Jerawat Menentukan Masa Depan Kita, Benarkah?

Fabiola Febrinastri
Jerawat Menentukan Masa Depan Kita, Benarkah?
Jerawat membuat Anda tak nyaman, karena mengganggu penampilan.

Jerawat mempengaruhi sekitar 80-90 persen remaja di dunia.

Suara.com - Jerawat adalah suatu keadaan di mana pori-pori kulit tersumbat, sehingga menimbulkan kantung nanah yang meradang. Jerawat adalah penyakit kulit yang cukup besar jumlah penderitanya.

Kligmann, seorang peneliti masalah jerawat ternama di dunia berpendapat, "Tak ada satu orang pun di dunia yang melewati masa hidupnya tanpa jerawat di kulitnya." Kemungkinan penyebabnya adalah perubahan hormonal yang merangsang kelenjar minyak di kulit.

Jerawat juga dikenal sebagai vulgaris, bermakna juga sebagai penyakit kulit jangka panjang yang terjadi ketika folikel rambut tersumbat oleh sel-sel kulit mati dan minyak dari kulit. Ini ditandai dengan komedo atau whitehead, jerawat, kulit berminyak, dan kemungkinan jaringan parut.

Ini terutama mempengaruhi area kulit dengan jumlah kelenjar minyak yang relatif tinggi, termasuk wajah, bagian atas dada, dan punggung.

Penampilan yang dihasilkan dapat menyebabkan kecemasan, menjadikan rasa kurang percaya diri, bahkan penurunan harga diri dan, dalam kasus yang ekstrim, depresi atau pikiran untuk bunuh diri. Genetik dianggap sebagai penyebab utama jerawat pada 80 persen kasus orang berjerawat.

Peran diet dan merokok pada tahap yang akut, dan tidak ada kebersihan maupun paparan sinar matahari yang juga berperan dalam tumbuhnya jerawat. Selama pubertas, pada kedua jenis kelamin, jerawat sering disebabkan oleh peningkatan hormon, seperti hormon testosteron.

Faktor yang sering terjadi adalah pertumbuhan berlebihan dari bakteri Propionibacterium acnes, yang biasanya ada pada kulit. Pada 2015, jerawat diperkirakan mempengaruhi 633 juta orang di seluruh dunia, menjadikannya penyakit paling umum ke-8 di dunia.

Biasanya terjadi pada masa remaja dan mempengaruhi sekitar 80-90 persen remaja di dunia. Tingkat yang lebih rendah dilaporkan di beberapa masyarakat pedesaan.

Anak-anak dan orang dewasa juga dapat terpengaruh sebelum dan sesudah pubertas. Meskipun jerawat menjadi kurang umum di masa dewasa, namun hampir setengah dari orang yang terkena dampak hingga usia 20-an, 30-an,bahkan hingga memasuki usia 40-an.

Faktor risiko untuk penrkembangan jerawat, selain genetika, belum diidentifikasi secara pasti. Kontribusi sekunder yang mungkin termasuk hormon, infeksi, diet dan stres.

Studi yang menyelidiki dampak merokok pada insiden dan keparahan jerawat telah meyakinkan. Sinar matahari dan kebersihan tidak terkait dengan jerawat. Berikut ini beberapa penyebab jerawat:

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS