus menuruti kemauan orang lain sambil mengorbankan kewarasan diri sendiri. Mulai sekarang, yuk belajar pelan-pelan untuk berkata "tidak" pada hal yang menguras tenaga, dan katakan "iya" pada waktu istirahat yang berkualitas. Ingatlah bahwa menjaga kesehatan mental bukanlah sebuah kejahatan, melainkan sebuah kebutuhan yang sangat penting agar kita bisa tetap waras dan bahagia menjalani hari-hari yang melelahkan ini.